Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM)

Rabu, 19 Maret 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Journal news.id.KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Desa Dawuan, Kecamatan Tengahtani, Selasa (18/3/2025).

Kegiatan yang digagas Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Cirebon itu bertujuan untuk mengendalikan inflasi dan memudahkan warga untuk mendapatkan bahan pokok penting (bapokting).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon Hilmy Riva’i mengatakan, GPM telah digelar sebanyak dua kali hingga triwulan pertama 2025.

Hilmy menjamin harga bapokting di GPM sangat terjangkau bagi masyarakat. Bahkan, jauh dari harga pasar yang saat ini mengalami kenaikan di beberapa komoditas.

“Kalau saya menyebutnya menembus harga pasar, karena tidak ada rumus dalam pasar lokal ataupun pasar nasional di Ramadan ini harga (komoditas) yang turun. Pasti harga seluruhnya naik,” tukas Hilmy.

“Tapi, atas inisiasi teman-teman DKPP dan seluruh jajaran dikolaborasikan dengan vendor hingga bumdes, kita mampu melaksanakan gerakan pangan murah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Hilmy menjelaskan tentang tiga tujuan utama digelarnya GPM. Ia menjelaskan, GPM merupakan kegiatan yang dijadikan sebagai alat pengendali inflasi di Kabupaten Cirebon.

Kendati saat ini inflasi di Kabupaten Cirebon terbilang rendah dibandingkan dengan daerah lainnya. Namun, lanjut Hilmy, Pemkab Cirebon perlu menjaga stabilitas inflasi tersebut.

“Kedua, memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan bapokting. Di pasaran ada produk bapokting, tapi ada juga yang sulit didapatkan. Ini salah satu upaya memberikan kemudahan bapokting,” kata Hilmy.

“Kemudian, harga bapokting. Harganya jauh sekali (lebih murah). Misalnya, bawang merah di pasaran Rp46 ribu (per kilogram), di kita (GPM) Rp30 ribu (per kilogram). Selisihnya lumayan banyak,” jelas Hilmy.

“Beras selisihnya Rp1.200 (per kilogram), satu kantong lima kiloan, jadi hampir Rp5 ribuan,” ucap Hilmy menambahkan.

Ia juga memastikan, untuk MinyaKita dijual sesuai takaran dan Harga Eceran Tertinggi (HET). Pihaknya mengaku telah mengukur takaran MinyaKita. Sehingga, masyarakat tak perlu khawatir untuk membeli MinyaKita di GPM.

Senada disampaikan Kepala DKPP Kabupaten Cirebon Erus Rusmana. Pemkab Cirebon berencana menggelar kembali GPM di Desa Sigong, Kecamatan Lemahabang pada kamis (20/3/2025).

“GPM ini bertujuan dalam rangka membantu masyarakat menghadirkan bapokting yang dibutuhkan dengan harga terjangkau dibanding harga pasar,” ucap Erus.

“Kemudian, dalam rangka pengendalian angka inflasi daerah. Karena Kabupaten Cirebon dan wilayah lainnya berkaitan dengan angka inflasi ini relatif stabil, malah rendah. Secara teori terlalu rendah kurang baik, tentu perlu ada upaya dari pemda soal pengendalian harga. Dan, memastikan daya beli masyarakat kuat,” tutur Erus

Sana

Berita Terkait

Kakek 82 Tahun di Pekalongan Ditemukan Meninggal di Kebun Singkong Usai 2 Hari Hilang
Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan
Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis
Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot
Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan
‎Temuan Limbah Medis Diduga Dibuang Sembarangan di Sidoarjo, APMP Jatim Desak APH Turun Tangan ‎
Efisiensi: Anggaran Sekwan DPRD Lahat Rp81 Miliar Lebih PUBLIK’Transfaransi Cegah Rawan Korupsi
Petasan Meledak di Halaman Rumah, Warga Karangdadap Pekalongan Dilarikan ke Rumah Sakit

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 09:33

Kakek 82 Tahun di Pekalongan Ditemukan Meninggal di Kebun Singkong Usai 2 Hari Hilang

Rabu, 9 September 2026 - 09:20

Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan

Minggu, 6 September 2026 - 19:54

Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis

Rabu, 2 September 2026 - 15:48

Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot

Selasa, 1 September 2026 - 19:15

Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan

Berita Terbaru