Melawan Alam di Perbatasan Cirebon – Kuningan: Upaya Darurat Tangani Longsor Desa Belawa

Jumat, 25 April 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Journal news.id.Kabupaten Cirebon-Aroma tanah basah masih terasa menyengat di udara Desa Belawa, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon. Di tengah sunyinya pagi, suara dentuman alat berat dan deru truk pengangkut bronjong memecah kesenyapan.

Di sinilah, sepanjang 25 meter jalur alternatif yang menghubungkan Kabupaten Cirebon dan Kuningan mengalami longsor yang memakan sebagian badan jalan terjadi beberapa hari lalu.

Longsor itu bukan hanya menggerus badan jalan, tapi juga memotong alur vital masyarakat yang menggantungkan mobilitasnya pada jalur ini.

Bencana itu datang tak lama setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Senin dini hari, 21 April 2025. Kepala Desa Belawa, seperti yang diungkapkan oleh Deni Kusuma.

“Daerah ini memang rawan longsor, karena kontur tanahnya yang labil. Kejadian terjadi pagi hari dan langsung kami laporkan,” ujarnya.

Menurutnya, longsor menggerus badan jalan dengan kedalaman sekitar 3 meter dan panjang retakan mencapai 25 meter.

Saat ini, jalan tersebut masih bisa dilalui, namun hanya untuk kendaraan roda dua. Kendaraan roda empat dilarang melintas, karena kondisi jalan yang sangat berisiko.

“Jalan masih dilintasi oleh masyarakat, tapi hanya motor saja, tidak untuk kendaraan berat,” ucapnya.

Pihak desa telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut. “Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD dan dinas terkait. Untuk langkah awal, kami melakukan pemasangan kerucut lalu lintas guna memperingatkan pengguna jalan dan mencegah kecelakaan,” tambahnya.

Retakan sepanjang 25 meter dengan kedalaman hingga 3 meter telah membuat jalur tersebut nyaris tak bisa dilalui. Kini, hanya sepeda motor dan mobil kendaraan pribadi yang diizinkan melintas.

Di tengah ancaman bahaya, harapan hadir dalam bentuk upaya cepat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Cirebon. Dipimpin langsung oleh Kepala DPUTR, Iwan Rizky, penanganan darurat mulai digulirkan.

“Fokus kami saat ini adalah mencegah kerusakan lebih parah. Kami pasang bronjong sebagai penguat tebing sementara,” ujar Iwan saat ditemui di lokasi, Kamis (24/4/2025).

Ia menjelaskan, bahwa DPUTR telah menggandeng Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk mempercepat proses pengadaan dan pemasangan bronjong. “Kami targetkan dalam empat sampai lima hari, penanganan darurat sudah selesai,” tambahnya.

“Kami minta masyarakat bersabar. Yang penting sekarang jalan tetap aman untuk dilalui,” katanya.

Bagi warga Desa Belawa dan pengguna jalur ini, Warsiman (49) mengungkapkan rasa terima kasih atas respon cepat pemerintah daerah yang sigap memperbaiki kondisi jalan meskipun bersifat sementara.

“Kalau enggak diberesin bisa-bisa longsorannya meluas, ya makasih udah perhatian,” jelasnya.

Bencana memang tak bisa diprediksi, tapi respon cepat dan kerja sama antara masyarakat dan pemerintah menjadi kunci utama.

( Sana)

Berita Terkait

Wujud Kepedulian Sosial, Sat Lantas Polres Kuningan Gelar “Jumat Berkah” Berbagi Makanan Gratis untuk Masyarakat
Kakek 82 Tahun di Pekalongan Ditemukan Meninggal di Kebun Singkong Usai 2 Hari Hilang
Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan
Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis
Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot
Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan
‎Temuan Limbah Medis Diduga Dibuang Sembarangan di Sidoarjo, APMP Jatim Desak APH Turun Tangan ‎
Efisiensi: Anggaran Sekwan DPRD Lahat Rp81 Miliar Lebih PUBLIK’Transfaransi Cegah Rawan Korupsi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:56

Wujud Kepedulian Sosial, Sat Lantas Polres Kuningan Gelar “Jumat Berkah” Berbagi Makanan Gratis untuk Masyarakat

Senin, 28 September 2026 - 09:33

Kakek 82 Tahun di Pekalongan Ditemukan Meninggal di Kebun Singkong Usai 2 Hari Hilang

Rabu, 9 September 2026 - 09:20

Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan

Minggu, 6 September 2026 - 19:54

Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis

Rabu, 2 September 2026 - 15:48

Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot

Berita Terbaru