Pick Up Bermuatan Sapi Terperosok ke Jurang di Paninggaran, 1 Penumpang Tewas

Rabu, 4 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polres Pekalongan – Polda Jateng – Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Raya Paninggaran, tepatnya di Desa Domiyang, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, Selasa (3/11/2026) sekitar pukul 13.30 wib. Sebuah mobil pick up Mitsubishi T120 SS bernomor polisi G 9478 EB yang mengangkut seekor sapi terperosok ke jurang setelah diduga pengemudi kehilangan kendali saat melintasi jalan menikung dan menurun.

Akibat kecelakaan tersebut, satu orang penumpang meninggal dunia, sementara pengemudi mengalami cedera kepala. Selain itu, seekor sapi yang diangkut kendaraan tersebut juga dilaporkan mati di lokasi kejadian.

Kasat Lantas Polres Pekalongan AKP Alfian Kharisma Putra, S.T., M.Sc., menjelaskan bahwa kendaraan tersebut dikemudikan Tohir (56), warga Desa Domiyang, Kecamatan Paninggaran, bersama Kanapi (57), warga Desa Botosari, Kecamatan Paninggaran.

“Semula kendaraan pick up Mitsubishi T120 SS melaju dari arah selatan menuju utara dengan membawa satu ekor sapi. Sesampainya di lokasi kejadian yang merupakan jalan menikung dan menurun, kendaraan diduga hilang kendali hingga akhirnya terperosok ke jurang di sebelah kiri jalan,” jelasnya.

Menurut Alfian, setelah kejadian, pengemudi dan penumpang mengalami luka-luka dan langsung dievakuasi warga untuk mendapatkan pertolongan medis ke Puskesmas Paninggaran.

Pengemudi mengalami cedera kepala dan selanjutnya dirujuk ke RSUD Kajen untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Sementara penumpang Kanapi sempat dibawa ke Puskesmas Paninggaran, namun kemudian dinyatakan meninggal dunia.

“Akibat kecelakaan tersebut, satu penumpang meninggal dunia dan pengemudi mengalami cedera kepala. Satu ekor sapi yang diangkut kendaraan juga mati di tempat kejadian,” imbuhnya.

Sementara itu, proses evakuasi sapi dilakukan dengan bantuan warga setempat. Kerugian materiil akibat kecelakaan tersebut diperkirakan mencapai Rp. 20 juta.

Kasat Lantas menambahkan, dugaan sementara kecelakaan terjadi karena pengemudi tidak mampu menguasai laju kendaraan saat melintasi jalan menurun dan menikung. Meski demikian, penanganan dan penyelidikan lebih lanjut dilakukan oleh Unit Laka Lantas Polres Pekalongan.

Pihak kepolisian mengimbau para pengendara agar lebih berhati-hati saat melintasi jalur pegunungan, yang memiliki karakteristik jalan berkelok dan menanjak maupun menurun. (afk)

Editor : Humas Polres Pekalongan

Berita Terkait

Bazar Ikan Kabupaten Cirebon Libatkan 25 UMKM, Dorong Pemasaran Produk Lokal
Dilaunching Sebagai Kado Hari Jadi, Program UHC Pamekasan Belum Bisa Diakses — Masyarakat Masih Diminta Bayar atau Pakai SKTM
Gerebek Rumah di Cakranegara, Polda NTB Amankan Bandar Sabu 2 Kg dan Ratusan Ekstasi
Pendataan Harus Diulang dan Semua Unsur Diminta Turut Serta Dalam Pendataan Ekonomi, Karena Simpang Siur Data Hasil Desil Menurut Isfhan Munggaran.
Bekali Siswa Literasi Digital, IJTI Cianjur Gelar Goes To School di SMPN 1 Bojongpicung
Jelang Pilkades Digital Minggu 8 November, Panitia Sukajadi Karangtengah Matangkan Persiapan
‎” PAMEKASAN BANGKIT “, DPC GBRAN Kabupaten Pamekasan Mengucapkan Selamat Hari Jadi ke-496
Sasar Toko Hingga Lokasi Oplosan, Polisi Razia Tempat Usaha Miras di Pekalongan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:29

Bazar Ikan Kabupaten Cirebon Libatkan 25 UMKM, Dorong Pemasaran Produk Lokal

Rabu, 4 November 2026 - 10:27

Pick Up Bermuatan Sapi Terperosok ke Jurang di Paninggaran, 1 Penumpang Tewas

Rabu, 4 November 2026 - 10:24

Dilaunching Sebagai Kado Hari Jadi, Program UHC Pamekasan Belum Bisa Diakses — Masyarakat Masih Diminta Bayar atau Pakai SKTM

Rabu, 4 November 2026 - 10:21

Gerebek Rumah di Cakranegara, Polda NTB Amankan Bandar Sabu 2 Kg dan Ratusan Ekstasi

Selasa, 3 November 2026 - 20:48

Pendataan Harus Diulang dan Semua Unsur Diminta Turut Serta Dalam Pendataan Ekonomi, Karena Simpang Siur Data Hasil Desil Menurut Isfhan Munggaran.

Berita Terbaru