Berita

Kios Pedagang Jalur Ciloto Puncak Cipanas, Dibongkar Satpol PP Kabupaten Cianjur, Dengan Instruksi Gubernur Jawa Barat (KDM).

58
×

Kios Pedagang Jalur Ciloto Puncak Cipanas, Dibongkar Satpol PP Kabupaten Cianjur, Dengan Instruksi Gubernur Jawa Barat (KDM).

Sebarkan artikel ini

Cianjur,- https//journalnews.id
Dikembalikan ke alam, menjadi destinasi pariwisata, itu target Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM), melihat jalur-jalur hijau yang banyak digunakan oleh para pedagang, seperti di kawasan Puncak Cipanas, tepatnya di Desa Ciloto.

Hari yang sedang melaksanakan lebaran idul Adha menjadi momen sedih, haru dan bahagia, selain memperingati hari Raya Idul Adha, warga yang mempunyai kios di jalan puncak mendadak kedatangan Gubernur Jawa Barat, dan ingin membongkar semua kios pedagang di area tersebut, pada Rabu 27-5-2026.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Menurut Kepala Dinas Satpol PP Kabupaten Cianjur Joko Purnomo, S.STP.,M.Si., saat dikonfirmasi awak media mengatakan, “Kalau dilihat dari media sosial bahwa Jawa Barat ini sedang menata, seperti kejadian yang di Subang yang sebetulnya sudah menjadi kebijakan beliau, yang beberapa waktu lalu ada tim dari provinsi Jawa Barat datang ke sini dan diterima di Desa Ciloto, Yang intinya pak gubernur ada tujuan dengan cita-cita mulia, untuk menata daerah kawasan Puncak, dengan infrastrukturnya salah satunya melalui jalan Puncak 2 dan juga di area Cipanas ciloto Puncak ini,” Kata Joko.

“Dan ini juga menunjang pariwisata di daerah wilayah area Puncak ini, terkait penutupan pedagang liar, dan Alhamdulillah hari ini kita disupport dari provinsi, kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten dan sebagai rasa bangga untuk masyarakat diberikan kompensasi dari gubernur Jawa Barat, jadi setiap warga diberikan kompensasi sebesar 10 juta rupiah itu sebagai ” uang ke Rohiman atau “sebagai uang pembongkaran,” lanjutnya.

Ia juga mengatakan, ” Untuk sementara yang di data masyarakat pedagang ini, sekitar ada 40 orang, mungkin kedepannya mungkin ada lagi karena program ini akan terus berjalan kata gubernur, yang sebelumnya tadi sudah dimusyawarahkan, berkumpul dengan Pak Gubernur bersama Bupati Cianjur, bersama masyarakat yang dihadiri juga ada pak Kades ciloto, sebelum melaksanakan penertiban ini di kawasan Puncak ini, Yang intinya satu masyarakat tidak ada yang dirugikan, karena ini intervensi dari provinsi, Yang kedua juga Mereka ingin ikut bagian mengikuti program-program Gubernur Jawa Barat, dan alhamdulillah masyarakat sadar, terlihat tidak ada perlawanan dari masyarakat, walaupun secara programnya mendadak tapi masyarakat menerima apa yang sudah menjadi kebijakan beliau, karena tadi sudah disampaikan dari gubernur, masyarakat menyadari kalau hari ini bisa langsung untuk dibongkar atau di tertibkan,” Paparnya.

Masih kata Joko, ” Jadi intinya pada Masyarakat khususnya pedagang dalam pendataan, jadi setiap satu orang akan mendapat ganti kompensasi sebesar 10 juta, dan untuk yang tidak mempunyai tempat tinggal akan dibantu biaya ngontrak selama 1 tahun, dan nantinya akan didata oleh pak Kades juga pak camat jadi yang benar-benar tidak mempunyai tempat tinggal atau warungnya menjadi tempat tinggal, nanti akan di berikan selama satu tahun untuk mengontrak, tujuan dari ini kemungkinan ada banyak alternatif salah satunya ada destinasi pariwisata, biar alamnya terlihat ada yang kedua juga mungkin penataan jalannya atau bisa jadi untuk lahan penghijauan, atau tempat istirahat seperti program yang sudah dilaksanakan di daerah Subang, Yang pastinya kita tunggu instruksi berikutnya dari gubernur Jawa Barat,” tukasnya.

Di waktu yang sama menurut keterangan dari perwakilan warga, juga Kepala Desa Ciloto, Marwan menambahkan, “Baik ini sebenarnya mendadak instruksi KDM tadi bersama Bupati Cianjur, kebetulan saya dapat informasi baru tadi siang, sekitar jam 12.00 wib, dari pak camat juga dari Kanit Intel Kodim, bahwa beliau gubernur akan menuju ke ciloto, betul memang sebelumnya dua hari yang lalu, kita mendapatkan kabar bahwa semua kios pedagang ini akan dibongkar atau dalam penataan,” ucap Marwan.

” Memang begitu cepat beliau sangat gercep dan langsung secara mendadak, dan yang kita tidak sangka-sangka itu hari ini pas lebaran haji ini harus dibongkar atau ditertibkan, yang biasanya kan sudah ada himbauan, dan satu minggu kedepan itu baru ada penertiban, yang biasanya menunggu dari pembongkaran pribadi, tapi kenyataannya hari ini begitu gercep langsung harus dibongkar, itulah kejadiannya memang masyarakat kami khususnya desa ciloto yang mempunyai kios di jalan ini menyadari, Alhamdulillah saya sebagai warga juga perwakilan dari warga tidak melawan, dan semuanya kondusif,” ujar Marwan.

” Untuk hal yang lainnya tadi pak gubernur sudah berdialog dengan warga, dan ada beberapa poin yang Alhamdulillah diterima oleh warga,

ke- 1, Warga mendapat kompensasi yang akan diberikan langsung ke nomor rekening.
Ke- 2, Bagi warga yang tidak memiliki rumah, atau tempat tinggalnya benar-benar di warung, itu akan di kontrakan selama 1 tahun yang langsung dibayar Pemprov Jabar.
Ke- 3, Tadi Gubernur akan memberikan tanah dan rumah, yang akan dibangunkan oleh pak gubernur.
Yang terakhir Ke- 4, Yaitu bagi yang tidak bekerja akan diberikan pekerjaan, khusus pegawai pembersih jalur di areal atau dikawasan, dan mendapat gaji rp130.000 per perbulan.
Dengan harapan semoga semuanya terealisasikan oleh Pa Gubernur, dan rasa terima kasih dari warga Ciloto,” pungkas Marwan.

Muklis M.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *