Berita

KLARIFIKASI KADES MERTAK DENGAN TEGAS BAHWA TERKAIT ISU MIRING TENTANG DIRINYA SANGATLAH TIDAK BENAR

46
×

KLARIFIKASI KADES MERTAK DENGAN TEGAS BAHWA TERKAIT ISU MIRING TENTANG DIRINYA SANGATLAH TIDAK BENAR

Sebarkan artikel ini
Oplus_16908288

LOMBOK TENGAH NTB – Kepala Desa (Kades) Mertak, M. Sahnan, mengeluarkan klarifikasi tegas untuk membantah berbagai berita miring yang telah beredar luas di media sosial dan berbagai platform lainnya, yang disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Permasalahan yang muncul bermula dari ketidakpuasan seorang oknum yang tidak terpilih sebagai Kadus Dusun Awang Kebon, yang mengklaim nilai yang diperolehnya dari hasil panitia seleksi (pansel) lebih tinggi dari calon yang akhirnya ditetapkan resmi.

Ketidakpuasan tersebut kemudian berkembang menjadi perdebatan yang cukup panas setelah terjadi percakapan dalam grup WhatsApp (WA) Pemdes Desa Persiapan Awang. Dalam percakapan tersebut, muncul berbagai tanggapan yang berbeda arah, bahkan terdapat kata-kata yang kurang sopan yang diperbincangkan antar anggota grup. Menanggapi kondisi ini, Kades M. Sahnan sempat mengeluarkan pernyataan dalam bahasa Sasak, dengan tujuan agar perdebatan yang berpotensi memicu masalah baru dapat segera mereda. Namun, situasi justru semakin berkepanjangan dan belum menemukan titik temu yang jelas.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Melihat kondisi yang mulai menunjukkan tanda-tanda tidak kondusif, Camat Pujut bersama Kapolsek Kuta turun langsung ke lapangan untuk melakukan mediasi antara pihak-pihak yang terlibat. Keduanya mempertemukan Kades Mertak dengan tokoh masyarakat Dusun Awang Kebon, dengan tujuan utama menyelesaikan permasalahan ini secara damai agar kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap terjaga dengan baik. Apalagi, tidak lama lagi akan digelar tradisi Evan Bau Nyali (Bau Nyale), yang merupakan acara budaya penting bagi masyarakat setempat dan sangat membutuhkan suasana yang stabil serta kondusif.

Sayangnya, upaya untuk menyelesaikan masalah secara musyawarah gotong royong tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Sebuah keributan justru pecah ketika salah seorang oknum warga Dusun Awang Asam secara sepihak memicu konflik di tengah proses musyawarah yang masih berlangsung. Hal ini sangat disesalkan oleh Kades Mertak, mengingat pada saat itu beliau tengah menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh warga masyarakat Dusun Awang Kebon. Meskipun secara spesifik kesalahan tidak dilakukan oleh beliau secara pribadi, sebagai pemimpin tertinggi desa, Kades M. Sahnan merasa bahwa meminta maaf kepada warganya adalah bentuk tanggung jawab dan perbuatan yang mulia, sekalipun tidak ada kesalahan yang dilakukan secara langsung dari dirinya.

“Kami mengharapkan seluruh warga masyarakat Desa Mertak tidak mudah terpancing oleh berita-berita miring yang hanya bertujuan memojokkan saya dan pihak terkait. Sebenarnya, semua pihak seharusnya mendengar keterangan dari kedua belah pihak sebelum mengambil kesimpulan, jangan sampai hanya menjustifikasi satu pihak saja,” tegas Kades M. Sahnan dalam keterangannya kepada awak media pada hari Minggu (31/1/2026).

Beliau juga mengajak seluruh masyarakat Desa Mertak untuk bersama-sama menyelesaikan permasalahan salah paham ini dengan kepala dingin dan penuh rasa kekeluargaan, tanpa adanya unsur politik yang dapat memperparah situasi yang sudah cukup memanas. “Kita semua menginginkan ketentraman dan kenyamanan di desa kita yang kita cintai. Semoga dengan munculnya klarifikasi ini, dapat menepis segala isu miring yang telah menyebar di berbagai media sosial maupun media lainnya,” tambahnya.

Dalam konfirmasi langsung di kantor Desa Mertak pada hari Senin (2/2/2026), Kades M. Sahnan juga menyampaikan bahwa permasalahan yang terjadi berawal dari proses pengangkatan Kadus, dimana pihak yang tidak terpilih tidak dapat menerima kekalahan dengan lapang dada dan kemudian memprovokasi masyarakat hingga terjadi kegaduhan. “Mereka menuduh saya yang memprovokasi, namun sesuai dengan kenyataan, justru mereka yang melakukan provokasi sebenarnya,” jelasnya tegas.

Lebih lanjut, Kades M. Sahnan mengungkapkan bahwa pernyataan yang beliau sampaikan dalam grup WhatsApp tersebut tidak pernah ditujukan untuk menyalahkan atau memojokk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *