Diskusi Meja Pingpong, Membaca Ruang Hidup Dari Kelestarian Lingkungan Sampai Dampak Perubahan dan Kebijakan.

- Penulis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Cipanas, Cianjur Sekarang.
Https://journalnews.id
Percakapan kelompok “Membaca Ruang Hidup” Soroti Kondisi Lingkungan Cipanas yang Kian Mengkhawatirkan.

Meningkatnya kejadian banjir, meluapnya debit air, erosi, hingga kerusakan drainase di sejumlah titik wilayah Cipanas dalam beberapa waktu terakhir memicu keprihatinan berbagai kalangan masyarakat.

Sebagai respon atas kondisi tersebut, sekitar 22 peserta dari unsur komunitas, akademisi, media, pemerintah, pengusaha, pemuda, dan pegiat lingkungan berkumpul dalam percakapan kelompok bertajuk “Membaca Ruang Hidup”, Jumat (29/5/2026), di Aula Desa SIndanglaya Cipanas, Kabupaten Cianjur.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Percakapan kelompok yang digagas dalam semangat kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi ruang bersama untuk membaca kondisi ruang hidup Cipanas hari ini, sekaligus menyamakan keresahan dan arah gerakan ke depan.

Dalam diskusi, para peserta menyoroti bahwa kondisi lingkungan Cipanas saat ini dinilai sedang tidak baik-baik saja. Perubahan bentang kawasan, meningkatnya aliran permukaan air, berkurangnya daya resap lingkungan, persoalan sampah, hingga lemahnya tata kelola kawasan menjadi beberapa isu utama yang dibahas.

Selain persoalan teknis lingkungan, forum juga menyinggung mulai lunturnya nilai budaya masyarakat dalam menjaga alam. Beberapa peserta menyampaikan bahwa dahulu masyarakat memiliki nilai-nilai lokal yang menjaga hubungan manusia dengan lingkungan, seperti pamali terhadap sungai, gunung, dan hutan. Namun nilai-nilai tersebut perlahan mulai ditinggalkan.

Kesimpulan menurut Herry Trijoko pengamat lingkungan mengatakan, “Kerusakan lingkungan bukan hanya persoalan alam, tetapi juga persoalan cara pandang manusia terhadap ruang hidupnya sendiri,” Ucapnya.

Menjadi salah satu benang merah yang muncul dalam diskusi.

Percakapan kelompok juga menegaskan pentingnya membangun kesadaran lingkungan melalui pendidikan, aksi nyata, serta kolaborasi lintas generasi. Anak muda dinilai memiliki peran penting sebagai penggerak lapangan, sementara generasi tua menjadi penjaga arah dan pengalaman.

Beberapa usulan yang muncul dalam diskusi di antaranya:
● penguatan edukasi lingkungan di sekolah,
● pengelolaan sampah berbasis sumber,
● observasi dan pemetaan kawasan,
● aksi rutin di wilayah sungai dan lingkungan,
● hingga pembangunan gerakan kawasan berbasis ruang hidup.

Tidak ketinggalan Anggota DPRD Kabupaten Cianjur, Asep Iwan Gi, yang turut hadir dalam forum, menyampaikan apresiasi atas ruang diskusi yang dibangun masyarakat.

Beliau menerima berbagai aspirasi terkait persoalan lingkungan di kawasan Cipanas, dan menyampaikan bahwa masukan tersebut akan diteruskan kepada dinas terkait, termasuk PUPR, agar menjadi perhatian dalam proses evaluasi dan penanganan kawasan.

Beliau juga membuka ruang komunikasi lanjutan dengan percakapan kelompok dan menyampaikan bahwa apabila terdapat pembahasan lebih lanjut terkait persoalan lingkungan kawasan, maka forum/komite akan diundang untuk memberikan masukan dan pandangan berdasarkan kondisi lapangan, ujar Asep Iwan di tengah Forum.

Percakapan kelompok “Membaca Ruang Hidup” diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun gerakan bersama untuk menjaga masa depan Cipanas, tidak hanya dari sisi lingkungan, tetapi juga dari sisi sosial, budaya, pendidikan, dan keberlanjutan kawasan.


Para peserta sepakat bahwa menjaga Cipanas bukan hanya tugas pemerintah atau komunitas tertentu, melainkan tanggung jawab bersama seluruh pihak yang hidup dan tumbuh di kawasan tersebut.

“Karena ketika ruang hidup rusak, yang terdampak bukan hanya alam, tetapi juga kehidupan manusia di dalamnya.” Pungkas Asep Iwan.

Dibahas juga terkait banyak kejadian alam yang baru-baru ini di alami wilayah Cipanas, seperti banjir dan saluran drainase yang kurang maksimal dalam menghadapi cuaca Penghujan, bahkan sudah adanya korban beberapa waktu lalu, dan tumpukan genangan air di beberapa titik yang sampai saat ini belum ada penanganan yang serius dari pemerintah.

Diskusi Meja Pingpong akan terus berlanjut sampai ada perubahan.

Muklis M

Berita Terkait

Camat Mande Raih Piagam dari Menteri Hukum RI di Puncak HJC ke-349
Pemkab dan Pemkot Bogor Matangkan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS).
Kapolres Cirebon Kota dan Dan Lanal Perkuat Soliditas TNI-Polri di Cirebon
Dari Libya ke Pendopo Cianjur: Bupati Sambut Langsung Kepulangan Ai Juariah
Hadapi Puncak Kemarau, Polda Jateng Gencarkan Edukasi dan Mitigasi Karhutla
Lahan Koparasi Merah Putih Di ambil sama Ahli Waris sambil Bertahan hidup di Gubuk, beratapkan terpal
Kapolres Cirebon Kota Berikan Penghargaan kepada 51 Personel Berprestasi, Dua Anggota Raih Hadiah Umrah
Kebun Tebu di Kajen Terbakar Diduga Akibat Api Pembakaran Sampah, Tiga Lahan Warga Terdampak
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:34 WIB

Camat Mande Raih Piagam dari Menteri Hukum RI di Puncak HJC ke-349

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:52 WIB

Pemkab dan Pemkot Bogor Matangkan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS).

Senin, 13 Juli 2026 - 20:17 WIB

Kapolres Cirebon Kota dan Dan Lanal Perkuat Soliditas TNI-Polri di Cirebon

Senin, 13 Juli 2026 - 17:12 WIB

Dari Libya ke Pendopo Cianjur: Bupati Sambut Langsung Kepulangan Ai Juariah

Senin, 13 Juli 2026 - 12:39 WIB

Hadapi Puncak Kemarau, Polda Jateng Gencarkan Edukasi dan Mitigasi Karhutla

Berita Terbaru