Ragam

Banjir Kembali Rendam Siwalan, 129 Warga Desa Pait Dievakuasi ke Tiga Posko Pengungsian

62
×

Banjir Kembali Rendam Siwalan, 129 Warga Desa Pait Dievakuasi ke Tiga Posko Pengungsian

Sebarkan artikel ini

JOURNAL NEWS  – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Pekalongan menyebabkan pemukiman warga di Kecamatan Siwalan kembali terendam banjir, Kamis (05/02/2026). Merespons kondisi tersebut, tim gabungan dari TNI-Polri, dan relawan bergerak cepat mengevakuasi puluhan warga yang terjebak di dalam rumah.

Evakuasi difokuskan pada tiga titik terparah di Desa Pait, yakni Dukuh Tugurejo, Dukuh Babadan, dan Dukuh Grabyag. Di lokasi tersebut, ketinggian air dilaporkan mencapai 30 hingga 50 sentimeter.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si melalui Kasubsi Penmas Sihumas Ipda Warsito, S.H., menyampaikan bahwa operasi evakuasi dipimpin langsung oleh Kapolsek Sragi AKP Turkhan dengan melibatkan personel dari TNI, Tagana, SAR, dan PMI.

“Pagi ini, sejak pukul 05.00 wib, anggota Polsek Sragi bersama tim gabungan telah terjun ke lokasi untuk mengevakuasi warga yang terdampak banjir di Desa Pait. Langkah ini diambil karena debit air terus meningkat akibat curah hujan yang tinggi sejak dini hari,” ujar Ipda Warsito saat dikonfirmasi.

Hingga siang ini, tercatat sedikitnya 129 warga telah berhasil dievakuasi dan ditempatkan di beberapa posko darurat yang disediakan pemerintah setempat.

Berdasarkan data dari lapangan, persebaran pengungsi dibagi ke dalam tiga titik utama:

Posko Lokatex Pait: menampung 79 orang (terdiri dari 30 KK asal Dukuh Tugurejo).

Posko UPT Dindik Siwalan: menampung 36 orang (terdiri dari 16 KK asal Dukuh Grabyag).

Posko Kecamatan Siwalan: menampung 14 orang.

“Total ada puluhan rumah yang terdampak di tiga dukuh tersebut. Prioritas evakuasi kami berikan kepada lansia, anak-anak, dan kelompok rentan lainnya,” tambahnya.

Ipda Warsito memastikan bahwa hingga saat ini kondisi para pengungsi di posko-posko dalam keadaan sehat. Petugas kesehatan juga terus melakukan pemantauan secara berkala di lokasi pengungsian.

Meski warga sudah dievakuasi, petugas kepolisian tetap bersiaga di lokasi banjir untuk mengantisipasi potensi kenaikan debit air, mengingat cuaca di wilayah Siwalan masih terpantau gerimis.

“Kami mengimbau warga yang masih bertahan di rumah agar tetap waspada dan segera melapor kepada petugas jika air terus naik. Personel gabungan masih tetap bersiaga di lokasi untuk memantau situasi keamanan dan keselamatan warga,” pungkas Ipda Warsito. (ozy)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *