Dilaunching Sebagai Kado Hari Jadi, Program UHC Pamekasan Belum Bisa Diakses — Masyarakat Masih Diminta Bayar atau Pakai SKTM

Rabu, 4 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

‎PAMEKASAN — Program Universal Health Coverage (UHC) yang diharapkan menjadi kado istimewa Hari Jadi Kabupaten Pamekasan ke-496 dan telah resmi diaktifkan oleh Bupati Pamekasan Kholilurrahman per 2 November 2026, ternyata belum bisa dinikmati masyarakat. Di lapangan, warga justru masih diminta memilih berobat secara umum atau menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).
‎
‎Bapak Arief Wahyudi, warga Kelurahan Jungcangcang, merasakan langsung kejanggalan ini. Ia membawa anaknya yang menderita gatal-gatal parah ke Puskesmas Teja, namun ditolak saat ingin menggunakan layanan UHC. “Katanya programnya belum aktif. Saya disuruh berobat umum atau bawa SKTM saja,” ungkapnya dengan kecewa. Padahal ia datang tepat setelah program ini dilaunching oleh Bupati.
‎
‎Menerima keluhan tersebut, DPAC Madas Sedarah Kecamatan Tlanakan bersama awak media langsung meninjau ke Puskesmas Teja. Bendahara DPAC Madas Sedarah Kecamatan Tlanakan Hasbullah mempertanyakan hal tersebut kepada petugas loket: “Program UHC sudah diluncurkan Bupati, mengapa warga masih tidak bisa menggunakannya?”
‎
‎Petugas loket Puskesmas Teja membenarkan kendala tersebut. “Benar pak, program UHC belum bisa digunakan. Dari konfirmasi kami ke staf Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan, dikatakan UHC belum bisa aktif karena Perdanya belum ada. Jadi sementara masyarakat harus berobat umum atau menggunakan SKTM,” jelas petugas. Bahkan, warga dan awak media disarankan langsung ke Dinkes untuk mempertanyakan hal tersebut.
‎
‎Tim pun mendatangi Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan. Namun, sayangnya Kepala Dinas Kesehatan tidak berada di tempat. Bagian pengaduan dan resepsionis hanya berpesan: “Kalau mau ditunggu, silakan ditunggu saja, Pak.” Hingga berita ini diturunkan, DPAC Madas Sedarah Kecamatan Tlanakan bersama awak media masih menunggu kedatangan Kadinkes untuk meminta penjelasan resmi dan jelas mengenai nasib program kesehatan yang sudah dijanjikan tersebut.
‎
‎Masyarakat berharap janji layanan kesehatan gratis ini bukan sekadar seremonial belaka, tetapi benar-benar dapat segera dirasakan oleh warga yang membutuhkan.( ahd )
‎

Berita Terkait

Bazar Ikan Kabupaten Cirebon Libatkan 25 UMKM, Dorong Pemasaran Produk Lokal
Pick Up Bermuatan Sapi Terperosok ke Jurang di Paninggaran, 1 Penumpang Tewas
Gerebek Rumah di Cakranegara, Polda NTB Amankan Bandar Sabu 2 Kg dan Ratusan Ekstasi
Pendataan Harus Diulang dan Semua Unsur Diminta Turut Serta Dalam Pendataan Ekonomi, Karena Simpang Siur Data Hasil Desil Menurut Isfhan Munggaran.
Bekali Siswa Literasi Digital, IJTI Cianjur Gelar Goes To School di SMPN 1 Bojongpicung
Jelang Pilkades Digital Minggu 8 November, Panitia Sukajadi Karangtengah Matangkan Persiapan
‎” PAMEKASAN BANGKIT “, DPC GBRAN Kabupaten Pamekasan Mengucapkan Selamat Hari Jadi ke-496
Sasar Toko Hingga Lokasi Oplosan, Polisi Razia Tempat Usaha Miras di Pekalongan
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:29

Bazar Ikan Kabupaten Cirebon Libatkan 25 UMKM, Dorong Pemasaran Produk Lokal

Rabu, 4 November 2026 - 10:27

Pick Up Bermuatan Sapi Terperosok ke Jurang di Paninggaran, 1 Penumpang Tewas

Rabu, 4 November 2026 - 10:24

Dilaunching Sebagai Kado Hari Jadi, Program UHC Pamekasan Belum Bisa Diakses — Masyarakat Masih Diminta Bayar atau Pakai SKTM

Rabu, 4 November 2026 - 10:21

Gerebek Rumah di Cakranegara, Polda NTB Amankan Bandar Sabu 2 Kg dan Ratusan Ekstasi

Selasa, 3 November 2026 - 20:48

Pendataan Harus Diulang dan Semua Unsur Diminta Turut Serta Dalam Pendataan Ekonomi, Karena Simpang Siur Data Hasil Desil Menurut Isfhan Munggaran.

Berita Terbaru