Pemkab Cirebon Dorong Desa Mandiri Kelola Sampah Lewat FGD Kampung Bersih

Jumat, 10 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Journal news.id.KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema Pengelolaan Sampah Berbasis Partisipasi Masyarakat Desa pada Program Kampung Bersih di Hotel Apita Cirebon, Kamis (9/10/2025).

Kegiatan ini menjadi upaya pemerintah daerah memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah di tingkat desa, sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang berorientasi pada ekonomi sirkular dan ramah lingkungan.

Dalam sambutan Bupati Cirebon Imron yang dibacakan oleh Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Cirebon, Dadang Priyono, disebutkan persoalan sampah merupakan isu kompleks yang terus berkembang seiring meningkatnya jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Menurut dia, sebagai daerah dengan wilayah luas dan ratusan desa, Kabupaten Cirebon menghadapi tantangan besar dalam mengelola sampah, terutama di kawasan pedesaan yang belum memiliki sistem pengelolaan terpadu.

“Pengelolaan sampah berbasis masyarakat desa menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran serta warga dalam menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Program Kampung Bersih hadir sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat desa untuk menumbuhkan kesadaran, serta tanggung jawab kolektif terhadap kebersihan lingkungan.

Melalui FGD tersebut, pemerintah daerah berharap dapat mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam memaksimalkan potensi pengelolaan sampah agar bernilai ekonomi tinggi berbasis komunitas.

“Kami ingin mendorong kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan,” lanjutnya.

Salah satu bentuk nyata partisipasi masyarakat, lanjut Dadang, dapat dilihat melalui kegiatan bank sampah, TPS3R, pengolahan sampah organik menjadi kompos, serta pemanfaatan sampah nonorganik untuk kegiatan ekonomi kreatif atau bahan bakar alternatif RDF (Refuse Derived Fuel).

“Pendekatan berbasis masyarakat terbukti mampu mengubah persoalan sampah menjadi potensi yang bermanfaat,” ungkapnya.

“Namun, diperlukan tahapan sistematis yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan agar program Kampung Bersih dapat berjalan efektif dan berkesinambungan,” ucapnya menambahkan.

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara, Eti Suryati dalam laporannya menyebutkan, kegiatan FGD ini dilaksanakan berdasarkan sejumlah regulasi nasional dan daerah, di antaranya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, serta Peraturan Daerah Kabupaten Cirebon Nomor 5 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Sampah.

Menurut Eti, FGD tersebut dimaksudkan untuk menjadi forum diskusi partisipatif antara pemerintah daerah, pelaku usaha, masyarakat, dan pihak terkait lainnya dalam menggali inovasi pengelolaan sampah yang lebih efektif.

“Tujuan akhirnya adalah menciptakan sinergitas pentaheliks untuk mewujudkan Kabupaten Cirebon yang berbudaya, sejahtera, agamis, maju, dan aman,” katanya.

Kegiatan itu diikuti oleh 80 peserta yang terdiri atas unsur perangkat daerah, desa penerima manfaat, kelompok kerja TPS3R, serta tim lapangan Kampung Bersih.

Sana

Berita Terkait

Wakil Bupati Lantik Empat Kuwu Hasil PAW
Verifikasi Fasos Fasum Lanjutkan Hasil RDP di DPRD Pekan lalu, Turun Lapangan Dari Dinas Perkim dan Dinas DPMPTSP Kabupaten Cianjur.
UPTD INFRASTRUKTUR JALAN DAN JEMBATAN KELAS A WILAYAH V DINAS PEKERJAAN UMUM KABUPATEN BOGOR.
Lansia Tergeletak di Perbatasan Karanganyar-Kajen, Respons Cepat Polisi Antar Korban Pulang ke Keluarga
Panitia Konferensi PWI Jabar Sosialisasikan Tahapan Pelaksanaan.
PROF DR SUTAN NASOMAL : RAKYAT INDONESIA BERTERIMAKASIH KE PRESIDEN RI BERSAMA JAJARANNYA BONGKAR KORUPSI DAN HUKUM MATI
Polres Pekalongan Amankan Fun Run Milad ke-7 UMPP, Ribuan Peserta Berlari Aman dan Lancar
Publik” Minta Kejari Lahat Bongkar tuntas rantai kasus dana BOS dan proyek Smart TV di Dinas Pendidikan Kabupaten Lahat.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 18:08

Wakil Bupati Lantik Empat Kuwu Hasil PAW

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:55

Verifikasi Fasos Fasum Lanjutkan Hasil RDP di DPRD Pekan lalu, Turun Lapangan Dari Dinas Perkim dan Dinas DPMPTSP Kabupaten Cianjur.

Senin, 27 Juli 2026 - 16:39

UPTD INFRASTRUKTUR JALAN DAN JEMBATAN KELAS A WILAYAH V DINAS PEKERJAAN UMUM KABUPATEN BOGOR.

Senin, 27 Juli 2026 - 10:33

Lansia Tergeletak di Perbatasan Karanganyar-Kajen, Respons Cepat Polisi Antar Korban Pulang ke Keluarga

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:53

Panitia Konferensi PWI Jabar Sosialisasikan Tahapan Pelaksanaan.

Berita Terbaru