Duka Mendalam bagi Pahlawan Devisa Asal Cirebon yang Gugur di Perairan Jeju

Minggu, 9 Februari 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

(Cirebon, Journalnews – 8 Februari 2025) – Kecelakaan kapal nelayan di perairan Jeju, Korea Selatan, mengakibatkan lima awak kapal meninggal, termasuk seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Cirebon. Dua kapal nelayan, 33 Manseonho dan Samgwangho, kandas di dekat Pulau Tokki, Desa Hado, Kecamatan Gujwa, Kota Jeju, akibat cuaca buruk pada 1 Februari lalu.

Salah satu korban yang meninggal dunia adalah Agus Muslim bin Subkhi, warga Desa Pegagan Kidul, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, yang bekerja di sektor perikanan Korea Selatan.

Sebagai bentuk solidaritas, Asosiasi Pemberdayaan Purna Migran Indonesia Korea (APPIK), Jangkar Karat Maritim Indonesia, dan Forum Pejuang Suara Pelaut (PSP) menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

“PMI Korea yang gugur dalam kondisi kerja mencari nafkah, insyaallah syahid. Semoga almarhum khusnul khotimah,” ujar Didi Kusnadi, Sekjen APPIK.

Sementara itu, Ari Purboyo, Komandan Jangkar Karat Indonesia, mengajak masyarakat, khususnya di Kabupaten Cirebon, untuk ikut berkabung dan menghormati kepulangan pahlawan devisa yang gugur dalam tugas.

“PMI Korea mendapat julukan pahlawan devisa. Keselamatan adalah panglima tertinggi dalam siklus bekerja. Kami menghimbau berbagai elemen masyarakat, terutama di Kabupaten Cirebon, untuk bersama-sama menyambut kepulangan almarhum dengan penghormatan yang layak,” ujarnya.

Ketua Forum Pejuang Suara Pelaut (PSP), M. Kafandi, juga menyoroti risiko tinggi yang dihadapi para pelaut dalam menjalankan tugas.

“Pergi berlayar bukan perkara mudah, terlebih saat menghadapi cuaca ekstrem. Ketahuilah, setiap ikan yang tersaji di meja makan merupakan hasil jerih payah pelaut. Kami turut berduka atas meninggalnya korban dari Cirebon,” tuturnya.

Informasi mengenai kecelakaan ini diperoleh dari laporan News1 Korea, yang menyebutkan bahwa kondisi cuaca di sekitar lokasi kejadian sedang tidak bersahabat. Angin bertiup dengan kecepatan 14–16 meter per detik, sementara tinggi gelombang mencapai 3 meter, sehingga menyulitkan proses penyelamatan.

Jenazah Agus Muslim bin Subkhi dijadwalkan diterbangkan dari Korea Selatan ke Indonesia pada Minggu, 9 Februari 2025. Pihak keluarga bersama masyarakat setempat akan menyambut kepulangannya di Cirebon.

Cc. Biro Cirebon

Berita Terkait

Wakil Bupati Lantik Empat Kuwu Hasil PAW
Verifikasi Fasos Fasum Lanjutkan Hasil RDP di DPRD Pekan lalu, Turun Lapangan Dari Dinas Perkim dan Dinas DPMPTSP Kabupaten Cianjur.
UPTD INFRASTRUKTUR JALAN DAN JEMBATAN KELAS A WILAYAH V DINAS PEKERJAAN UMUM KABUPATEN BOGOR.
Lansia Tergeletak di Perbatasan Karanganyar-Kajen, Respons Cepat Polisi Antar Korban Pulang ke Keluarga
Panitia Konferensi PWI Jabar Sosialisasikan Tahapan Pelaksanaan.
PROF DR SUTAN NASOMAL : RAKYAT INDONESIA BERTERIMAKASIH KE PRESIDEN RI BERSAMA JAJARANNYA BONGKAR KORUPSI DAN HUKUM MATI
Polres Pekalongan Amankan Fun Run Milad ke-7 UMPP, Ribuan Peserta Berlari Aman dan Lancar
Publik” Minta Kejari Lahat Bongkar tuntas rantai kasus dana BOS dan proyek Smart TV di Dinas Pendidikan Kabupaten Lahat.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 18:08

Wakil Bupati Lantik Empat Kuwu Hasil PAW

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:55

Verifikasi Fasos Fasum Lanjutkan Hasil RDP di DPRD Pekan lalu, Turun Lapangan Dari Dinas Perkim dan Dinas DPMPTSP Kabupaten Cianjur.

Senin, 27 Juli 2026 - 16:39

UPTD INFRASTRUKTUR JALAN DAN JEMBATAN KELAS A WILAYAH V DINAS PEKERJAAN UMUM KABUPATEN BOGOR.

Senin, 27 Juli 2026 - 10:33

Lansia Tergeletak di Perbatasan Karanganyar-Kajen, Respons Cepat Polisi Antar Korban Pulang ke Keluarga

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:53

Panitia Konferensi PWI Jabar Sosialisasikan Tahapan Pelaksanaan.

Berita Terbaru