oknum Jaksa terindikasi main mata sama keluarga pelaku sehingga keluarga korban meradang

Senin, 24 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Man defending herself from bandit solid icon, self defense concept, boy beats lying man sign on white background, criminal attacks guy icon in glyph style. Vector graphics

Man defending herself from bandit solid icon, self defense concept, boy beats lying man sign on white background, criminal attacks guy icon in glyph style. Vector graphics

Praya, Lombok Tengah – Kasus penganiayaan yang menimpa Inak Ilim,alias inak umben seorang warga beleka Lombok Tengah, memasuki babak baru. Korban, didampingi kuasa hukumnya, Lalu Burhanudin, mendatangi Kejaksaan Negeri Praya pada Senin (24/11/2025) untuk mempertanyakan perubahan pasal yang dinilai meringankan pelaku.

Lalu Burhanudin, saat dikonfirmasi awak media, mengungkapkan kekecewaannya. “Apa yang kami laporkan di Polsek Praya Timur itu adalah penganiayaan berat. Setelah P21, kenapa tiba-tiba menjadi penganiayaan ringan? Padahal klien saya mengalami kekerasan yang sangat berat, luka berat di mulutnya sampai bengkak,” ujarnya dengan nada geram.

Kasus penganiayaan ini bermula dari permasalahan ketersinggungan. Namun, pihak korban merasa aneh mengapa kasus ini dialihkan menjadi penganiayaan ringan. “Kenapa pasalnya dialihkan ke pasal ringan? Saya sebagai penasehat hukum melihat ada hal yang tidak relevan terkait kasus ini. Kami menduga ada keteledoran dalam penanganan kasus ini,” tegas Lalu Burhanudin. Ia menambahkan bahwa pihaknya akan bersurat ke Kejaksaan Agung untuk melaporkan permasalahan ini.

Kuasa hukum korban juga menjelaskan bahwa Kasi Pidum (Kepala Seksi Pidana Umum) sedang rapat saat mereka datang. “Saya akan usahakan bertemu dengan Kasi Pidum,” imbuhnya.

Kekecewaan juga dirasakan oleh keluarga korban. Haji Gawas, anak dari Inak Ilim, mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap tuntutan hukuman yang akan diberikan kepada pelaku. “Saya mendatangi kejaksaan karena merasa tidak puas hati dengan tuntutan hukuman yang terlalu ringan. Padahal ibu saya mengalami luka yang sangat parah, sampai giginya mau copot karena tendangan gerbang yang mengenai ibu saya,” ungkapnya dengan nada sedih.

Senada dengan Haji Gawas, Sukardi, anak korban lainnya, juga menduga adanya kelalaian dari pihak penegak hukum. “Saya sangat kecewa dengan hal ini. Prosesnya sangat lama dan lambat, itulah yang membuat saya merasa kecewa. Pelaku harus dihukum seberat-beratnya,” tegas Sukardi.

Lalu Burhanudin berharap dapat segera bertemu dengan pihak Kejaksaan Negeri Lombok Tengah untuk membahas permasalahan ini lebih lanjut. “Saya akan usahakan bertemu sama Kasi Pidum,” pungkasnya.

Kasus ini menjadi sorotan karena dinilai tidak sesuai dengan fakta yang ada. Pihak korban berharap agar keadilan dapat ditegakkan seadil-adilnya dan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.

Berita Terkait

Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan
Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis
Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot
Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan
‎Temuan Limbah Medis Diduga Dibuang Sembarangan di Sidoarjo, APMP Jatim Desak APH Turun Tangan ‎
Efisiensi: Anggaran Sekwan DPRD Lahat Rp81 Miliar Lebih PUBLIK’Transfaransi Cegah Rawan Korupsi
Petasan Meledak di Halaman Rumah, Warga Karangdadap Pekalongan Dilarikan ke Rumah Sakit
Kapolda NTB Pimpin Upacara Hari Juang Polri, Kenang Proklamasi Polisi 21 Agustus 1945
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 09:20

Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan

Minggu, 6 September 2026 - 19:54

Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis

Rabu, 2 September 2026 - 15:48

Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot

Selasa, 1 September 2026 - 19:15

Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 01:06

‎Temuan Limbah Medis Diduga Dibuang Sembarangan di Sidoarjo, APMP Jatim Desak APH Turun Tangan ‎

Berita Terbaru