Kusnandar Ali SH Dampingi Tersangka Kasus Viral Mengaku Anggota TNI di Cianjur, Masih Dalami Fakta Baru

Minggu, 29 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Selaku kuasa hukum, Kusnandar Ali menyampaikan bahwa kliennya telah resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polres Cianjur. Namun demikian, menurutnya, perkara ini tidak sesederhana yang berkembang di ruang publik.

“Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Terkait kasus yang viral ini, saya selaku kuasa hukum pelaku yang sudah ditetapkan menjadi tersangka oleh penyidik Polres Cianjur, masih mendalami karena kasus ini banyak yang harus diungkap,” ujar Kusnandar Ali kepada redaksi, Minggu (29/03/2025).

Ia menegaskan, terdapat sejumlah hal yang perlu diklarifikasi lebih lanjut, termasuk dugaan keterlibatan pihak lain selain tersangka utama. Bahkan, menurutnya, ada rekan tersangka yang saat ini diduga menghilang dan belum dapat dihubungi.

“Selain tersangka, ada teman tersangka yang saat ini belum bisa dihubungi. Ini tentu menjadi bagian penting yang harus diungkap agar perkara ini terang benderang,” tegasnya.

Kasus ini sebelumnya menjadi perhatian publik karena pelaku diduga mengaku sebagai anggota TNI saat mendatangi warga, yang kemudian memicu keresahan di tengah masyarakat. Aparat kepolisian pun bergerak cepat hingga menetapkan tersangka dalam perkara tersebut.

Kusnandar Ali menambahkan bahwa pihaknya akan memastikan hak-hak hukum kliennya tetap terlindungi selama proses penyidikan berlangsung. Ia juga meminta masyarakat untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum seluruh fakta terungkap di persidangan.

“Kami berharap semua pihak menghormati asas praduga tak bersalah dan memberikan ruang bagi proses hukum untuk berjalan secara objektif,” tutupnya.

Hingga berita ini diterbitkan, proses penyidikan oleh Polres Cianjur masih terus berjalan.

Berita Terkait

Diduga blm dilelang MOBDin operasional Suzuki APV Warna Hitam” Jadi milik Pribadi mantan pegawai sekwan Dprd lahat
Kontraktor CV.LGM diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Bawaslu Lahat 6,3 Milyar
Peredaran Miras Diduga Ilegal terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas berjualan, Kinerja APH dipertaruhkan
Dipersoalkan: Pengadaan Absensi Fingerprint APH minta Tindaklanjuti temuan..
TERKESAN BANYAK SANDIWARA PEMKAB LAHAT” EFISIENSI ” HANYA TOPENG
Plt Kepala Dinas Perikanan Saat dimintai tanggapannya Kabur dan langsung masuk mobil
Publik” Minta Kejari Lahat Bongkar tuntas rantai kasus dana BOS dan proyek Smart TV di Dinas Pendidikan Kabupaten Lahat.
Respons Cepat Polisi dan Damkar Percepat Penanganan Kebakaran Rumah di wilayah Kapetakan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 07:41

Diduga blm dilelang MOBDin operasional Suzuki APV Warna Hitam” Jadi milik Pribadi mantan pegawai sekwan Dprd lahat

Senin, 14 September 2026 - 18:31

Kontraktor CV.LGM diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Bawaslu Lahat 6,3 Milyar

Kamis, 10 September 2026 - 08:48

Peredaran Miras Diduga Ilegal terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas berjualan, Kinerja APH dipertaruhkan

Selasa, 8 September 2026 - 13:42

Dipersoalkan: Pengadaan Absensi Fingerprint APH minta Tindaklanjuti temuan..

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:11

TERKESAN BANYAK SANDIWARA PEMKAB LAHAT” EFISIENSI ” HANYA TOPENG

Berita Terbaru