Cianjur, – Kegiatan yang menjadi momentum nyata dalam memperkuat pelestarian budaya Sunda melalui Resital Angklung 3 yang mengusung tema” Sapa Warga Berbasis Budaya berlangsung meriah, yang melibatkan para seniman, guru, kepala sekolah, serta masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Cianjur.
Tujuan Kegiatan Umum Mempererat Tali Silaturahmi, Melalui Media Seni Budaya Sunda Sebagai Sarana Komunikasi dan Aspirasi. Bertempat Gedung Aasakinah Jl. Kh, Abdullah Bin Nuh, Kelurahan Sawah Gede, Kecamatan Cianjur, Jawa Barat. Sabtu (4/7/2026).
Sekertaris Jenderal (Sekjen) Dewan Perhimpunan Pusat (DPP) Penggiat Angklung Dr. Gunawan Undang mengatakan. Yang pertama ini resital angklung ke 3 Kabupaten Cianjur, dalam hal acara tersebut ini merupakan tindak lanjut slresital ke satu dan ke dua.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Acara tersebut dihadiri Anggota DPRD Jawa Barat Fraksi PDI Perjuangan, Dr. H. Tom Maksum, M.Pd, bersama jajaran DPC PDI Perjuangan Cianjur, Ketua PC PGRI Cianjur, para guru, kepala sekolah, dan peserta dari 14 kecamatan.
Dalam sambutannya, Dr. H. Tom Maksum menegaskan bahwa angklung merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya melalui pertunjukan, tetapi juga harus diwujudkan melalui pembinaan yang berkelanjutan serta keterlibatan masyarakat.
“Angklung merupakan identitas budaya Jawa Barat yang harus tetap hidup di tengah masyarakat. Melalui Resital Angklung 3 ini, kami ingin membangun kecintaan generasi muda terhadap budaya sekaligus mempererat hubungan antara wakil rakyat dengan masyarakat,” ujarnya.
Selain menampilkan pertunjukan angklung, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari sektor pendidikan, ekonomi, pembangunan daerah hingga pelestarian seni dan budaya. Seluruh masukan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam pelaksanaan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan di DPRD Jawa Barat.
Puncak kegiatan ditandai dengan Festival Angklung yang diikuti grup angklung dari 14 kecamatan di Kabupaten Cianjur. Penampilan para peserta mendapat apresiasi dari para tamu undangan dan masyarakat yang hadir karena dinilai menunjukkan semangat tinggi dalam menjaga eksistensi seni tradisional di tengah perkembangan zaman.
Masyarakat berharap kegiatan Resital Angklung dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan sebagai wadah pembinaan seniman daerah, pelestarian budaya Sunda, serta memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya bangsa. Pungkasnya
( Try )














Komentar