Cianjur,- https//journalnews.id
Dengan kocek sendiri menurut ketua Vanaprastha Pecinta Lingkungan, mengadakan tatap muka dengan masyarakat Kecamatan Pacet dan Cipanas Kabupaten Cianjur Jawa Barat.
Juga dihadirkan Narasumber yang independen, obyektif, dan ahli geologi di bidang panas bumi. Ir. Niniek Rina Herrdianita, M. SC., Ph. D.
(S1, ITB, S3, the Universal Of Aukland Selandia Baru)
Dalam Rangka Silaturahmi di Bulan Ramadhan Bersama Vanaprastha Pencinta Alam dan Lingkungan Untuk Memahami Pandangan Terkait Energi Panas Bumi Baru dan Terbarukan.
Vanaprastha Pecinta Alam dan Lingkungan menggelar silaturahmi dan diskusi terkait energi panas bumi bertajuk “Untuk Membedah Titik Temu antara Bahaya dan Manfaatnya untuk Lingkungan” pada Sabtu 7 Maret 2026.
Vanaprastha Pecinta Alam dan Lingkungan menggelar silaturahmi dan diskusi terkait energi panas bumi bertajuk “Untuk Membedah Titik Temu antara Bahaya dan Manfaatnya untuk Lingkungan” pada Sabtu 7 Maret 2026.
Acara yang bertempat di salah satu Hotel di Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur ini menghadirkan narasumber independen dan obyektif serta Ahli Geologi di Bidang Panas Bumi, Niniek Rina Herdianita, Ketua Badan Pembina Vanaprastha Pecinta Alam dan Lingkungan, Adhyaksa Dault, para ketua RT dan RW serta tokoh masyarakat di wilayah Kecamatan Pacet.
Ketua Badan Pembina Vanaprastha Pecinta Alam dan Lingkungan, Adhyaksa Dault mengatakan bahwa diskusi dan edukasi digelar untuk memahami pandangan mengenai energi panas bumi baru dan terbarukan, baik dampak positif maupun negatifnya terhadap lingkungan sekitar.
“Supaya masyarakat persis tau mengenai energi panas bumi, Vanaprastha mengundang ahli geologi yang netral dan independen untuk membedah dampak negatif dan positif terkait energi panas bumi (Geothermal),” katanya kepada media, pada Sabtu 7 Maret.
Menurutnya, diskusi terkait program energi panas bumi di kaki Gunung Gede Pangrango penting dilakukan agar masyarakat mengetahui dan memahami dengan jelas mengenai manfaat dan bahaya geothermal.
“Alhamdulillah bahasa narasumbernya netral seperti yang anda lihat tadi di ruangan, beliau menjelaskan ada kelebihan dan kelemahan soal geothermal ini,” katanya.
Hasil diskusi ini, lanjut dia, selanjutnya akan dijadikan dasar untuk bahan diskusi selanjutnya antara masyarakat dan perusahaan.
“Kita akan ajak juga sejumlah perwakilan tokoh masyarakat untuk melakukan survey langsung ke lapangan, seperti ke Dieng. Setelah itu, kita akan jadikan hasil survey sebagai bahan diskusi antara masyarakat dan perusahaan. Kita akan buktikan bersama dampaknya, lebih banyak manfaatnya atau lebih banyak bahayanya,” ujarnya
Dia juga menegaskan bahwa pihaknya akan menentang apabila kegiatan energi panas bumi atau geothermal dapat membahayakan lingkungan dan masyarakat sekitar.
“Demi Allah, kalau sangat berbahaya bagi masyarakat, kami akan menentang geothermal, tapi kalau banyak manfaatnya buat masyarakat, baiknya didiskusikan atau dialog dengan pihak perusahaan, dan bilamana dampaknya buruk buat masyarakat saya pribadi dan Vanaprastha lebih dulu menolak pengeboran geotermal,” tegasnya.
Muklis M.












