CIANJUR – Dugaan pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) mencuat dari MI dan MTs Saisu Assibyan, Kampung Sirta, Desa Kamurang, Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur. Sejumlah orang tua mengaku terpaksa menyerahkan sebagian dana bantuan karena takut anaknya dicoret sebagai penerima.
Berdasarkan pengakuan warga, dana PIP siswa MI Rp450.000 dipotong Rp75.000. Sementara siswa MTs yang menerima Rp750.000 dipotong Rp150.000. Belum lagi pungutan tambahan Rp80.000 menjelang kenaikan kelas.
“Yayasan ini satu-satunya sekolah di sini. Kami tidak bisa menolak. Takut anak kami dicoret dari daftar PIP. Di kampung begini, kalau melawan ya takut dipanggil,” ujar salah seorang wali murid yang tidak kami sebutkan namanya, Selasa (30/6/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Para warga menyayangkan adanya pemotongan itu, para orang tua menilai itu memberatkan, karena PIP sejatinya bantuan langsung untuk siswa miskin.
Parawarga berharap adanya perhatian dari pemerintah agar kedepannya tidak terjadi lagi hal serupa.
Pihak Yayasan Saisu Assibyan, Maman, tidak menampik adanya aliran dana ke sekolah. Ia mengklaim dana itu bukan potongan, melainkan iuran sukarela hasil musyawarah.
“Memang ada yang kasih Rp75.000 untuk MI, Rp150.000 untuk MTs. Ada juga Rp25.000. Jadi bukan kami yang motong,” ujar Maman.
Pernyataan itu kontradiktif dengan keluhan warga yang menyebut tidak berani menolak karena merasa takut.
Maman juga bernada mengancam akan “mengumpulkan” orang tua yang melaporkannya ke media.
“Saat itu saya tanya ini ridho apa tidak kalau tidak mending tidak usah ngasih dari pada nanti jadi maslaah,” ungkapnya.
Penulis : Andri.S
Editor : SLS












Komentar