Dugaan Data Siswa Fikrif Di Kelas Jauh SMPN 1 Mande, Kepala Sekolah Terkejut dan Kecewa

- Penulis

Selasa, 31 Maret 2026 - 18:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Cianjur – Sejumlah siswa yang tidak melanjutkan sekolah ke SMPN I Mande, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, kaget mengetahui nama mereka dicatut sebagai siswa di sekolah tersebut. Padahal, para siswa tersebut kebanyakan telah mesantren di berbagai pondok di Cianjur.

Hal ini terungkap dari aplikasi Sipintar saat melakukan pengecekan PIP di salah satu SD di Mande. Di aplikasi tercatat nama-nama siswa yang telah lulus di salah satu SD di Mande sebagai penerima Program Indonesia Pintar (PIP) di SMPN I Mande. Namun, para siswa tersebut tidak pernah mendaftar sebagai murid di SMPN I Mande, melainkan mesantren di berbagai pondok di Cianjur.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu orang tua siswa, Nurhayati, ibu dari Ahmad, mengungkapkan kekecewaannya. “Anak saya tidak pernah mendaftarkan ke SMPN I Mande, sekarang anak saya mesantren di Picung Warung Kondang. Kenapa namanya tercantum di SMP tersebut, apalagi bantuan PIP-nya tercantum di Dapodik SMP? Saya sangat heran, siapa yang mendaftarkannya?” ujarnya dengan bahasa Sunda.

Kepala Sekolah SMPN I Mande, Asep Supriadi, mengatakan dirinya baru mengetahui adanya hal tersebut. Ia juga merasa terkejut dan kecewa dengan adanya kabar ini. “Saya merasa kecewa dengan adanya kabar ini, sedangkan kami tidak tahu menahu kalau di sekolah kelas jauh SMPN I Mande ada siswa yang dinyatakan fiktif. Kami selalu menyalurkan dana Bantuan Operasional Sekolah ke SMP kelas jauh, dan itu selalu kami laksanakan karena di sana juga berhak menerima dana BOS,” ucapnya.

Asep Supriadi juga menyatakan telah mengambil tindakan, termasuk menghapus data siswa fiktif dan melaporkan hal tersebut ke Dinas Pendidikan dan Insfektorat daerah. “Data yang sempat ada di Dapodik untuk anak yang tidak sekolah tapi namanya tercantum di sekolah ini, sudah saya hapus dan akan dilaporkan ke Dinas juga inspektorat, serta pengembalian dana BOS-nya,” pungkasnya.

Berita Terkait

Pria Asal Waled Meninggal Dunia Diduga Tertemper KA Harina, Polisi Ingatkan Bahaya Melintas di Perlintasan Tanpa Palang Pintu
SPPG Bobojong 04 Maksimalkan IPAL: Komitmen Jaga Lingkungan
Berawal dari Kecurigaan di Polsek Wiradesa, Dua Pengedar Sabu dan Alprazolam Ditangkap
SPPG Bobojong 02 Gas Optimasi IPAL, Pastikan Air Diolah Dengan Baik
Sekda Cup 2026 Jadi Ajang Pencarian Bibit Atlet Voli Kabupaten Cirebon
Pengamanan VIP Wisuda UNU Cirebon Berjalan Maksimal, Kehadiran Menteri Kelautan dan Perikanan Jadi Perhatian Utama
KPK Kembali Gelar OTT 10, Orang di Amankan Salah satunya Bupati Muara Enim :Edison
Ketua Dekopinda Kabupaten Cirebon Sampaikan Apresiasi dan Dukungan Terhadap RAT KSP Mitra Niaga Mandiri Indonesia
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:42 WIB

Pria Asal Waled Meninggal Dunia Diduga Tertemper KA Harina, Polisi Ingatkan Bahaya Melintas di Perlintasan Tanpa Palang Pintu

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:51 WIB

SPPG Bobojong 04 Maksimalkan IPAL: Komitmen Jaga Lingkungan

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:59 WIB

Berawal dari Kecurigaan di Polsek Wiradesa, Dua Pengedar Sabu dan Alprazolam Ditangkap

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:13 WIB

SPPG Bobojong 02 Gas Optimasi IPAL, Pastikan Air Diolah Dengan Baik

Selasa, 9 Juni 2026 - 06:14 WIB

Sekda Cup 2026 Jadi Ajang Pencarian Bibit Atlet Voli Kabupaten Cirebon

Berita Terbaru