Kasus Perusakan Pos Parkir Pasar Induk Cianjur Masih Misterius, Dugaan Perebutan Lahan Parkir Menguat

- Penulis

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

CIANJUR – Kasus perusakan Pos Penjagaan Retribusi Parkir di Pasar Induk Cianjur yang terjadi beberapa waktu lalu hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar. Di tengah proses penyelidikan yang masih berjalan, berbagai dugaan mulai mencuat ke permukaan. Hasil investigasi dan pengumpulan informasi yang dilakukan tim khusus media mengarah pada dugaan adanya kepentingan tertentu terkait penguasaan lahan parkir yang diduga menjadi salah satu pemicu terjadinya aksi perusakan tersebut.

Selain itu, sejumlah informasi yang berkembang di lapangan juga mengindikasikan adanya pihak-pihak tertentu yang diduga sengaja menunggangi situasi guna memperkeruh suasana dan menciptakan konflik berkepanjangan di lingkungan Pasar Induk Cianjur. Bahkan, salah satu kelompok yang dikenal dengan sebutan K5 kini menjadi sorotan publik setelah namanya beberapa kali disebut dalam berbagai keterangan warga yang ditemui tim investigasi.

Pengamat Kebijakan Publik sekaligus Pemimpin Perusahaan JOURNAL Media GroupKusnandar Ali, dalam rilisnya pada Selasa (16/06/2026), menegaskan bahwa pihaknya terus mendalami berbagai informasi yang berkembang di masyarakat terkait peristiwa tersebut.

“Kami tidak ingin berspekulasi, namun fakta-fakta yang kami himpun dari lapangan menunjukkan adanya sejumlah kejanggalan yang perlu diungkap secara terang-benderang. Tim investigasi dan intelijen khusus media telah melakukan pendalaman terhadap berbagai temuan dan keterangan warga. Dari hasil awal yang kami peroleh, terdapat indikasi adanya persaingan kepentingan terkait pengelolaan lahan parkir yang diduga menjadi salah satu faktor pemicu munculnya konflik hingga berujung pada perusakan pos penjagaan,” ujar Kusnandar Ali.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, peristiwa tersebut tidak boleh dipandang sebagai tindakan kriminal biasa semata, melainkan harus ditelusuri secara menyeluruh untuk mengungkap siapa pihak yang sebenarnya diuntungkan dari kekacauan yang terjadi.

“Pertanyaan besarnya adalah siapa yang diuntungkan dari perusakan ini? Jangan sampai masyarakat hanya disuguhi pelaku lapangan, sementara aktor intelektual atau pihak yang diduga mengendalikan situasi dari belakang layar justru tidak tersentuh hukum. Jika benar terdapat pihak yang menumpangi keadaan untuk memperkeruh situasi, maka hal tersebut merupakan bentuk provokasi yang berpotensi mengganggu stabilitas dan ketertiban di kawasan Pasar Induk Cianjur,” tegasnya.

Kusnandar juga meminta aparat penegak hukum agar bekerja secara profesional, independen, dan transparan dalam mengusut kasus tersebut. Ia menilai, publik berhak mengetahui fakta yang sebenarnya agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi yang dapat memperkeruh keadaan.

“Kami mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya. Jangan berhenti pada pelaku yang terlihat di permukaan. Telusuri seluruh rangkaian peristiwa, termasuk kemungkinan adanya pihak yang mengarahkan, menggerakkan, atau memiliki kepentingan tertentu di balik kejadian tersebut. Kepastian hukum sangat penting agar tidak muncul persepsi negatif di tengah masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, sejumlah warga yang ditemui tim investigasi mengaku berharap kasus perusakan Pos Penjagaan Retribusi Parkir Pasar Induk Cianjur dapat segera diungkap secara terang. Mereka menilai peristiwa tersebut telah menimbulkan keresahan dan memicu berbagai spekulasi di kalangan pedagang maupun masyarakat sekitar.

Hingga berita ini diterbitkan, proses penyelidikan oleh pihak berwenang masih berlangsung. Berbagai pihak pun menunggu langkah tegas aparat untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik perusakan pos penjagaan yang kini menjadi perhatian publik tersebut.

Penulis : Irfan

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Journal Media Group

Berita Terkait

Komunitas Sosial Bagong Mogok Gelar Khitanan Masal Gratis di Cikalongkulon Cianjur Sambut 1 Muharram 1448 H
Solusi Sibuk Kerja: ATR/BPN Cilacap Buka Layanan Pertanahan Akhir Pekan “PELATARAN”
NGURI-NGURI BUDAYA, JERUKLEGI KULON NGGELAR WAYANG KULIT
Pasca Dilantik Pj Kuwu Desa Kertasura Rangkul Semua Elemen Masyarakat
Praktik Solar Subsidi Ilegal Diduga Berlangsung Lama di Indramayu, APH Didesak Bertindak
Ribuan Warga Cianjur Gelar Pawai Obor Dalam Peringatan 1 Muharam 1448 Hijriah
Aksi Selesai Tanpa Bakar Ban, Pelayanan Humanis Jadi Sorotan dalam Unjuk Rasa di DPRD Kota Cirebon
Kuasa Hukum Ungkap dan Kawal Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur di Pagelaran, Cianjur
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:16 WIB

Komunitas Sosial Bagong Mogok Gelar Khitanan Masal Gratis di Cikalongkulon Cianjur Sambut 1 Muharram 1448 H

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:55 WIB

Kasus Perusakan Pos Parkir Pasar Induk Cianjur Masih Misterius, Dugaan Perebutan Lahan Parkir Menguat

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:35 WIB

Solusi Sibuk Kerja: ATR/BPN Cilacap Buka Layanan Pertanahan Akhir Pekan “PELATARAN”

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:29 WIB

NGURI-NGURI BUDAYA, JERUKLEGI KULON NGGELAR WAYANG KULIT

Senin, 15 Juni 2026 - 22:49 WIB

Pasca Dilantik Pj Kuwu Desa Kertasura Rangkul Semua Elemen Masyarakat

Berita Terbaru

Berita

NGURI-NGURI BUDAYA, JERUKLEGI KULON NGGELAR WAYANG KULIT

Selasa, 16 Jun 2026 - 09:29 WIB