CIANJUR – Satgas Citarum Harum Sektor 6 melakukan inspeksi mendadak ke PT QL Agro Food di Kampung Pasir Rawa, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, Senin 27 April 2026.
Sidak yang dipimpin langsung Dansektor 6 Citarum Harum, Kolonel Inf. Jhonson M. Sitorus itu berlangsung pukul 08.30 – 10.30 WIB. Hasilnya, Satgas menemukan sejumlah dugaan pelanggaran pengelolaan limbah.
“Kami menemukan dugaan Instalasi Pengolahan Air Limbah atau IPAL perusahaan tidak beroperasi maksimal,” kata Kolonel Inf. Jhonson M. Sitorus kepada media usai sidak, Senin 27/4/2026.
Selain itu, tim juga menemukan dugaan dinding tempat pengelolaan kotoran hewan terbuka, sehingga cairan kohe mengalir langsung ke aliran sungai. “Ini jelas berpotensi mencemari Sungai Citarum,” tegasnya.
Untuk limbah B3, perusahaan memang memiliki ruang penyimpanan. Namun, terdapat dugaan kelalaian administrasi karena pihak perusahaan tidak dapat menunjukkan dokumentasi saat limbah B3 ditarik oleh vendor. Kondisi air di saluran pembuangan atau outfall perusahaan juga masih mengeluarkan aroma bau.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Satgas langsung menghimbau kepada perusahaan untuk segera mengoptimalkan IPAL dan menutup tembok pengelolaan kohe saat itu juga. “Agar tidak ada lagi dugaan limbah yang mencemari sungai,” ujar Jhonson.
Perusahaan juga diminta mendokumentasikan setiap pengambilan limbah B3 oleh vendor. Jhonson menegaskan, jika dalam sidak berikutnya dugaan pelanggaran ini belum diperbaiki, pihaknya akan menindak tegas. “Salah satunya kami laporkan ke Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat,” katanya.
*Perusahaan Berkomitmen Perbaiki*
Menanggapi hasil sidak, pihak manajemen PT QL Agro Food yang diwakili Kepala Staf GA menyatakan akan segera melakukan pengoptimalan IPAL.
“Kami berkomitmen untuk melakukan pengoptimalan IPAL secepatnya agar tidak ada lagi limbah yang mencemari sungai. Kami juga akan mematuhi semua aturan dari pemerintah dan arahan Satgas Citarum Harum,” ujar perwakilan perusahaan, Deden.
Pihaknya juga langsung segera menutup dinding pengelolaan kohe dan akan segera melengkapi dokumentasi pengambilan limbah B3.












