JEMBER — Suasana penuh keberkahan menyelimuti Desa Petung pada peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini. Selamatan Desa yang digelar warga tampak istimewa karena memadukan tradisi syukuran warga dengan semangat kebersamaan yang diikrarkan para pemuda 98 tahun silam.rabu (28/10/2026).
Kegiatan diawali dengan khatam Al-Qur’an, dilanjutkan pembacaan sholawat Nabi bersama yang diikuti antusias oleh warga, tokoh agama, hingga para pemuda desa. Rangkaian ini menghadirkan dua nilai sekaligus: nilai spiritual yang menumbuhkan keberkahan, dan nilai persatuan yang menjadi jiwa Sumpah Pemuda.
Mewakili Kepala Desa Petung Mohammad Ridwan, dr. Miftahus Sa’diyah S.Pd, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi sekaligus harapan agar tradisi luhur ini terus terjaga.
”Khatam Al-Qur’an dan sholawat bersama tidak hanya mempererat kerukunan antarwarga, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda. Semoga kegiatan seperti ini bisa rutin diselenggarakan, semakin banyak warga — terutama pemuda — yang terlibat, dan menjadi warisan positif yang terus dijaga oleh masyarakat Desa Petung,” ujarnya.
Kegiatan ini, kata beliau, menyelaraskan semangat persatuan Hari Sumpah Pemuda dengan nilai-nilai keagamaan, agar kebersamaan seluruh lapisan warga desa semakin kuat dan kokoh.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Darus Sholihin Kecamatan Puger, Habib Isa Al Mahdi, yang hadir memberikan sambutan sekaligus mendoakan seluruh warga Desa Petung.
”Semoga Desa Petung senantiasa diberkati, terjaga kerukunan antarwarga, sejahtera, dan generasi mudanya tumbuh dengan semangat persatuan yang kokoh,” pungkasnya.
Selamatan Desa Petung bukan sekadar syukuran tahunan, melainkan bukti bahwa di tengah keberagaman, warga Desa Petung tetap bersatu — dalam ibadah, dalam kebersamaan, dan dalam menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu.(ar/ahd)













Komentar