“LSM Gerhana Indonesia Siap Bawa Bukti Dugaan Mark-Up Dana BOS Miliaran Rupiah ke Aparat Hukum”

Selasa, 16 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

TEGAL — Dugaan manipulasi dan penggelembungan anggaran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di wilayah Kab. Tegal provinsi Jawa Tengah memasuki babak krusial. LSM Gerhana Indonesia menyatakan telah mengantongi dokumen dan hasil investigasi lapangan yang siap dilimpahkan ke aparat penegak hukum dalam waktu dekat.

DPD Gerhana Indonesia Jawa Tengah, Ree’, menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam menyaksikan anggaran pendidikan yang bersumber dari Dana BOS dijadikan ladang permainan oknum tidak bertanggung jawab.

“Kami sedang mengevaluasi dan mempelajari lebih lanjut atas dugaan mark-up serta manipulatif data ini. Dalam waktu dekat, kami siap bongkar fakta lapangan ke ranah hukum,” tegas Ree’ saat ditemui di salah satu kedai kopi.

Yang membuat pernyataan ini semakin menggelegar, Ree’ secara terang-terangan menyebut nominal yang tidak main-main.

“Miliaran loh ini??” cetusnya dengan nada penuh keyakinan — sebuah sinyal keras bahwa investigasi yang tengah berjalan bukanlah gerakan tanpa dasar.

Ree’ bahkan secara khusus mendesak KPK dan Kejaksaan untuk segera turun tangan menangani dugaan penyimpangan Dana BOS yang dinilai telah merugikan dunia pendidikan secara sistematis.

“Kami berharap KPK dan Kejaksaan tidak tutup mata. Ini menyangkut hak anak-anak bangsa,” tegasnya.

Kebetulan hadir di lokasi yang sama, Jusrii Sihombing’ , pemerhati kebijakan publik, turut angkat bicara. Sambil meneguk santai secangkir kopi, ia melontarkan komentar pedas yang langsung menyasar lemahnya sistem pengawasan anggaran pendidikan selama ini.

“Pengawasan anggaran pendidikan kita ini bolong di mana-mana. Kalau tidak ada yang berani buka, ya terus dimanfaatkan oknum. Sudah saatnya mekanisme kontrol diperkuat, bukan hanya di atas kertas tapi di lapangan,” ujarnya lugas tanpa tedeng aling-aling.

LSM Gerhana Indonesia menyebut seluruh temuan terkait dugaan penyimpangan Dana BOS tersebut akan disampaikan secara resmi dan terstruktur kepada pihak berwenang. Langkah ini dinilai sebagai bentuk komitmen nyata dalam menjaga integritas dunia pendidikan dari praktik korupsi yang merugikan generasi penerus bangsa.

Publik kini menanti: seberapa kuat bukti yang dikantongi Gerhana Indonesia, dan siapa saja nama yang akan terseret dalam pusaran kasus ini. (AM)

Berita Terkait

Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan
Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis
Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot
Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan
‎Temuan Limbah Medis Diduga Dibuang Sembarangan di Sidoarjo, APMP Jatim Desak APH Turun Tangan ‎
Efisiensi: Anggaran Sekwan DPRD Lahat Rp81 Miliar Lebih PUBLIK’Transfaransi Cegah Rawan Korupsi
Petasan Meledak di Halaman Rumah, Warga Karangdadap Pekalongan Dilarikan ke Rumah Sakit
Kapolda NTB Pimpin Upacara Hari Juang Polri, Kenang Proklamasi Polisi 21 Agustus 1945

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 09:20

Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan

Minggu, 6 September 2026 - 19:54

Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis

Rabu, 2 September 2026 - 15:48

Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot

Selasa, 1 September 2026 - 19:15

Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 01:06

‎Temuan Limbah Medis Diduga Dibuang Sembarangan di Sidoarjo, APMP Jatim Desak APH Turun Tangan ‎

Berita Terbaru