Dugaan Sunat Biaya Operasioanal TPS,Presiden NGO Madura Datangi Mapolres Pamekasan

- Penulis

Kamis, 14 Maret 2024 - 14:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN,- Terkait viralnya beberapa Dugaan pemotongan terhadap biaya operasional Tempat Pemungutan Suara ( TPS ) di Kabupaten Pamekasan yang lagi viral baik dilingkungan para anggota KPPS juga viral di media sosial,Presiden NGO Madura  Zaini Wer Wer tidak tinggal diam,eengan cepat melakukan pengaduan masyarakat (Dumas) ke Mapolres Pamekasan. Kamis ( 14/03/2024 )

Pengaduan masyarakat (Dumas) yang dilakukan Presiden NGO pada tanggal 10/03/ 2024, yang ditujukan langsung kepada Kapolres Pamekasan.

Pasalnya dalam pengaduan tersebut perihal dugaan banyaknya pemotongan anggaran TPS yang dilakukan oleh oknum penyelenggara dengan pemotongan yang bervariasi hampir disetiap TPS di Kabupaten Pamekasan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tidak hanya itu, kedatangan Ketua NGO Pamekasan juga ada rasa jengkel terkait alasan oknum penyelenggara yang mengaku diberikan kepada keamanan TNI, Polri dan LSM.

Dalam keterangan pers rilisnya Zaini Wer Wer membenarkan perihal pengaduan tersebut, dan dilakukan lantaran merasa kasihan terhadap KPPS dan Anggota penyelenggara tingkat bawah yang dipermainkan.

” Iya betul, kami mendatangi Polres Pamekasan untuk melakukan pengaduan terkait biaya operasional tersebut “. Tegasnya

Selain itu Zaini yang juga mantan aktifis GMNI Pamekasan, membeberkan beberapa temuannya dan juga termasuk dari viralnya pemberitaan, seperti di Kecamatan Pakong, Proppo, Pasean, Palengaan, Larangan dan Tlanakan serta Pademawu. Bahkan hampir se Kabupaten Pamekasan.

” Kami mendukung langkah-langkah Polres Pamekasan  melakukan penyelidikan tanpa pandang bulu, siapapun yang terlibat sikat, ungkap wer wer ke pada awal media. Kamis ( 14/03/2024).

Wer Wer sapaan akrabnya, juga menyampaikan kejadian diatas juga bisa terjadi lantaran kurang maksimalnya KPU Pamekasan memberikam edukasi dan sosialisasi, bahkan pihaknya menilai KPU tidak bekerja secara maksimal sehingga terjadi tindakam pemotongan anggatan operasional TPS dibeberapa TPS se Kabupaten Pamekasan.

“Bisa saja karena bimteknya dan sosialisasinya kurang matang dan maksimal atau karena ini kami duga kesepakatan jahat  sehingga sampai terjadi hal yang merugikan negara dan banyak pihak “. Terangnya

Untuk itu kami mengajak kepada semua LSM dan semua unsur elemen untuk ambil bagian memberikan dukungan kepada pihak yang berwajib agar menuntaskan kasus pemotongan biaya TPS tersebut karena meresahkan serta merugikan uang negara.(slm/ahd)

Berita Terkait

Pos Jaga Pasar Induk Cianjur Dirusak OTK Pukul 03.00 WIB, Polisi Diminta Usut Tuntas
Sidang Ketiga Kasus Labu Viral di Cianjur, Jawaban Jaksa Ditolak Hakim
Tak Sekadar Cerai! Gugatan Balik di PA Cianjur Buka Dugaan Kejanggalan Buku Nikah, Kuasa Hukum Minta Fakta Diungkap di Persidangan
Tiga Pengamen Dibekuk, Kasus Curanmor yang Meresahkan Warga Cirebon Berhasil Terungkap
Perempuan Titipan Dinsos di Sukabumi Diduga Alami Tekanan Psikis, Kuasa Hukum Soroti Dugaan Penahanan
Tahanan Polres Cianjur Diduga Cacat Permanen, Kuasa Hukum Kusnandar Ali Siap Tempuh Jalur Hukum
Kasus Labu Viral di Cianjur Masuki Babak Baru, Kuasa Hukum Ajukan Eksepsi di Persidangan
Kusnandar Ali, S.H. Siap Dampingi Korban Dugaan Pemerkosaan di Cianjur, Kasus Viral Akan Dilaporkan ke Unit PPA Polres
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:17 WIB

Pos Jaga Pasar Induk Cianjur Dirusak OTK Pukul 03.00 WIB, Polisi Diminta Usut Tuntas

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:04 WIB

Sidang Ketiga Kasus Labu Viral di Cianjur, Jawaban Jaksa Ditolak Hakim

Rabu, 3 Juni 2026 - 15:50 WIB

Tak Sekadar Cerai! Gugatan Balik di PA Cianjur Buka Dugaan Kejanggalan Buku Nikah, Kuasa Hukum Minta Fakta Diungkap di Persidangan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 22:55 WIB

Tiga Pengamen Dibekuk, Kasus Curanmor yang Meresahkan Warga Cirebon Berhasil Terungkap

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:05 WIB

Perempuan Titipan Dinsos di Sukabumi Diduga Alami Tekanan Psikis, Kuasa Hukum Soroti Dugaan Penahanan

Berita Terbaru