Berita

Jelang Pilkades 2027, Kades Jeruklegi Kulon Genjot Normalisasi Sungai Ciurang: Murni Kerja atau Strategi Politik?

97
×

Jelang Pilkades 2027, Kades Jeruklegi Kulon Genjot Normalisasi Sungai Ciurang: Murni Kerja atau Strategi Politik?

Sebarkan artikel ini

 

​CILACAP //Journal News – Meski gelaran Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak baru akan dilaksanakan pada tahun 2027, suhu politik di Desa Jeruklegi Kulon, Kecamatan Jeruklegi, mulai terasa hangat. Pembangunan infrastruktur kini menjadi sorotan utama warga dan media.
​Salah satu yang menarik perhatian adalah proyek Normalisasi Sungai Ciurang di Dusun Lengkong , yang berbatasan langsung dengan Desa Brebeg. Proyek ini disebut-sebut sebagai langkah strategis

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Pemerintah Desa untuk mengatasi masalah banjir tahunan yang kerap menghantui warga saat musim hujan tiba.
​Bukan Sekadar Proyek, Tapi Kebutuhan Mendesak
​Kepala Desa Jeruklegi Kulon, Ritam Sugiarto, menegaskan bahwa normalisasi sungai ini adalah prioritas utama demi kepentingan masyarakat luas. Selama ini, luapan air dari hulu seringkali tidak tertampung hingga merendam pemukiman warga.


​”Ini kebutuhan mendesak. Melalui normalisasi ini, kami berharap dampak banjir di wilayah Jeruklegi Kulon bisa teratasi sepenuhnya,” ujar Ritam saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (27/4/2026).

*​Menepis Isu “Curi Start” Pilkades*

​Mengingat statusnya sebagai petahana yang dipastikan akan kembali berlaga di Pilkades 2027, muncul spekulasi di tengah masyarakat: Apakah pembangunan besar-besaran ini merupakan strategi mencuri start kampanye?
​Menanggapi hal tersebut, Ritam yang dikenal berpengalaman sejak menjabat melalui jalur PAW (Pergantian Antar Waktu) periode 2021-2027, menjawab dengan santai namun tegas.

​”Soal sudut pandang orang yang menilai itu ‘curi start’, ya monggo-monggo saja. Itu hak masyarakat berpendapat. Namun pada dasarnya, kami bekerja sesuai Tupoksi dan regulasi yang ada,” ungkapnya.

*​Pemerataan Pembangunan Jadi Senjata Utama*

​Selain normalisasi sungai, Ritam membeberkan bahwa agenda pembangunan di Desa Jeruklegi Kulon tidak akan berhenti di situ. Beberapa proyek strategis yang bersumber dari APBD Provinsi maupun Kabupaten sudah masuk dalam daftar tunggu.

​Strategi pemerataan pembangunan ini diyakini menjadi modal kuat bagi sang petahana untuk kembali meraih simpati dan kepercayaan warga pada kontestasi politik mendatang. Bagi Ritam, bukti nyata di lapangan jauh lebih efektif daripada sekadar janji-janji manis di atas panggung kampanye.
​(SW/Journal News)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *