DaerahRagam

PROGRAM “CIANJUR MANJUR” KENTAL NUANSA POLITIK

295
×

PROGRAM “CIANJUR MANJUR” KENTAL NUANSA POLITIK

Sebarkan artikel ini

Journal News Cianjur- Semua permasalahan warga akan kita dengar langsung dan langsung kita selesaikan baik masalah infrastruktur, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan semua permasalahan lainnya di masyarakat, insya Allah melalui program Desa Manjur kita akan berupaya menyelesaikan semua permasalahan di tengah masyarakat khususnya di pedesaan”. demikian disampaikan Bupati Cianjur H. Herman Suherman pada setiap kunjungan kerjanya yang di bungkus dengan “Program Cianjur Manjur”

Bupati menambahkan, program Desa manjur adalah bagian dari upaya Pemkab Cianjur untuk lebih mendekatkan pelayanan kepada masayarakat, mensosialisasikan program Pemerintah Kabupaten Cianjur, dan untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung dan diselesaikan langsung pada saat itu juga.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Namun pengamat politik Cianjur Yanyan Mulyana menilai, safari silaturahmi yang dilakukan Bupati Cianjur melalui Program Manjur itu kental dengan nuansa politik. Pasalnya setiap Bupati Herman berkunjung ke setiap Desa, itu selalu dan dianjurkan menggunakan seragam berwarna merah.
Yang mana merah tersebut melambangkan sang penguasa yang saat ini menjabat sebagai orang nomor satu di negara Indonesia.

Kegiatan Bupati Cianjur tersebut, mengandung nuansa politik dan motif kepentingan yang sangat kental. Ucap Yanyan pada Journal News.Com (07/09/22).

Menurut Yanyan, Program Cianjur Manjur dengan mengunjungi ke desa-desa di Kabupaten Cianjur oleh Bupati Herman, adalah simpul-simpul guna membangun kekuatan politik besar, baik di level elite partai politik maupun tokoh yang berpengaruh secara sosial dan agama di akar rumput. Menuju pesta demokrasi pada 2024 mendatang.

Program Cianjur Manjur itu merupakan langkah bagian dari strategi politik Bupati Herman, sebab saat ini sang Bupati sebagai kader dari parpol warna merah itu, maka dari itu Bupati tidak mau program Cianjur Manjur hanya sebatas kunjungan kerja belaka, dimana timnya harus cukup intens menggunakan strategi eksploitasi politik. Dimana strategi tersebut, akan menyebabkan terkonsolidasinya kekuatan politik, ujar Yanyan.

(Epul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *