Politik

Pakar : Pemerintah Masih Kurang Concern akan Pendidikan, Khususnya yang Belajar di Luar Negeri

12613
×

Pakar : Pemerintah Masih Kurang Concern akan Pendidikan, Khususnya yang Belajar di Luar Negeri

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Salah satu indikator menuju negara maju pemerintah maka sumber daya manusia perlu diperhatikan secara khusus.

Menurut Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie cara membuat negara maju maka educational system and educational paradigm and eductional mind set harus dioptimalkan.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Negara akan stagnan jika pemerintah tak fokus meningkatkan human resources (sumber saya manusia).

Lebih lanjut kata Jerry Indonesia sejak merdeka banyak melahirkan ahli-ahli baik di bidang applied science dan pure science.

Untuk itu, kata peraih doktor dari American Global Universiy (AGU) Amerika Serikat (AS) ini mendotong agar pemnerinrah terus membantu para mahasiswa yang mengecap pendidikan di luar negeri apalagi total anggaran pendidikan untuk APBN 2024 berjumlah Rp660,8 triliun.

“Saya pikir target Indonesia emas tak akan pernah terwujud lantaran SDM salah satu faktor pendukung. Untuk international student kita masih kalah dengan Jepang, Cina, Korea Selatan, India, Singapura, Filipina dan negara lainnya di kawasan Asia Tenggara,” kata Jerry.

Sementara itu ujar Jerry, mayoritas pelajar internasional yang belajar di Amerika Serikat berasal dari Tiongkok dan India, masing-masing berjumlah 290,086 pelajar dan 199,182 pelajar pada tahun ajaran 2021/22.2 Jun 2023

Dengan Vietnam saja tegasnya, kita kalah jauh. Tercatat mereka mengirim 20.713 pada tahun 2021-2022. Padahal Amerika masih bertarung dengan Covid-19.

Di tahun 2023 ini jelasnya, jumlah mahasiswa internasional asal Indonesia di Amerika hanya 7500 dibandingkan dengan RRC yang berjumlah 120 ribu student. Setidaknya mahasiswa Indonesia di kiri ke Amerika setiap tahun minimal 30-40 ribu orang. Nanti setelah selesai menyelesaikan studi mereka di luar negeri, maka pemerintah bisa merekrut tenaga mereka dan dipekerjakan di instansi pemerintah ataupun swasta.

Ada sejumlah contoh mahasiwa cerdas yang kini menuntut ilmu di luar negeri khususnya di Amerika Serikat, tapi tak ada sentuhan atau bantuan pemerintah.

“Ini menjadi catatan agar pemerintah kita peduli akan pendidikan biar kita jadi negara maju,” kata dia.

Untuk presiden mendatang siapapun dia harus memperhatikan khususnya nasib pelajar di luar negeri seperti di era mendiang presiden Soeharto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *