Berita

Pemdes Keraton Komitmen Bangun Keguyuban dan Kekompakan Antar Masyarakat Melalui Momen Spesial Adat Sedekah Bumi

30
×

Pemdes Keraton Komitmen Bangun Keguyuban dan Kekompakan Antar Masyarakat Melalui Momen Spesial Adat Sedekah Bumi

Sebarkan artikel ini

 

 

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Journal news. id. Pemdes Keraton bersama masyarakat melaksanakan adat ngunjung/sedekah bumi yang ditahun ini mengangkat tema” Urip Iku Urup” kalimat tersebut mengandung arti sangat luas dan dalam yaitu bahwa hidup itu harus bisa bermanfaat bagi orang lain, ini suatu pesan bagi manusia pada umumnya dan masyarakat Desa Keraton khususnya.

Melalui momen kegiatan ngunjung/sedekah bumi masyarakat Desa Keraton bersatu padu membangun kekompakan dan kerukunan, keguyuban dan gotong-royong antar warga masyarakat. Adat ngunjung/sedekah bumi bisa juga sebagai ajang alat persatuan dan kesatuan bangsa yang pada intinya maksud dan tujuan acara adat ngunjung/sedekah bumi adalah untuk menghormati dan menghargai nilai-nilai perjuangan para leluhur dan nenek moyang kita yang telah menanamkan budaya yang baik pada kita semua, sehingga warisan budaya yang baik ini, hendaknya harus kita jaga dan lestarikan.

Kuwu (kepala desa) Keraton Muali mengatakan bahwa kegiatan ngunjung/sedekah bumi merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan tiap tahun oleh masyarakat Desa Keraton dan ditahun ini yang ke-43 tahun secara terus menerus, minggu 30/11/2025.

Kuwu Muali juga menyampaikan bahwa ditahun sekarang pelaksanaan adat ngunjung/sedekah bumi tersebut mengusung tema” Urip Iku Urup” yang artinya bahwa hidup itu harus bisa bermanfaat bagi manusia lainya, begitu juga kita di pemerintahan harus bisa bermanfaat bagi masyarakatnya,melayani dengan baik dan juga harus bisa memberikan kehidupan yang layak bagi masyarakatnya.

” Muda-mudahan para petani dengan adanya adat ngunjung/sedekah bumi lebih baik lagi di musim tanam 2025-2026 dan mendapatkan hasil yang berlimpah, pedagang juga mendapatkan rezeki berlimpa begitu juga profesi-profesi yang lainya, ” Kata Kuwu Muali tersebut.

Kuwu Muali juga menjelaskan di momen ngunjung/sedekah bumi, kita sedang membangun hubungan emosional antara pemerintah dengan masyarakatnya dan membangun ukhuwah islamiyah dengan ulama, dan pada intinya ditahun ini masyarakat Desa Keraton lebih gema ripah lo jinawi, subur makmur.

” Pada dasarnya dari tahun yang lalu dengan tahun sekarang tidak ada bedanya, hanya saja masyarakat ingin berpartisipasi untuk melibatkan diri dalam kegiatan adat ngunjung/sedekah bumi, ” Terangnya.

Kuwu Muali menambahkan bahwa pada intinya hidup dimasyarakat desa harus lebih kuat lagi menjungjung nilai-nilai leluhur dan lebih mengingat perjuangan-perjuangan para suhada.

” Ada beberapa rangkaian dalam kegiatan ngunjung/sedekah bumi yang dimulai dari hari Jum’at sampai hari minggu, yang diantaranya kegiatan ziarah dan do’a bersama ke makam leluhur kita yang meninggal di Desa Pegagan Lor, malam sabtu kegiatan tausyiah keagamaan serta di kegiatan puncak hari minggu masyarakat bersama semua lembaga desa berbondong-bondong mengiring nasi panjang dari rumah Kuwu ke Maqbaroh Nyi Mas Arum Sari dan dilanjut dengan pagelaran wayang kulit, ” Terangnya.

Kami pemerintahan desa komitmen ingin mempersatukan berbagai kultur, karena kultur masyarakat Desa Keraton adalah agamis karena disini banyak sekali ulama dan kyai, oleh karena itu momen adat ngunjung/sedekah adalah momen yang sangat spesial untuk menyatukan antar masyarakat.

Kami menghimbau pada masyarakat lebih untuk mengingat perjuangan-perjuangan para leluhur dan para suhada, karena tanpa perjuangan para leluhur dan para suhada tidak mungkin hidup layak karena hidup dari kegelapan sampai terang benderang sampai sekarang, kita harus paham apa itu makan kebudayaan.

Sana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *