Pemkab Keerom dan Yayasan Instia Papua Gelar Pelatihan Pemetaan Partisipatif Wilayah Adat di Kabupaten Keerom

Rabu, 3 Juli 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

journal News.id // Pemerintah Kabupaten Keerom bersama Yayasan Instia di Tanah Papua gelar pelatihan pemetaan Partisipatif bagi masyarakat hukum adat di Kabupaten Keerom tahun 2024, Rabu (3/7/24) bertempat di Aula Kantor Bupati Keerom, Arso Kota.

Kegiatan dibuka Bupati Keerom Piter Gusbager, S.Hut, diwakili PLH Sekda Keerom Lukas Sarangga, S.Sos, juga hadir Manager Proyek Yayasan Instia Yosep Watopa, DAk Keerom, LMA Keerom, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan dan perwakilan masyarakat adat Kabupaten Keerom.

Bupati Keerom dalam arahannya yang dibacakan PLH Sekda Lukas Sarangga mengatakan pemetaan partisipatif wilayah adat merupakan alat mendokumentasikan penggunaan dan perencanaan pembangunan daerah oleh pemerintah.

“Peta wilayah adat menggambarkan makna dan kasus tenurial yang komplit dalam batas wilayah adat, aspek yang dapat digambarkan diantaranya penggunaan lahan berdasarkan ruang terkait aktifitas budaya, sosial ekonomi, sebaran sumber alam dan juga monitoring teritorial secara tradisional,” jelasnya.

Dikatakannya, masyarakat adat di papua secara keseluruhan memiliki budaya lisan, kepemilikan ulayat diteruskan lintas generasi debgan ceruta geneologi/adal usul, kewilayahan melalui perjalanan, kemenangan atas perang maupun hadiah pemberian dengan bentuk alam sebagai batas.

“Realita tersebut membutuhkan inisiatif dari masyarakat adat pada khususnya dengan dukungan para pihak untuk dapat mendokumentasikan wilayah dan nilai-nilai yang di kandungnya untuk diakui sebagai alat bukti tertulis/sah,” ujarnya.

Sementara itu, Manager Proyek Yayasan Instia Papua berharap masyarakat adat dan dinas terkait dapat bersinergi dalam pemetaan partisipatif.

“Kami yayasan hanya sebagai fasilitator non teknis, pasca ini semuanya akan kita dorong untuk bisa disahkan menjadi Perda, Saat ini Yayasan Instia Papua memiliki MoU dengan Pemda Keerom, Dewan Adat dan LMA. Usai pelatihan ini, dalam waktu dekat kami akan mulai pemetaan wilayah adat di suku Mannem atau Marap Abrap,” tutupnya. (@mr)

Berita Terkait

Kenalkan Sekolah Unggulan Polri, Kanit Binmas dan Bhabinkamtibmas Polsek Karanganyar Motivasi Siswa SMPN 2 Karanganyar
Kapolresta Cirebon Tekankan Amanah Jabatan, Minta Pejabat Baru Perkuat Pelayanan Masyarakat
SMK Dzakiyyun Kembali Cetak Prestasi: Lepas Alumni Bekerja ke Jepang
‎AMP Pamekasan Turun Tangan Dampingan Aduan Masyarakat Atas Dugaan Penyebotan Badan Jalan Menuju Goa Payudan
‎Diancam Dibunuh & Barang Dijarah, Ibu Dua Anak di Pamekasan Desak Polres Segera Tangkap Pelaku
‎Aksi di 3 Titik Surabaya, LSM RATU: Anggaran BOSP Rp2,37 Triliun Rawan Penyimpangan — Minta Pengusutan Tuntas
Tim Puslitbang Polri Teliti Kesesuaian Biaya Penyidikan di Polres Cirebon Kota
Korps Rapot Pengabdian, Ipda Carsa Naik Pangkat Jadi Perwira

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:58

Kenalkan Sekolah Unggulan Polri, Kanit Binmas dan Bhabinkamtibmas Polsek Karanganyar Motivasi Siswa SMPN 2 Karanganyar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:35

Kapolresta Cirebon Tekankan Amanah Jabatan, Minta Pejabat Baru Perkuat Pelayanan Masyarakat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:21

SMK Dzakiyyun Kembali Cetak Prestasi: Lepas Alumni Bekerja ke Jepang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:26

‎AMP Pamekasan Turun Tangan Dampingan Aduan Masyarakat Atas Dugaan Penyebotan Badan Jalan Menuju Goa Payudan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:18

‎Diancam Dibunuh & Barang Dijarah, Ibu Dua Anak di Pamekasan Desak Polres Segera Tangkap Pelaku

Berita Terbaru