Sinergi Lintas Sektor, Pemkab Cirebon Tegaskan Dukungan bagi Kemandirian Penyandang Disabilitas

Selasa, 10 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Journal news. id. KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon menerima Joint Monitoring Visit atau kunjungan lapangan pemantauan bersama Program INKLUSI yang digelar di Aula Dudika Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon, Selasa (10/2/2026).

Kegiatan ini dihadiri perwakilan Bappenas, Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB) Indonesia, perwakilan perusahaan dan dunia industri, perangkat daerah terkait, serta pengurus Forum Komunikasi Disabilitas Cirebon (FKDC).

Kunjungan ini bertujuan memantau implementasi kebijakan dan praktik ketenagakerjaan inklusif di Kabupaten Cirebon.

Bupati Cirebon, Imron, dalam sambutannya yang disampaikan oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Neneng Hasanah, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kebijakan dan regulasi yang mendukung ketenagakerjaan inklusif.

“Pemerintah Kabupaten Cirebon berkomitmen untuk memperkuat kebijakan dan regulasi daerah yang mendukung ketenagakerjaan inklusif, namun dukungan dari pihak swasta dalam menyediakan lapangan kerja yang inklusif serta penerimaan terbuka dari masyarakat luas adalah kunci utamanya,” ujar Neneng.

Ia berharap, melalui kerja sama lintas sektor, Kabupaten Cirebon dapat bertransformasi menjadi daerah yang ramah, bermartabat, dan memberikan ruang seluas-luasnya bagi kemandirian penyandang disabilitas.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto menjelaskan, komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan Unit Layanan Disabilitas (ULD) Ketenagakerjaan.

Hingga Januari 2026, tercatat sebanyak 871 tenaga kerja penyandang disabilitas telah bekerja di berbagai perusahaan di Kabupaten Cirebon.

“Per Januari 2026, tercatat sebanyak 871 tenaga kerja penyandang disabilitas telah bekerja, dengan komposisi 608 laki-laki dan 244 perempuan,” ungkap Novi.

“Mayoritas berada pada usia produktif 18 hingga 30 tahun, yaitu sebanyak 699 orang,” jelasnya.

Ia menambahkan, sepanjang 2024 hingga 2025, puluhan penyandang disabilitas juga telah mengikuti berbagai pelatihan keterampilan, antara lain pembuatan suvenir dan pemasaran digital, sebagai upaya peningkatan kompetensi dan daya saing di dunia kerja.

Sementara itu, Sekretaris Pertama GEDSI Kedutaan Besar Australia (DFAT), Elena Martin Avilla, menyampaikan bahwa kemitraan Australia dan Indonesia melalui Program INKLUSI bertujuan memastikan kesetaraan hak penyandang disabilitas benar-benar terwujud dalam praktik di lapangan.

“Kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Australia melalui Program INKLUSI bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang memberikan kesempatan setara bagi semua orang,” ujar Elena.

Perwakilan SIGAB Indonesia, M. Joni Yulianto, mengapresiasi kemajuan Kabupaten Cirebon yang dinilai berhasil mengintegrasikan aspirasi kelompok disabilitas melalui mekanisme Musrenbang Tematik dalam proses perencanaan pembangunan daerah.

“Kami sangat mengapresiasi kepada pemerintah kabupaten Cirebon yang telah menyelenggarakan Musrenbang Tematik untuk rekan-rekan penyandang disabilitas,” tutur Joni.

“Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif,” katanya.

Kegiatan Joint Monitoring Visit kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke perusahaan di Kabupaten Cirebon yang telah mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas sebagai bagian dari praktik nyata ketenagakerjaan inklusif.

Sana

Berita Terkait

Wujud Kepedulian Sosial, Sat Lantas Polres Kuningan Gelar “Jumat Berkah” Berbagi Makanan Gratis untuk Masyarakat
Kakek 82 Tahun di Pekalongan Ditemukan Meninggal di Kebun Singkong Usai 2 Hari Hilang
Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan
Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis
Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot
Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan
‎Temuan Limbah Medis Diduga Dibuang Sembarangan di Sidoarjo, APMP Jatim Desak APH Turun Tangan ‎
Efisiensi: Anggaran Sekwan DPRD Lahat Rp81 Miliar Lebih PUBLIK’Transfaransi Cegah Rawan Korupsi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:56

Wujud Kepedulian Sosial, Sat Lantas Polres Kuningan Gelar “Jumat Berkah” Berbagi Makanan Gratis untuk Masyarakat

Senin, 28 September 2026 - 09:33

Kakek 82 Tahun di Pekalongan Ditemukan Meninggal di Kebun Singkong Usai 2 Hari Hilang

Rabu, 9 September 2026 - 09:20

Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan

Minggu, 6 September 2026 - 19:54

Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis

Rabu, 2 September 2026 - 15:48

Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot

Berita Terbaru