Profesor Sutan Nasomal Harapkan Adopsi Hukuman Di China Bagi Pemimpin Korup di Indonesia Agar Worning Bagi Pemimpin Korupsi!!

Jumat, 5 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

 

Jakarta, Sejak dahulu kala pribahasa sudah mengklaim tuntutlah ilmu hingga ke negeri China, pribahasa ini hingga kini seperti masih berlaku dan kiranya sangat perlu segera diwujudkan Yth Bapak Haji Prabowo Subianto untuk menimbulkan mewujud nyatakan sangsi bagi pelaku korup di Indonesia apa itu program unggulan negara China yang perlu diadopsi kopy faste negara Indonesia adalah memberantas korup yang bila diberlakukan akan menimbulkan efek jera adalah sanksi dinegara China vonis mati bukan lainnya pasti manjur obat paten untuk kasus korup pelakunya dimasa datang bukan hanya berkurang bahkan mungkin tidak akan ada dengan tentunya ada klasifikasi angka yang dikorupsi tentunya buat UUD baru “, ujar Profesor Sutan Nasomal SH MH Pakar Hukum Internasional Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia menjawab materi perganyaan para pimpin redaksi media cetak onlen dalam luar negeri dikantornya markas pusat partai Koalisi Rakyat Indonesia dibilangan cinantung jakarta 4/6/2026 via telpon selulernya.

Polemik di posisi jabatan penting BGN yang lemah pengawasan menciptakan lorong lorong baru untuk banyak tikus menari berdansa menikmati korupsi karena fasilitas negara.

Itulah FAKTA dalam semua alur di lembaga yang di bawah naungan negara. Lemah pengawasan dan dibiarkan tikus tikus membuat permainan di lorong lorong dan mengatur korupsi dengan memperkaya diri. Dari atas sampai bawahan seirama dan saling menindas. Kalau tidak seirama maka di geser.

Belajar dari Negara China yang fokus dan serius memberantas korupsi. Setiap rekening gendut bisa dibuka untuk penegak hukum dan di telusuri. Tidak ada yang dilewatkan dalam pengawasan ketat. Juga pengawasan di lapangan yang sering menjadi ajang kesempatan dalam sogok menyogok selalu dalam pemantauan serius pihak resmi penegak hukum mengawasi dimana saja. Maka tikus tikus di alur korupsi mendapatkan lawan yang serius dan terjerat hukum dengan cepat.

Mengapa Negara China bisa berhasil memberantas korupsi karena APHnya khusus dan memiliki kemampuan besar membuka semua permainan catur koruptor dan tidak bisa di intimidasi pejabat lainnya.

Itulah kekurangan yang ada di INDONESIA. Penegakkan hukum banyak mengalami di intervensi dari oknum pejabat lainnya. Sehingga lemahnya petugas anti korupsi di Indonesia akibat tawar menawar karena kepentingan pejabat dan politik.

Persoalan korupsi tidak akan selesai bila sayap kanan negara saja yang kuat menciptakan bersih korupsi. Tetapi sayap kiri negara malah bermain kotor menggunakan jabatannya membentuk jaringan tikus dan menari berdansa membuka ruang korupsi di lorong tikus.

Bukan cerita Hoax bahwa banyak oknum menggunakan jabatannya untuk mengintervensi para APH untuk menutupi lorong lorong tikus. Padahal kalau di buka rekening yang mencurigakan milik para oknum pejabat yang terlibat korupsi pasti bikin tercengang yang melihatnya. Mengapa rekening gendut tidak di bongkar APH karena berlapis lapis yang menutupinya.

Prof Dr Sutan Nasomal SH,MH Meminta Negara Indonesia untuk belajar dari china memberantas korupasi dari akar sampai pucuknya. Tidak ada ruang aman bagi koruptor.

Prof Dr Sutan Nasomal SH,MH

Berita Terkait

Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan
Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis
Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot
Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan
‎Temuan Limbah Medis Diduga Dibuang Sembarangan di Sidoarjo, APMP Jatim Desak APH Turun Tangan ‎
Efisiensi: Anggaran Sekwan DPRD Lahat Rp81 Miliar Lebih PUBLIK’Transfaransi Cegah Rawan Korupsi
Petasan Meledak di Halaman Rumah, Warga Karangdadap Pekalongan Dilarikan ke Rumah Sakit
Kapolda NTB Pimpin Upacara Hari Juang Polri, Kenang Proklamasi Polisi 21 Agustus 1945
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 09:20

Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan

Minggu, 6 September 2026 - 19:54

Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis

Rabu, 2 September 2026 - 15:48

Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot

Selasa, 1 September 2026 - 19:15

Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 01:06

‎Temuan Limbah Medis Diduga Dibuang Sembarangan di Sidoarjo, APMP Jatim Desak APH Turun Tangan ‎

Berita Terbaru