Pemkab Cirebon Tetapkan Tanggap Darurat Longsor Gunung Kuda, Pemprov Jabar Siapkan Santunan

Sabtu, 31 Mei 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Journal news.id.KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon bergerak cepat menetapkan status tanggap darurat bencana atas musibah longsor tambang galian C di Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, yang menelan 14 korban jiwa.

Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, memastikan bahwa surat keputusan penetapan tanggap darurat akan diterbitkan malam ini.

Penetapan status tersebut menjadi dasar penting untuk mempercepat proses evakuasi, penanganan korban, hingga distribusi bantuan.

“Malam ini, surat keputusan terkait darurat bencana akan kita keluarkan,” ujar Jigus sapaan akrabnya saat di lokasi bencana, Jumat (30/5/2025).

Langkah itu menyusul instruksi langsung dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang meminta Pemkab Cirebon untuk segera mengaktifkan status tanggap darurat.

Penetapan berlaku selama tujuh hari, sembari tim gabungan terus melakukan penyisiran di area longsor yang masih rawan pergerakan tanah.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa keputusan cepat dari daerah sangat krusial dalam situasi seperti ini.

“Kita sudah minta Pemkab Cirebon untuk menetapkan status tanggap darurat, dan ini juga sudah dikonsultasikan dengan BNPB,” tutur Herman.

Selain mendukung langkah pemerintah kabupaten, Pemprov Jawa Barat juga menyiapkan santunan bagi keluarga korban dan bantuan logistik bagi para terdampak.

Herman menyebut, bantuan tidak hanya berhenti pada tahap darurat, tapi juga berlanjut pada dukungan pemulihan ekonomi keluarga korban.

“Ada keluarga yang kehilangan tulang punggung. Kita akan bantu melalui pelatihan kerja, agar ada harapan untuk keberlanjutan hidup mereka,” ujarnya.

Pemprov Jabar turut menyalurkan secara simbolis bantuan logistik sebanyak 100 paket kepada keluarga korban.

Herman menekankan, distribusi dilakukan secara langsung ke rumah masing-masing penerima, agar tidak menambah beban mereka.

“Saya minta agar bantuan diantar ke rumah-rumah, jangan sampai keluarga korban harus datang menjemput,” imbuhnya.

Saat ini proses evakuasi dihentikan sementara akibat minimnya pencahayaan dan masih rentannya kontur tanah.

Dijadwalkan, besok pagi proses pencarian delapan orang yang diduga masih tertimbun longsor akan dilakukan oleh tim evakuasi gabungan.

Sana

Berita Terkait

Wujud Kepedulian Sosial, Sat Lantas Polres Kuningan Gelar “Jumat Berkah” Berbagi Makanan Gratis untuk Masyarakat
Kakek 82 Tahun di Pekalongan Ditemukan Meninggal di Kebun Singkong Usai 2 Hari Hilang
Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan
Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis
Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot
Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan
‎Temuan Limbah Medis Diduga Dibuang Sembarangan di Sidoarjo, APMP Jatim Desak APH Turun Tangan ‎
Efisiensi: Anggaran Sekwan DPRD Lahat Rp81 Miliar Lebih PUBLIK’Transfaransi Cegah Rawan Korupsi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:56

Wujud Kepedulian Sosial, Sat Lantas Polres Kuningan Gelar “Jumat Berkah” Berbagi Makanan Gratis untuk Masyarakat

Senin, 28 September 2026 - 09:33

Kakek 82 Tahun di Pekalongan Ditemukan Meninggal di Kebun Singkong Usai 2 Hari Hilang

Rabu, 9 September 2026 - 09:20

Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan

Minggu, 6 September 2026 - 19:54

Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis

Rabu, 2 September 2026 - 15:48

Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot

Berita Terbaru