Hukum Kriminal

Kriminalisasi Terhadap Wartawan Kembali Terjadi di Kabupaten Sumenep,Korban di Sekap Dan di Todong Pistol

54
×

Kriminalisasi Terhadap Wartawan Kembali Terjadi di Kabupaten Sumenep,Korban di Sekap Dan di Todong Pistol

Sebarkan artikel ini

Sumenep,- Empat orang terduga pelaku penganiayaan/penyekap terhadap jurnalis Sumenep di pelabuhan Kalianget mulai terungkap,Selasa (01/08/2023).

Jurnalis Sumenep yang di sekap berinisal ER menaruh curiga dan mengikutin pengangkutan BBM yang dikatakan oleh satpam pelabuhan kalianget, katanya milik TNI AL.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Dari keterangan ER, dirinya dianiaya/disekap di pos satpam pelabuhan kalianget, berlanjut hingga ke ruangan dekat dermaga yang biasa digunakan Patroli Keamanan Laut (Patkamla)

Beberapa jurnalis dari media lain, sepakat memutuskan untuk mendatangin pelabuhan Kalianget pada senin 31/07/2023 sekitar pukul 11.30Wib siang, guna konfirmasi ke komandan Patkamla dengan inisial IW.

Namun, setelah komunikasi kedalam, satpam yang bertugas mengatakan bahwa IW sedang keluar kota ” Pak IW gak ada ditempat lagi ke surabaya,” katanya. Senin 31/07/2023.

Penganiayaan jurnalis, awak media meminta agar dapat bertemu dengan anak buah IW beralasan macam-macam untuk tidak ditemui.

Setelah sedikit berdebat dengan pihak keamanan pelabuhan kalianget, beberapa teman media akhirnya bisa masuk bertemu dengan lima orang yang tengah duduk di bedeng pinggir dermaga.

Kendati begitu, rekan media sempat di buat terkejut dengan sikap yang ditunjukkan oleh salah satu orang sangar yang langsung menyuruh berbaris dan menyimpan hand phone/hp jurnalis yang tentu saja di tolak. Tetapi tiba-tiba pria sangar langsung loncat dari tempat duduknya hendak mau merampas hp nya salah satu rekan media.

Mendapat reaksi seperti itu suasana agak memanas, akhirnya suasana bisa meredah. salah satu pria sangar lainnya berkata bahwa tidak akan memberikan keterangan dan menunggu komandannya saja, yakni IW.

Usai meninggalkan pelabuhan Kalianget, rekan media sempat mampir ke kediaman ER salah satu jurnalis yang di aniaya, disekap dan ditodong pistol oleh pria sangar tersebut.

Ketika di tunjukkan dokumentasi pada saat rekan media melakukan konfirmasi ke pelabuhan Kalianget, ER dengan tegas menyatakan bahwa dua diantaranya adalah merupakan pelaku penganiayaan terhadap dirinya.

Yaitu, pria sangar yang sempat berlaku arogan dan rekannya yang berambut ikal di pastikan oleh ER ialah dari empat orang terduga pelaku penganiayaan terhadap dirinya. ” Yang kurus ini yang paling ganas dan arogan,” Terangnya.

Sementara, IW yang diketahui adalah komandan Patkamla saat dihubungi mengaku dalam perjalanan pulang menuju Sumenep. ” Ketemu besok aja,” Jawab singkat.

Informasi terkini yang di terima dari ER, ia telah menunjuk Kuasa Hukumnya yaitu, Sulaisi Abdurrazaq guna mendampinginya peristiwa biadab tersebut.(ahd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *