Journalnews//
Cirebon Kota – Polres Cirebon Kota melalui Sat Binmas mengikuti Focus Group Discussion (FGD) tentang peningkatan kesiapsiagaan dan sinergitas masyarakat dalam mengantisipasi serta menanggulangi bencana alam, Kamis (17/9/2026), bertempat di Aula Tirta Wibawa, Kelurahan Sunyaragi, Kota Cirebon.
Kegiatan FGD menjadi ruang bersama untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antara kepolisian, pemerintah kelurahan, BPBD, TNI, tokoh masyarakat, tokoh agama, Karang Taruna, LKK, serta para Ketua RT dan RW dalam menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi di lingkungan masyarakat.
Kasat Binmas Polres Cirebon Kota Iptu Erni Suhaeni hadir dalam kegiatan tersebut bersama Lurah Sunyaragi Dani Ilham, S.STP., perwakilan BPBD Kota Cirebon Mela Fitriani Prawita, S.Sos., Kanit Binmas Polsek Kesambi Aiptu Agustinus Wahyu, Babinsa Sunyaragi Sertu Supriyono, Ketua FKPM Kota Cirebon Akbar Mutakim, serta unsur masyarakat Kelurahan Sunyaragi.
Dalam forum tersebut, peserta membahas pentingnya kesiapsiagaan masyarakat, penyampaian informasi kebencanaan, sistem peringatan dini, jalur evakuasi, pengelolaan tempat pengungsian, pendataan warga terdampak, hingga perlindungan terhadap kelompok rentan. Pembahasan diarahkan pada penguatan koordinasi agar masyarakat memiliki pemahaman yang sama ketika menghadapi keadaan darurat.
Perwakilan BPBD Kota Cirebon juga menyampaikan sejumlah jenis kejadian bencana yang perlu menjadi perhatian, di antaranya banjir, cuaca ekstrem, pohon tumbang, rumah ambruk, kebakaran lahan, tanah longsor, gempa bumi, banjir rob, dan kekeringan. Kondisi tersebut menjadi bahan diskusi untuk meningkatkan kewaspadaan serta kesiapan masyarakat di tingkat lingkungan.
Dalam konteks Jaga Baik Cirebon Kota, FGD tersebut memperkuat pentingnya keterlibatan masyarakat sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penanganan bencana. Komunikasi yang terbangun antara kepolisian dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat penyampaian informasi, membantu koordinasi di lapangan, serta mendukung proses evakuasi dan perlindungan warga ketika terjadi bencana.
Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mengenalkan Layanan Polisi 110 sebagai sarana masyarakat dalam menyampaikan informasi maupun membutuhkan bantuan kepolisian dalam kondisi yang memerlukan penanganan. Pemanfaatan layanan tersebut diharapkan dapat mendukung kecepatan penyampaian informasi dari masyarakat kepada kepolisian.
Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengatakan, FGD merupakan bagian penting dalam membangun kesamaan pemahaman antara kepolisian dan masyarakat terkait kesiapsiagaan menghadapi bencana. Menurutnya, penanganan bencana membutuhkan komunikasi yang baik dan keterlibatan berbagai unsur sejak tahap pencegahan hingga penanganan di lapangan.
“Melalui FGD ini, Polres Cirebon Kota terus memperkuat Jaga Baik Cirebon Kota dengan membangun komunikasi dan sinergi bersama masyarakat. Kesiapsiagaan bukan hanya menjadi tanggung jawab satu instansi, tetapi membutuhkan kepedulian dan partisipasi seluruh elemen masyarakat,” ujar AKP M. Aris Hermanto.
Ia menambahkan, masyarakat juga dapat memanfaatkan Layanan Polisi 110 ketika membutuhkan bantuan kepolisian atau hendak menyampaikan informasi yang memerlukan respons petugas. “Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan informasi melalui Layanan Polisi 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian, sehingga informasi dapat segera diterima dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan di lapangan,” pungkasnya.
(Wadira)













Komentar