CIANJUR — Sebanyak 337 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Cianjur resmi diberangkatkan untuk bekerja di Jepang dan Taiwan. Pelepasan ratusan tenaga kerja muda tersebut dihadiri dan dilepas langsung oleh Menteri Koordinator Pembangunan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, di Pendopo Cianjur pada Selasa (4/8/2026) siang.
Langkah ini menjadi angin segar bagi penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Cianjur, sekaligus menandai pergeseran fokus pemberangkatan pekerja migran ke sektor-sektor formal dan industri.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur, Deni Widya Lesmana, menjelaskan bahwa 337 PMI tersebut merupakan lulusan dari 12 lembaga pendidikan dan pelatihan.
“Ada 12 Balai Latihan Kerja (BLK) dan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang mengirimkan total 337 PMI dari Cianjur. Mereka berangkat ke dua negara tujuan, yakni Jepang dan Taiwan,” ujar Deni, Selasa (4/8/2026).
Menko Pembangunan Masyarakat, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), mengapresiasi terobosan ini. Menurutnya, pemberangkatan kali ini mengubah citra dan wajah PMI asal Cianjur di mata internasional.
“Cianjur merubah wajah PMI, memberangkatkan PMI ke industri formal, tidak lagi menjadi pekerja di sektor informal dan domestik,” ungkap Cak Imin.
Jaminan Perlindungan dan Imbauan Menjaga Karakter
Guna memastikan keselamatan dan kesejahteraan para pekerja selama berada di luar negeri, pemerintah menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan serta perlindungan maksimal bagi PMI yang berangkat secara prosedural (legal).
“Kami beri jaminan pada pekerja migran yang berangkat. Pemerintah memfasilitasi semua warga yang bekerja di luar negeri, mulai dari perlindungan hingga pelayanan,” tegasnya.
Selain jaminan perlindungan, Cak Imin juga berpesan agar para pekerja migran senantiasa menjaga nama baik daerah dan bangsa selama bertugas.
“Kami yakin PMI kita yang bekerja ke Jepang atau negara lainnya berperilaku baik, termasuk dari Cianjur. Dan diharapkan tetap menunjukkan karakter tersebut,” tambah Cak Imin.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Cianjur, dr. Muhammad Wahyu, menyambut positif pelepasan ratusan generasi muda ini. Ia menilai peluang kerja luar negeri di sektor formal menjadi salah satu solusi efektif dalam menekan angka pengangguran terbuka di Kabupaten Cianjur.
“Pemkab sudah berusaha membuka lapangan kerja. Tetapi masih terbatas. Sehingga PMI di sektor formal dapat menekan angka pengangguran di Cianjur,” pungkas Bupati. (Andi)














Komentar