Atasi Stunting, Anemia, dan AKI-AKB, Puskesmas Sukanagalih Luncurkan “Kampung Emas Mentari” Berbasis Kolaborasi Pentahelix

- Penulis

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Cianjur – Puskesmas Sukanagalih, Kecamatan Pacet secara resmi meluncurkan Inovasi “Kampung Emas Mentari” (Eliminasi Masalah Anemia, Stunting, dan Menuju Target Nol Kematian Ibu Bayi). Program ini dihadirkan sebagai solusi strategis dan terintegrasi untuk menjawab tantangan kesehatan mendasar di wilayah kerja Puskesmas Sukanagalih.

Inovasi ini digagas oleh dr. Ardya Lucita, dokter umum yang bertugas di Puskesmas Sukanagalih. Inovasi ini lahir dari kesadaran bahwa masalah kesehatan seperti stunting serta angka kematian ibu dan bayi tidak dapat diselesaikan oleh sektor kesehatan sendirian. Karena itu, “Kampung Emas Mentari” mengusung konsep kolaborasi Pentahelix yang melibatkan lintas sektor secara aktif.

“Kunci utama dari keberhasilan Kampung Emas Mentari adalah gotong royong. Kami mengintegrasikan peran berbagai aktor inovasi mulai dari jajaran Kecamatan, Pemerintah Desa, Kader Kesehatan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Tokoh Agama, Pihak Swasta, Akademisi, hingga peran aktif Media Massa,” ujar Kepala Puskesmas Sukanagalih, Utari Doriomas, Jumat (19/6/26).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Utari menjelaskan, inovasi ini telah dilaksanakan sejak tahun 2024 hingga sekarang.

Dampak Nyata di Wilayah Kerja
Sejak diterapkan di kampung percontohan, Inovasi Kampung Emas Mentari telah mencatatkan keberhasilan dan perubahan signifikan pada derajat kesehatan masyarakat, di antaranya:

1. Penurunan Angka Anemia : Berhasil menekan angka anemia pada ibu hamil dan remaja putri secara signifikan melalui pemantauan ketat dan edukasi nutrisi.
2. Intervensi Stunting yang Efektif : Mengalami penurunan angka stunting berkat intervensi gizi spesifik dan sensitif yang dilakukan secara kolaboratif.
3. Menuju Zero Target (Nol Kematian) : Berhasil menekan dan menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di wilayah kerja.
4. Kemudahan Akses Layanan : Meningkatnya keterjangkauan dan akses pelayanan kesehatan yang lebih dekat, cepat, dan ramah bagi masyarakat.
5. Lahirnya Kesadaran Kolektif : Berhasil membangun kesadaran mandiri dari masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi, pemeriksaan kehamilan berkala, dan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

Melalui publikasi ini, Puskesmas Sukanagalih bersama seluruh aktor inovasi berkomitmen untuk terus mengawal, mereplikasi, dan memperluas jangkauan program Kampung Emas Mentari agar dampak positifnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat demi mewujudkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.

Kegiatan dalam Inovasi Kampung Emas Mentar
1. Klinik Ekspress Keliling dirancang sebagai unit layanan medis bergerak yang berfungsi memperluas jangkauan Puskesmas induk ke wilayah dengan status kesehatan rendah atau aksesibilitas geografis sulit. Unit ini menggunakan kendaraan bus utilitas berukuran sedang yang dimodifikasi khusus menjadi klinik lapangan mandiri. Desain interior dibagi menjadi tiga area steril: area registrasi dan administrasi, tenda pemeriksaan medis, serta laboratorium mini di bagian belakang.

2. Sekolah Catin dirancang untuk mentransformasikan model bimbingan pernikahan konvensional menjadi program edukasi pra-nikah interdisipliner yang wajib diikuti setiap pasangan yang akan melangsungkan perkawinan di wilayah kelurahan/desa sasaran. Keberadaan program ini penting karena fase pra-nikah merupakan masa keemasan untuk memperbaiki kondisi anemia gizi besi pada calon pengantin wanita, sehingga saat kehamilan terjadi, ibu telah memiliki cadangan nutrisi dan status kesehatan reproduksi optimal untuk menunjang tumbuh kembang janin.

3. Peta Digital Kesehatan Kampung Emas Mentari dibangun sebagai sistem informasi geografis berbasis web yang dirancang khusus untuk memvisualisasikan data kesehatan masyarakat secara spasial-temporal. Perangkat lunak ini dikembangkan menggunakan teknologi arsitektur terbuka dengan kerangka kerja Leaflet.js atau OpenLayers pada sisi frontend, Node.js/Python Django pada sisi backend, PostgreSQL dengan ekstensi spasial PostGIS sebagai basis data relasional, serta GeoServer sebagai server peta untuk menyajikan lapisan data spasial.

4. Kampung Siaga Bumil dan Balita Mandiri merupakan rekayasa sosial yang bertujuan menumbuhkan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan ibu hamil, ibu melahirkan, serta balita di lingkungannya sendiri. Komponen ini dibentuk di tingkat rukun warga dengan melibatkan koordinasi bidan desa, pengurus RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh agama dari berbagai pemuka keyakinan seperti Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu untuk memastikan gerakan ini mendapat penerimaan budaya luas.

Penulis : Andri.S

Editor : SLS

Berita Terkait

Dinas Pendidikan Lahat Meningkatkan Mutu Kualitas Pendidikan
Polres Kuningan Dukung Program Strategis Pemerintah Pusat,Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
PROF DR SUTAN NASOMAL MEMINTA PRESIDEN RI AGAR POLRI TINGGALKAN KEBIASAAN LAMANYA YANG TIDAK BAGUS
Dikeluhkan Masyarakat, Warung Remang-remang di Pantura Pekalongan Segera Ditertibkan
Gaji Tertahan 3-7 Bulan, Buruh Perkebunan Kakao Cianjur: Kebutuhan Keluarga Terus Berjalan
Polres Cirebon Kota Kembalikan Motor Hasil Curanmor kepada Pemilik Sah
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Cirebon Gelar Lomba Menembak Eksekutif, Perkuat Soliditas dan Profesionalisme Personel
Semangat Hari Bhayangkara ke-80 Menggema Lewat Turnamen Mini Soccer Antar Satfung
Berita ini 12 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:03 WIB

Atasi Stunting, Anemia, dan AKI-AKB, Puskesmas Sukanagalih Luncurkan “Kampung Emas Mentari” Berbasis Kolaborasi Pentahelix

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:01 WIB

Dinas Pendidikan Lahat Meningkatkan Mutu Kualitas Pendidikan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:18 WIB

Polres Kuningan Dukung Program Strategis Pemerintah Pusat,Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:53 WIB

PROF DR SUTAN NASOMAL MEMINTA PRESIDEN RI AGAR POLRI TINGGALKAN KEBIASAAN LAMANYA YANG TIDAK BAGUS

Sabtu, 20 Juni 2026 - 08:43 WIB

Dikeluhkan Masyarakat, Warung Remang-remang di Pantura Pekalongan Segera Ditertibkan

Berita Terbaru