Berita

HUT Cilacap ke-170: Peringatan Penuh Keprihatinan di Balik Bayang-Bayang Kasus Hukum

162
×

HUT Cilacap ke-170: Peringatan Penuh Keprihatinan di Balik Bayang-Bayang Kasus Hukum

Sebarkan artikel ini

 

​CILACAP // Journal News – Hari jadi Kabupaten Cilacap yang ke-170 pada 21 Maret 2026 terasa sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Di balik usia yang semakin matang, Bumi “Cilacap Bercahaya” justru dilingkupi suasana sunyi dan keprihatinan mendalam menyusul absennya dua pucuk pimpinan tertinggi daerah tersebut.
​Ketiadaan Bupati Syamsul Auliya Rachman dan Sekretaris Daerah (Sekda) Sadmoko Danardono dalam momentum sakral ini merupakan imbas dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat, 13 Maret 2026 lalu.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Tragedi di Balik Jeruji
​Hanya sepekan”

sebelum perayaan hari jadi, pusat pemerintahan Kabupaten Cilacap diguncang aksi senyap lembaga antirasuah. Dugaan pemerasan Tunjangan Hari Raya (THR) senilai Rp 610.000.000 menjadi pintu masuk KPK untuk melakukan penyidikan lebih dalam.


​Saat ini, baik Bupati maupun Sekda harus mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) KPK Jakarta. Insiden ini tidak hanya mengejutkan publik, tetapi juga meninggalkan luka bagi masyarakat yang mengharapkan pemimpin mereka hadir di hari istimewa kabupaten ini.

*​Roda Pemerintahan Tetap Berjalan*

​Meski dibayangi trauma dan kecemasan di kalangan pejabat perangkat daerah, pelayanan publik dipastikan tetap berjalan. Terhitung sejak 14 Maret 2026, struktur kepemimpinan sementara telah dibentuk:
​Wakil Bupati *Ammy Amalia Fatma Surya* resmi ditunjuk sebagai Plt Bupati dan
*​Annisa Fabriana* dipercaya menjabat sebagai Plh Sekda.
​Langkah cepat ini diambil guna memastikan seluruh program kerja dan pelayanan terhadap masyarakat Cilacap tidak lumpuh di tengah badai hukum yang melanda.

*​Suara Rakyat: Momentum Introspeksi*

​Kesunyian HUT ke-170 ini dirasakan betul oleh warga, salah satunya Slamet Widodo. Ia mengungkapkan rasa prihatin yang mendalam melihat daerahnya harus merayakan hari lahir tanpa kehadiran Bupati terpilih di Pemilu Pikada 2024 .

​”Ini adalah saat yang tepat bagi seluruh pejabat untuk merenung dan introspeksi diri. Apakah sumpah jabatan yang diucapkan saat dilantik benar-benar dijalankan dengan amanah?” ungkap Slamet.

​Peringatan HUT ke-170 ini menjadi pengingat pahit bahwa integritas adalah harga mati dalam birokrasi. Masyarakat berharap, kejadian ini menjadi titik balik bagi perbaikan tata kelola pemerintahan di Cilacap agar benar-benar bersih dan bermartabat ke depannya.

​Reporter: SW
Editor. : SLS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *