Pemkab Bogor Ajak Masyarakat Bergerak Bersama dan Konsisten Lakukan PSN Demi Tekan Kasus DBD  

Rabu, 12 Juni 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

CIBINONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, melalui Dinas Kesehatan terus mengajak masyarakat bergerak bersama untuk melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) demi menekan angka kasus demam berdarah dengue (DBD) yang sedang naik.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Bogor Adang Mulyana, saat diwawancarai Tim Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika, Selasa (11/6).

Untuk diketahui, kasus DBD secara nasional dan di Jawa Barat memang sedang mengalami kenaikan, begitupun di Kabupaten Bogor. Dilihat dari siklus musim, saat ini itu peralihan dari musim basah ke musim kering, di sinilah kasus DBD biasanya naik.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Bogor Adang Mulyana menjelaskan, DBD ditularkan oleh nyamuk, jadi jika nyamuknya dikendalikan otomatis kasusnya bisa terkendali. Salah satu cara mengendalikannya adalah dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

“Paling tidak seminggu sekali dilakukan, dan harus dilakukan terus secara berkelanjutan. Kemudian PSN juga tidak bisa hanya dilakukan rumah ke rumah tapi harus satu wilayah secara menyeluruh secara bersama-sama. Jadi upaya yang efektif adalah mengendalikan nyamuk pada saat menjadi jentik,” jelas Adang.

Adang juga menerangkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor memasifkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di beberapa wilayah melalui peran aktif Puskesmas. Mulai dari melakukan penyuluhan hingga penyemprotan menggunakan alat fogging atau pengasapan. Namun harapannya upaya menekan kasus DBD ini dilakukan bersama-sama oleh seluruh stakeholder dan masyarakat Kabupaten Bogor.

“Masyarakat juga diimbau menerapkan pola 3M di rumahnya masing-masing dengan menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air, mengubur dan mendaur ulang barang bekas tidak terpakai yang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti,” terang Adang.

Adang juga menyebutkan, jika kita konsisten menjalankan PSN, insya Allah kita bisa menurunkan kasusnya. Jadi harus bergerak bersama, bila sudah bergerak bersama dan konsisten, meski cuacanya masih seperti saat ini, kasus DBD akan dapat ditekan turun.

“Kemudian soal fogging, masyarakat juga harus memahami, fogging tidak bisa serta merta dilakukan, harus dilakukan sesuai ketentuan, khawatir jika terlalu sering dilakukan fogging akan timbul resistensi bagi nyamuk Aedes Aegypti yang menularkan penyakit DBD,” tandasnya,”

Berita Terkait

Lokakarya Gekbrong Soroti Aksi Nyata Mahasiswa KKN Unsurya
Tantan Sulton Terpilih Sebagai Ketua PWI Jawa Barat.
Diduga Harga Rak Berbeda dengan Kasir di Alfamidi Cipanas, Konsumen Minta Disdag Cianjur Turun Tangan
Bupati Cianjur Resmikan Kantor Baru Dinkes, Minta Kepala Puskesmas Tingkatkan Pelayanan Kesehatan
KEPALA DESA GANTI DILAPORKAN KE POLISI TERKAIT PENGRUSAKAN DAN PEMBAKARAN PAGAR PEKARANGAN WARGA
KS LAW FIRM Resmi Buka Layanan Bantuan Hukum untuk Warga Cianjur
PWI Pusat Tetapkan Reaktivasi Keanggotaan hingga Akhir 2026.
KS LAW FIRM & PARTNER Buka Layanan Bantuan Hukum Pidana dan Perdata, Konsultasi Gratis via WhatsApp

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:15

Lokakarya Gekbrong Soroti Aksi Nyata Mahasiswa KKN Unsurya

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:41

Tantan Sulton Terpilih Sebagai Ketua PWI Jawa Barat.

Sabtu, 25 Juli 2026 - 02:39

Diduga Harga Rak Berbeda dengan Kasir di Alfamidi Cipanas, Konsumen Minta Disdag Cianjur Turun Tangan

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:43

Bupati Cianjur Resmikan Kantor Baru Dinkes, Minta Kepala Puskesmas Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:59

KEPALA DESA GANTI DILAPORKAN KE POLISI TERKAIT PENGRUSAKAN DAN PEMBAKARAN PAGAR PEKARANGAN WARGA

Berita Terbaru