Berita

Abah Hafid: Menjemput Rezeki dalam Keikhlasan di Ujung Aspal Cilacap

52
×

Abah Hafid: Menjemput Rezeki dalam Keikhlasan di Ujung Aspal Cilacap

Sebarkan artikel ini

 

​CILACAP // Juornal News – Di tengah riuh rendahnya dinamika ekonomi yang tak menentu, seringkali kita menemukan arti ketangguhan dari sosok-sosok yang bersahaja. Salah satunya adalah Moch Abdul Hafid, pria berusia 51 tahun asal Tasikmalaya yang memilih untuk tidak menyerah pada keadaan. Bagi Abah Hafid, sapaan akrabnya, tantangan ekonomi bukanlah tembok penghalang, melainkan undangan untuk terus bergerak.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

​*Lapak di Bagian Belakang Mobil*

​Selasa siang di pusat kota Cilacap, sebuah mobil tampak bersahaja dengan modifikasi di bagian belakangnya. Di sanalah Abah Hafid menggelar dagangannya: Abon Sapi kemasan. Meski suaranya tak lagi selantang dulu dimakan usia, semangatnya menawarkan dagangan tetap memancarkan energi positif.

​”Kami datang ke Cilacap untuk mencari kehidupan yang layak. Pasang surut ekonomi itu biasa, yang penting dijalani dengan sabar dan ikhlas,” ungkapnya dengan nada tenang namun penuh keyakinan.

​Sentuhan Rempah India di Jalan Kalimantan
​Perjuangan Abah Hafid tidak berhenti di satu titik. Saat senja tiba, dedikasinya berlanjut di sebuah Angkringan yang berlokasi di Jalan Kalimantan, tepat di depan kediamannya. Di sini, beliau menawarkan sesuatu yang unik dan jarang ditemui di tempat lain: Minuman Serbad.

Oplus_16908288

​Bukan sekadar susu jahe biasa, Serbad atau populernya Masalah Chai dan juga ada menu susu teh hitam dengan berbagai campuran rempah di jamin racikan Abah Hafid menggunakan formula rempah-rempah khas India. Kehangatan yang dihasilkan bukan hanya dari suhu airnya, melainkan dari kekayaan rempah yang meresap ke dalam tubuh, memberikan sensasi rasa yang otentik dan menenangkan.

*​Mengapa Kisah Ini Bermakna?*

​Kisah Abah Hafid adalah pengingat bagi kita semua bahwa:
​Kemandirian adalah kunci: Di saat sulit, membuka usaha mandiri adalah bentuk kedaulatan ekonomi keluarga.
​Inovasi rasa: Membawa resep khas (rempah India) ke dalam usaha lokal (angkringan) adalah cara cerdas memenangkan hati pelanggan.

– ​Resiliensi: Pindah dari Tasikmalaya ke Cilacap menunjukkan keberanian untuk keluar dari zona nyaman demi kesejahteraan keluarga dan biaya pendidikan anak.

​Bagi warga Cilacap yang melewati Jalan Kalimantan, singgah sejenak di Angkringan Abah Hafid bukan sekadar menikmati segelas Serbad hangat, tapi juga merayakan semangat seorang pejuang keluarga yang tak kenal lelah.( SW )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *