Bau Menyengat, Tim Gabungan Hentikan Sementara Produksi Pabrik Tepung Ikan

- Penulis

Selasa, 9 Januari 2024 - 15:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JOURNAL NEWS | Tim Gabungan Pemkab Indramayu menghentikan sementara produksi pabrik tepung ikan di Kecamatan Kandanghaur karena menimbulkan bau menyengat, Selasa (9/1/2024).

Tim Gabungan dipimpin langsung Kasat Pol PP dan Damkar Kabupaten Indramayu, Teguh Budiarso bersama tim dari DLH, Disnaker, Camat Kandanghaur, dan lainnya.

Penghentian tersebut didasari karena adanya bau menyengat dan pengaduan masyarakat (Dumas) yang masuk ke Pemkab Indramayu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Teguh Budiarso menjelaskan, pabrik yang memproduksi tepung ikan tersebut sangat menyengat karena menggunakan bahan baku ikan dari nelayan sekitar yang kualitasnya kurang maksimal.

Untuk sementara pihaknya menghentikan proses produksi untuk dilakukan perbaikan terhadap pasokan bahan baku maupun proses produksinya.

Pabrik yang beroperasi dengan Penanaman Modal Asing (PMA) ini banyak menyerap tenaga kerja lokal terutama masyarakat sekitar pabrik, begitupun pasokan bahan baku juga dipasok oleh nelayan sekitar pabrik.

“Kami lakukan langkah tegas dan pembinaan terhadap pabrik ini untuk terus melakukan berbagai perbaikan,” kata Teguh.

Sementara itu Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Indramayu, Edi Umaedi mengatakan, inspeksi yang dilakukan kali ini yakni dengan menelusuri sejumlah titik di area pabrik tersebut mulai dari unit pengolahan ikan hingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), didapati kondisi ikan yang sudah rusak pada unit pengolahan tepung ikan yang diduga sebagai sumber bau yang dikeluhkan warga tersebut.

“Sumber bau menyengat ini dari ikan yang kurang bagus diolah untuk tepung ikan sebagai bahan baku pembuatan pelet,” ujarnya.

Sementara, Manajer HRD PT. Java Sea Food, Windi Novindar, mengatakan, sumber bau yang dimaksudkan warga dimungkinkan dari pengolahan tepung ikan yang bahan bakunya adalah ikan dengan kualitas kurang bagus.

Dengan adanya keluhan tersebut aktifitas produksi tepung ikan untuk sementara dihentikan sembari dilakukan penataan kembali baik instrumen maupun bahan produksi dengan menggunakan ikan kualitas sedang.

“Aktifitas produksi tepung ikan kami hentikan sementara untuk dilakukan pembenahan, adapun untuk produksi surimi tetap berjalan,” imbuhnya.

Berita Terkait

Komunitas Sosial Bagong Mogok Gelar Khitanan Masal Gratis di Cikalongkulon Cianjur Sambut 1 Muharram 1448 H
Kasus Perusakan Pos Parkir Pasar Induk Cianjur Masih Misterius, Dugaan Perebutan Lahan Parkir Menguat
Solusi Sibuk Kerja: ATR/BPN Cilacap Buka Layanan Pertanahan Akhir Pekan “PELATARAN”
NGURI-NGURI BUDAYA, JERUKLEGI KULON NGGELAR WAYANG KULIT
Pasca Dilantik Pj Kuwu Desa Kertasura Rangkul Semua Elemen Masyarakat
Praktik Solar Subsidi Ilegal Diduga Berlangsung Lama di Indramayu, APH Didesak Bertindak
Ribuan Warga Cianjur Gelar Pawai Obor Dalam Peringatan 1 Muharam 1448 Hijriah
Aksi Selesai Tanpa Bakar Ban, Pelayanan Humanis Jadi Sorotan dalam Unjuk Rasa di DPRD Kota Cirebon
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:16 WIB

Komunitas Sosial Bagong Mogok Gelar Khitanan Masal Gratis di Cikalongkulon Cianjur Sambut 1 Muharram 1448 H

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:55 WIB

Kasus Perusakan Pos Parkir Pasar Induk Cianjur Masih Misterius, Dugaan Perebutan Lahan Parkir Menguat

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:35 WIB

Solusi Sibuk Kerja: ATR/BPN Cilacap Buka Layanan Pertanahan Akhir Pekan “PELATARAN”

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:29 WIB

NGURI-NGURI BUDAYA, JERUKLEGI KULON NGGELAR WAYANG KULIT

Senin, 15 Juni 2026 - 22:49 WIB

Pasca Dilantik Pj Kuwu Desa Kertasura Rangkul Semua Elemen Masyarakat

Berita Terbaru

Berita

NGURI-NGURI BUDAYA, JERUKLEGI KULON NGGELAR WAYANG KULIT

Selasa, 16 Jun 2026 - 09:29 WIB