Hidup di Antara Gergaji dan Kuas: Perlawanan Sunyi Pengukir dari Cianjur

- Penulis

Senin, 20 April 2026 - 13:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

CIANJUR – Dari sebuah rumah sederhana di Kampung Cinewala RT 03/RW 03, Desa Padajaya, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, aroma serutan kayu dan cat airbrush masih tercium setiap hari. Di sanalah Juju Juhroni (63) menghabiskan waktunya, mengubah potongan kayu bekas yang bagi sebagian orang hanya sampah, menjadi mainan anak-anak dan lukisan yang sarat detail.

Bagi Juju, kayu bekas bukan sekadar material. Di tangannya, papan-papan sisa bangunan, batang pohon yang sudah ditebang, hingga ranting tak beraturan bisa “hidup” kembali sebagai miniatur truk, mobil-mobilan, pesawat, hingga figur hewan. Tak hanya itu, kanvas dan media kayu juga ia penuhi dengan goresan kuas dan sapuan airbrush yang rapi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keahlian tersebut bukan hasil belajar singkat. Juju bercerita, sejak kecil ia sudah akrab dengan dunia kerajinan. “Dari dulu memang suka main kayu. Daripada dibuang, mending dibentuk. Lama-lama jadi bisnis untuk bantu orang tua,” kenangnya. Konsistensi selama puluhan tahun itu membawanya pada beberapa penghargaan tingkat daerah. Salah satu yang paling berkesan adalah ketika ia ikut serta memecahkan rekor MURI untuk kategori airbrush terbanyak dalam sebuah acara komunitas otomotif bersama Polda Jabar beberapa tahun lalu ketika ia masih muda.

Proses kreatif di bengkelnya masih sangat manual. Setiap karya dimulai dari memilih kayu, membuat pola, menggergaji, mengamplas halus, merakit, lalu masuk tahap pewarnaan dan finishing dengan airbrush. Untuk satu mainan sederhana, ia bisa menyelesaikan dalam waktu satu hari. Namun untuk lukisan atau miniatur dengan detail rumit, pengerjaannya bisa memakan waktu hingga berminggu-minggu. Karena itu, harga yang ia patok pun bervariasi, mulai dari puluhan ribu rupiah hingga jutaan rupiah untuk lukisan dan miniatur kompleks.

Sayangnya, arus zaman ikut menguji ketekunan Juju. Ia mengakui penjualan karyanya tidak seramai dulu. “Sekarang tergerus mainan modern. Anak-anak lebih kenal gadget dan mainan pabrikan dari plastik,” ujarnya dengan nada lirih. Jika dulu pesanan bisa datang dari luar negeri dan ia rutin ikut pameran kerajinan, kini lingkup pemasarannya lebih banyak di seputar Cianjur. Meski begitu, sesekali masih ada kolektor atau perantau yang memesan khusus lewat telepon.

Penurunan omset tak lantas membuatnya berhenti. Baginya, selama masih ada yang menghargai karya tangan, ia akan terus berkarya. Selain untuk menghidupi keluarga, aktivitas mengukir dan melukis ini menjadi caranya agar tetap sehat dan produktif di usia senja. “Badan boleh tua, tapi kalau tangan diam malah gampang sakit. Daripada melamun, mending kerja,” katanya sambil tertawa.

Di bengkel yang dindingnya dipenuhi contoh karya itu, Juju menunjukkan beberapa mainan yang belum selesai. Ada truk kayu yang rodanya bisa berputar, ada pula papan lukis bergambar tokoh Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi dan ada juga lukisan pemandangan pedesaan Cianjur. Semua dikerjakan sendiri tanpa asisten. “Selagi mata masih bisa lihat detail, tangan masih kuat pegang kuas dan gergaji, saya bikin terus. Ini hidup saya,” pungkasnya.

Kisah Juju Juhroni menjadi potret pengrajin tradisional yang bertahan di tengah derasnya produk modern. Dari Cinewala, ia membuktikan bahwa kreativitas tak mengenal usia, dan kayu bekas pun bisa punya nilai ketika dipegang oleh tangan yang tepat.

Berita Terkait

Aksi Nyata Sosial, Perkumpulan KEWCI Peduli Cilacap Salurkan Paket Sembako untuk Warga Jeruklegi dan sekitarnya
Polresta Cirebon Gelar Razia Tempat Hiburan Malam dan Tes Urine Belasan Pengunjung
Pisah Sambut Danlanal, Pemkab Cirebon Perkuat Sinergi Maritim dan Pesisir
Rakerda 2026 Pemuda Katolik Jabar Digelar di Cianjur, Siapkan Kader Mandiri, Produktif, dan Berdaya Saing
Polres Cirebon Kota Raih Juara 2 Lomba Tiga Pilar Polda Jabar Berkat Inovasi Kampung 1 Pintu
Temukan Ketidak Jujuran Dalam Penyaluran PIP, Orangtua Diminta Tidak Takut Melapor
LIDIKKRIMSUS RI Minta APH Audit Anggaran Dinas Kesehatan ada 6 item Tahun Anggaran 2024
Bupati Imron Dorong Kafilah Pentas PAI Raih Prestasi di Tingkat Jawa Barat
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:33 WIB

Aksi Nyata Sosial, Perkumpulan KEWCI Peduli Cilacap Salurkan Paket Sembako untuk Warga Jeruklegi dan sekitarnya

Minggu, 19 Juli 2026 - 12:24 WIB

Polresta Cirebon Gelar Razia Tempat Hiburan Malam dan Tes Urine Belasan Pengunjung

Sabtu, 18 Juli 2026 - 21:44 WIB

Pisah Sambut Danlanal, Pemkab Cirebon Perkuat Sinergi Maritim dan Pesisir

Sabtu, 18 Juli 2026 - 21:26 WIB

Rakerda 2026 Pemuda Katolik Jabar Digelar di Cianjur, Siapkan Kader Mandiri, Produktif, dan Berdaya Saing

Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:58 WIB

Polres Cirebon Kota Raih Juara 2 Lomba Tiga Pilar Polda Jabar Berkat Inovasi Kampung 1 Pintu

Berita Terbaru