Ragam

Pemkab Bogor Ajak Masyarakat Bergerak Bersama dan Konsisten Lakukan PSN Demi Tekan Kasus DBD  

69
×

Pemkab Bogor Ajak Masyarakat Bergerak Bersama dan Konsisten Lakukan PSN Demi Tekan Kasus DBD  

Sebarkan artikel ini

CIBINONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, melalui Dinas Kesehatan terus mengajak masyarakat bergerak bersama untuk melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) demi menekan angka kasus demam berdarah dengue (DBD) yang sedang naik.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Bogor Adang Mulyana, saat diwawancarai Tim Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika, Selasa (11/6).

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Untuk diketahui, kasus DBD secara nasional dan di Jawa Barat memang sedang mengalami kenaikan, begitupun di Kabupaten Bogor. Dilihat dari siklus musim, saat ini itu peralihan dari musim basah ke musim kering, di sinilah kasus DBD biasanya naik.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Bogor Adang Mulyana menjelaskan, DBD ditularkan oleh nyamuk, jadi jika nyamuknya dikendalikan otomatis kasusnya bisa terkendali. Salah satu cara mengendalikannya adalah dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

“Paling tidak seminggu sekali dilakukan, dan harus dilakukan terus secara berkelanjutan. Kemudian PSN juga tidak bisa hanya dilakukan rumah ke rumah tapi harus satu wilayah secara menyeluruh secara bersama-sama. Jadi upaya yang efektif adalah mengendalikan nyamuk pada saat menjadi jentik,” jelas Adang.

Adang juga menerangkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor memasifkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di beberapa wilayah melalui peran aktif Puskesmas. Mulai dari melakukan penyuluhan hingga penyemprotan menggunakan alat fogging atau pengasapan. Namun harapannya upaya menekan kasus DBD ini dilakukan bersama-sama oleh seluruh stakeholder dan masyarakat Kabupaten Bogor.

“Masyarakat juga diimbau menerapkan pola 3M di rumahnya masing-masing dengan menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air, mengubur dan mendaur ulang barang bekas tidak terpakai yang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti,” terang Adang.

Adang juga menyebutkan, jika kita konsisten menjalankan PSN, insya Allah kita bisa menurunkan kasusnya. Jadi harus bergerak bersama, bila sudah bergerak bersama dan konsisten, meski cuacanya masih seperti saat ini, kasus DBD akan dapat ditekan turun.

“Kemudian soal fogging, masyarakat juga harus memahami, fogging tidak bisa serta merta dilakukan, harus dilakukan sesuai ketentuan, khawatir jika terlalu sering dilakukan fogging akan timbul resistensi bagi nyamuk Aedes Aegypti yang menularkan penyakit DBD,” tandasnya,”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *