Berita

Ketua Baru Jemalih Resmi DiKukuhkan

47
×

Ketua Baru Jemalih Resmi DiKukuhkan

Sebarkan artikel ini

 

Journal news.id.Kabupaten Cirebon, Sejumlah organisasi yang konsen terhadap dunia kepemiluan mulai muncul di Kabupaten Cirebon. Salah satunya adalah Jejaring Masyarakat Pemilih (Jemalih)

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Awalnya, Jemalih terbentuk sebagai komunitas pada tanggal 18 Nopember 2022, didirikan oleh Masyhuri Abdul Wahid yang sekarang menjabat sebagai anggota KPU Kabupaten Cirebon bersama sejumlah mantan penyelenggara Pemilu lainnya.

Pada Rabu 26 Februari 2025 kemarin, Jemalih berhasil mengukuhkan kepengurusan baru. Bertempat di Rumah Makan Nasi Liwet Sinapeul, Majalengka, sekitar 45 anggota Jemalih memilih H. Didi Akhmadi sebagai ketua Jemalih secara musyawarah mufakat.

Selaian Didi, sejumlah figur juga didapuk sebagai pengurus. Antara lain Heru Santoso sebagai wakil ketua, Mohamad Balya (sekretaris) , Nur Aida Fajriyanti (wakil sekretaris) , Abdul Hadi (bendahara) dan Mustofa (wakil bendahara). Adapun Dewan Pembina, dipercayakan kepada Marzuki Rais yang merupakan Anggota KPU Kabupaten Cirebon periode 2014-2019.

Didi menyampaikan berterima kasih atas kepercayaan dari para anggota yang memilihnya sebagai Ketua Jemalih.

“Tentu ini merupakan tantangan tersendiri bagi para pengurus baru karena belum ada acuan keorganisasian sebelumnya

Masih kata Didi, Sambil berjalan, kami mencari format yang pas sebagai organisasi yang konsern terhadap masalah demokrasi dan kepemiluan, khususnya dalam pendidikan pemilih

Didi juga mengatakan bahwa
Agenda terdekat Jemalih adalah merumuskan struktur lengkap sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan.

“Setelah pembentukan struktur, kami akan menyusun program kerja,” tegasnya

Berdasarkan aspirasi dari para anggota yang tersebar di 40 kecamatan, Jemalih akan lebih memfokuskan pada peningkatan partisipasi masyarakat pada Pemilu maupun Pilkada. “Seperti yang sudah kita ketahui, angka partisipasi masyarakat di Kabupaten Cirebon pada Pilkada 2024 menurun, hanya 59,5%. Ini menjadi PR kita bersama, tidak hanya tanggungjawab penyelenggara,” pungkas Didi.

Sana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *