Kasus DBD semakin merebak, Pemerintah Desa Pegagan kidul Respon Cepat dengan melaksanakan Fogging

- Penulis

Senin, 26 Mei 2025 - 11:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Journal news //
Cirebon, – Tampung Aspirasi masyarakat terkait adanya kasus Demam Berdarah Dengue ( DBD) yang kini kembali merebak di wilayah kecamatan kapetakan, kabupaten Cirebon khususnya di Desa Pegagan Kidul.

Dilaporkan Terdapat beberapa warga mengalami gejala demam tinggi dan akhirnya Meninggal dunia, sehingga sebagian warga masyarakat khawatir akan penyakit tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi adanya keluhan masyarakat terkait merebaknya DBD, Pemerintah Desa ( Pemdes) Pegagan Kidul, Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon bersama Dinas Kesehatan dan Puskesmas Kedaton bergerak cepat untuk mencegah penyebaran lebih lanjut dengan melaksanakan kegiatan Fogging serantak dengan menyisir perkampungan warga.

Fogging tersebut dilaksanakan bergilir di tiap RW desa setempat terutamanya lokasi yang diidentifikasi sebagai sarang nyamuk, termasuk dilingkungan rumah rumah penduduk.

Kepala Desa Pegagan Kidul saat dikonfirmasi menjelaskan” Bahwa tindakan fogging ini kita ambil dan laksanakan di berbagai titik pelosok desa dengan menyasar rumah rumah warga sebagai langkah antisipasi penyebaran DBD lebih meluas.

“Kami telah menerima informasi dan aduan dari masyarakat kami sendiri terkait merebaknya kasus DBD. untuk itu, kami langsung berkoordinasi dengan dinas terkait dan melakukan fogging bergilir di tiap dusun guna memutus mata rantai penyebaran penyakit tersebut,” Ungkap H. Suryana kepada Wartawan, Senin (26/05/2025)

Lebih lanjutnya H. Suryana menyamampaikan” Selain melakukan fogging Pemerintah Desa juga turut mengimbau masyarakat untuk secara aktif turut serta menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya. Masyarakat kami himbau untuk melakukan tiga M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat air, memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air, serta membersihkan lingkungan sekitarnya masing-masing.
Kesadaran masyarakat harus kita ingatkan, mari bersama-sama kita aktif dalam pencegahan penyakit ini, dengan menjaga kebersihan lingkungan, terutama mengolah sampah pada tempatnya dan menghilangkan genangan air,” Pungkasnya

Cc. Biro Cirebon

Berita Terkait

Warga Kp. Saparantu Keluhkan Air Sumur Berbau dan Berbusa, Minta Pihak SPPG Kademangan 1 Lakukan Pengerukan
Ruang Publik Depan Istana Cipanas Harus Dibuka Kembali, Tuntutan Dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Cianjur
Prof Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Total Hak Hidup Dan Mati “Sedang Di Jadikan Judi Elit Global”
Kemenag Cianjur Ajak Guru PAI “Break The Pattern” Demi Pendidikan Berkualitas
Praperadilan Jadi Senjata Nelayan Kecil: Uji Kepatuhan Prosedural di Tengah Implementasi KUHAP Baru
Respons Cepat Aduan Call Center 110, Polres Pekalongan Tertibkan Kafe yang Putar Musik Hingga Larut Malam
Pria Asal Waled Meninggal Dunia Diduga Tertemper KA Harina, Polisi Ingatkan Bahaya Melintas di Perlintasan Tanpa Palang Pintu
SPPG Bobojong 04 Maksimalkan IPAL: Komitmen Jaga Lingkungan
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:00 WIB

Warga Kp. Saparantu Keluhkan Air Sumur Berbau dan Berbusa, Minta Pihak SPPG Kademangan 1 Lakukan Pengerukan

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:48 WIB

Ruang Publik Depan Istana Cipanas Harus Dibuka Kembali, Tuntutan Dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Cianjur

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:19 WIB

Prof Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Total Hak Hidup Dan Mati “Sedang Di Jadikan Judi Elit Global”

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:46 WIB

Kemenag Cianjur Ajak Guru PAI “Break The Pattern” Demi Pendidikan Berkualitas

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:55 WIB

Praperadilan Jadi Senjata Nelayan Kecil: Uji Kepatuhan Prosedural di Tengah Implementasi KUHAP Baru

Berita Terbaru