Warga Kampung Yammua Arso 6 Keluhkan Surat Suara Sudah Tercoblos

- Penulis

Kamis, 15 Februari 2024 - 19:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Journal News.id // Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Kampung Yammua Arso 6, Distrik Arso Barat diduga telah menyalah gunakan undangan Dokumen C6 atau Surat Pemberitahuan Pemungutan Suara milik salah satu warga.

Hal tersebut dikatakan Juanda orang tua korban pemilik DPT yang terdaftar yang beralamat di Blok C, pada Rabu (14/2/23) di Sekretariat KPPS Kampung Yammua, Jl. Jayawijaya, Arso 6.

“Saya sebagai orang tua pemilik sah DPT merasa sangat dirugikan, kedatangan saya di kantor KPPS ini bukan untuk mencari ribut, tetapi kita hanya menuntut hak sebagai warga negara,” katanya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikatakan, bahwa sebelumnya para petugas KPPS telah mendatangi saya untuk bertanya keberadaan anaknya, berhubung yang bersangkutan ada keluar maka saya sudah minta petugas untuk dititipkan kepadanya namun di tolak karena sejumlah alasan.

“Jadi sampai saat hari pencoblosan undangan yang C6 ini kog tidak sampai-sampai, nah akhirnya saya dan anak datang ke TPS 06 untuk bertanya dan setelah dicocokan namanya sudah di pakai orang lain,” ujar mantan Bamuskam Kampung Yammua tersebut.

Dirinya berharap pihak penyelenggara KPU dan Bawaslu Kabupaten Keerom dapat benar-benar bekerja sesuai aturan hukum yang berlaku.

“Tentu ini ada kecurangan dilakukan oleh pihak penyelenggara di tingkat kampung, bisa juga diduga ini di uangkan sebab undangan ada di tangan orang lain. “Kalau memang itu aturan ya peganglah aturan itu dengan baik dan takut Tuhan,” pungkasnya.

Pantauan media JN di lapangan, terdapat puluhan warga di Kampung Yammua merasa kecewa karena tidak bisa menyalurkan hak suaranya pada Pemilu Serentak 2024, diantaranya karena petugas mengatakan tidak ada surat suara tambahan dan KTP yang tidak terdaftar pada DPT. (Red)

Berita Terkait

Sulit Ditemui, Pejabat Satpol PP Cianjur Jadi Sorotan, Kusnandar Ali: Jangan Jadikan Rapat Alasan Menghindar
“Cianjur 2029: Bukan Tentang Siapa Pewarisnya, Tetapi Siapa yang Siap Menjadi Perintis Perubahan – Kusnandar Ali”
1 Juni: Saatnya Pancasila Hidup, Bukan Sekadar Diperingati*
Sasar Duafa, PCNU Cianjur Sembelih 1 Sapi dan 7 Domba di Hari Kedua Iduladha
Pelajar di Cikalongkulon Ditemukan Meninggal, Polisi Lakukan Olah TKP
Menuju Cianjur 2029 Anak Desa Perintis Bukan Pewaris
Bidan di Sukaresmi Diduga Buka Praktik Mandiri Tanpa SIPB, Puskesmas: Urgensi Boleh Ditangani, Persalinan Tidak
SMK DZakiyyun Lepas 108 Siswa Angkatan ke-9, 10 Lolos Magang ke Jepang
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:53 WIB

Sulit Ditemui, Pejabat Satpol PP Cianjur Jadi Sorotan, Kusnandar Ali: Jangan Jadikan Rapat Alasan Menghindar

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:17 WIB

“Cianjur 2029: Bukan Tentang Siapa Pewarisnya, Tetapi Siapa yang Siap Menjadi Perintis Perubahan – Kusnandar Ali”

Senin, 1 Juni 2026 - 11:22 WIB

1 Juni: Saatnya Pancasila Hidup, Bukan Sekadar Diperingati*

Jumat, 29 Mei 2026 - 06:17 WIB

Sasar Duafa, PCNU Cianjur Sembelih 1 Sapi dan 7 Domba di Hari Kedua Iduladha

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:23 WIB

Pelajar di Cikalongkulon Ditemukan Meninggal, Polisi Lakukan Olah TKP

Berita Terbaru