Jaga Kestabilan Harga, Pemkab Cirebon Gelar Gerakan Pangan Murah di Desa Cipinang

- Penulis

Jumat, 25 Oktober 2024 - 10:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Journal news.id.KABUPATEN CIREBON — Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya meninjau kegiatan gerakan pangan murah (GPM) yang digelar di Desa Cipinang, Kecamatan Beber, Kamis (24/10/2024).

Gerakan pangan murah yang digagas Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Cirebon dengan menggandeng lembaga lainnya itu merupakan upaya pengendalian inflasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

GPM yang digelar di Desa Cipanang ini melibatkan berbagai lembaga, seperti Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Bank bjb, Bulog, dan lainnya.

Kegiatan ini menyediakan komoditas kebutuhan pokok penting untuk masyarakat Desa Cipinang dan sekitarnya, dari mulai beras, daging, telur, minyak goreng hingga sayuran.

“Mudah-mudahan bisa membantu masyarakat, supaya harganya lebih terjangkau. Kita juga libatkan berbagai pengusaha, termasuk petani yang secara langsung bisa menyuplai ke sini. Cabainya bisa dititipkan di sini,” ujar Wahyu.

Sementara itu, Kepala DKPP Kabupaten Cirebon, Drs Erus Rusmana MSi mengatakan, gerakan pangan murah sudah digelar sebanyak 17 kali sepanjang tahun 2024.

Ia menyebut, GPM digelar di wilayah yang masuk kategori rentan pangan. Kendati demikian, Erus mengaku, sejatinya seluruh desa di Kabupaten Cirebon secara ekonomi terbilang stabil.

“Desa-desa ini dalam hal ekonominya cukup baik. Namun, pemerintah daerah berkolaborasi dengan perbankan, seperti BI, bjb dan Bulog. Kemudian, hadir 10 vendor penyedia bahan pokok penting, dari beras, daging, telur, kemudian minyak goreng, termasuk sayuran dengan harga lebih murah dibanding harga pasar,” jelas Erus.

Senada disampaikan Agung Budilaksono selaku Deputi Kepala KPw BI Cirebon. Pihaknya mendukung sinergitas antara Pemkab Cirebon dengan perbankan hingga Bulog. Menurutnya, sinergitas merupakan kunci dalam pengendalian inflasi.

“Bisa menjaga kestabilan harga dan terjangkau bagi masyarakat. Dan, bisa ada insentif bagi petani. Terlalu rendah (harganya) bahaya, kita berikan harga optimal bagi petani, sehingga menguntungkan bagi masyarakat,” ucap Agung.

Sana

Berita Terkait

Peta Politik Pilkades Jeruklegi Wetan Memanas, Andri Leonard Rotty Buka Peluang Maju
Kekuatan Berita: Respons Cepat PMI Cilacap Bantu Warga Tritih Lor yang Membutuhkan
Satlantas Polres Pekalongan Tingkatkan Kompetensi Personel Melalui Pelatihan Penanganan TKP Kecelakaan Lalu Lintas
Warga Kp. Saparantu Keluhkan Air Sumur Berbau dan Berbusa, Minta Pihak SPPG Kademangan 1 Lakukan Pengerukan
Ruang Publik Depan Istana Cipanas Harus Dibuka Kembali, Tuntutan Dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Cianjur
Prof Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Total Hak Hidup Dan Mati “Sedang Di Jadikan Judi Elit Global”
Kemenag Cianjur Ajak Guru PAI “Break The Pattern” Demi Pendidikan Berkualitas
Praperadilan Jadi Senjata Nelayan Kecil: Uji Kepatuhan Prosedural di Tengah Implementasi KUHAP Baru
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:04 WIB

Peta Politik Pilkades Jeruklegi Wetan Memanas, Andri Leonard Rotty Buka Peluang Maju

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:09 WIB

Kekuatan Berita: Respons Cepat PMI Cilacap Bantu Warga Tritih Lor yang Membutuhkan

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:01 WIB

Satlantas Polres Pekalongan Tingkatkan Kompetensi Personel Melalui Pelatihan Penanganan TKP Kecelakaan Lalu Lintas

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:48 WIB

Ruang Publik Depan Istana Cipanas Harus Dibuka Kembali, Tuntutan Dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Cianjur

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:19 WIB

Prof Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Total Hak Hidup Dan Mati “Sedang Di Jadikan Judi Elit Global”

Berita Terbaru

Hukum Kriminal

Sidang Ketiga Kasus Labu Viral di Cianjur, Jawaban Jaksa Ditolak Hakim

Kamis, 11 Jun 2026 - 08:04 WIB