KJJT Sampang Segera Laporkan Karutan Sampang ke Kemenkumham Kanwil Jatim Atas Pelecehan Profesi Wartawan ‎

- Penulis

Jumat, 26 September 2025 - 15:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sampang, – Insiden tidak pantas kembali mencoreng citra aparat penegak hukum, kepala Rumah Tahanan (Karutan) Sampang, Kamesworo, dilaporkan oleh Ketua Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) Sampang atas sikap arogannya terhadap wartawan.

‎Peristiwa itu terjadi saat seorang wartawan hendak melakukan konfirmasi terkait informasi yang berkembang. Namun, alih-alih memberikan keterangan, Karutan Sampang justru membentak dengan nada tinggi sambil mengeluarkan kalimat melecehkan: “kau mau apa? Kamu siapa? Itulah kata kata samparan dari kepala karutan Sampang, Kamesworo.”

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Ketua KJJT Sampang menilai tindakan tersebut tidak hanya mencederai etika komunikasi, tetapi juga mencerminkan sikap arogan seorang pejabat publik yang seharusnya memberikan teladan.

‎“Kami akan mengirimkan surat resmi ke Kanwil Kemenkumham Jawa Timur untuk menindaklanjuti hal ini. Jangan sampai seorang pejabat publik berlaku semena-mena dan mencari perlindungan dengan jabatan,” tegasnya. Minggu (21/09)

‎Insiden ini mendapat perhatian serius dari kalangan pers di Sampang, jurnalis menegaskan bahwa kerja wartawan dilindungi undang-undang, hal ini diatur dalam Pasal 8 Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers yang menyatakan: “Dalam melaksanakan profesinya wartawan mendapat perlindungan hukum.”

‎Selain itu, Pasal 18 ayat (1) UU Pers juga menegaskan, setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang menghambat atau menghalangi tugas wartawan dapat dipidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta.

‎Dengan dasar hukum tersebut, KJJT menegaskan tidak akan tinggal diam atas arogansi Karutan Sampang. Mereka mendesak Kanwil Kemenkumham segera turun tangan agar tidak ada lagi pejabat publik yang berlagak koboi dan melecehkan kerja-kerja jurnalistik.(atr)

Berita Terkait

Sulit Ditemui, Pejabat Satpol PP Cianjur Jadi Sorotan, Kusnandar Ali: Jangan Jadikan Rapat Alasan Menghindar
“Cianjur 2029: Bukan Tentang Siapa Pewarisnya, Tetapi Siapa yang Siap Menjadi Perintis Perubahan – Kusnandar Ali”
1 Juni: Saatnya Pancasila Hidup, Bukan Sekadar Diperingati*
Sasar Duafa, PCNU Cianjur Sembelih 1 Sapi dan 7 Domba di Hari Kedua Iduladha
Pelajar di Cikalongkulon Ditemukan Meninggal, Polisi Lakukan Olah TKP
Menuju Cianjur 2029 Anak Desa Perintis Bukan Pewaris
Bidan di Sukaresmi Diduga Buka Praktik Mandiri Tanpa SIPB, Puskesmas: Urgensi Boleh Ditangani, Persalinan Tidak
SMK DZakiyyun Lepas 108 Siswa Angkatan ke-9, 10 Lolos Magang ke Jepang
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:53 WIB

Sulit Ditemui, Pejabat Satpol PP Cianjur Jadi Sorotan, Kusnandar Ali: Jangan Jadikan Rapat Alasan Menghindar

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:17 WIB

“Cianjur 2029: Bukan Tentang Siapa Pewarisnya, Tetapi Siapa yang Siap Menjadi Perintis Perubahan – Kusnandar Ali”

Senin, 1 Juni 2026 - 11:22 WIB

1 Juni: Saatnya Pancasila Hidup, Bukan Sekadar Diperingati*

Jumat, 29 Mei 2026 - 06:17 WIB

Sasar Duafa, PCNU Cianjur Sembelih 1 Sapi dan 7 Domba di Hari Kedua Iduladha

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:23 WIB

Pelajar di Cikalongkulon Ditemukan Meninggal, Polisi Lakukan Olah TKP

Berita Terbaru