Evaluasi Total Dinas Pendidikan Kabupaten Tegal: LSM Gerhana Indonesia Pertanyakan Mandulnya Pengawasan Atas Dugaan Kebocoran dan Manipulasi Dana BOS

- Penulis

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

TEGAL, 26 Juni 2026 – Setelah laporan resmi dugaan penyimpangan Dana
BOS di sejumlah SDN resmi dilayangkan ke aparat hukum pada pertengahan Juni
2026, DPD LSM Gerhana Indonesia kini mengarahkan sorotan ke Dinas
Pendidikan Kabupaten Tegal. Lolosnya anggaran yang sarat dugaan
ketidakwajaran ini dinilai sebagai bukti nyata runtuhnya fungsi
pengawasan internal di instansi tersebut.

Satuan Tugas Khusus (Satgasus) LSM Gerhana Indonesia menemukan indikasi
kuat bahwa dugaan mark-up dalam realisasi Dana BOS tidak hanya terjadi
di sekolah-sekolah yang telah dilaporkan, melainkan berpotensi telah
meluas menjadi pola sistemik di wilayah Kabupaten Tegal.

Sebelumnya, Gerhana Indonesia telah menyampaikan tembusan resmi dokumen
monitoring kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal,
yang telah dikonfirmasi diterima. Namun hingga kini belum ada tindak
lanjut substantif dari pihak Dinas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Satgasus, Ree’ ( reejihono ), menunjuk Dinas Pendidikan
sebagai penanggung jawab utama atas kelalaian ini, mengingat
kedudukannya sebagai verifikator akhir seluruh anggaran sekolah.

“Bagaimana mungkin sistem verifikasi ARKAS di tingkat Dinas bisa
meloloskan anggaran yang secara nyata mengandung indikasi kuat
ketidakwajaran nilai — secara serempak dan berulang dari tahun ke
tahun? Ini membuktikan sistem pengawasan mereka tidak berfungsi, atau
hanya formalitas di atas kertas,” tegas Ree’.

Pengamat kebijakan publik Jusrii Sihombing menilai persoalan ini
melampaui kelalaian administratif biasa.

“Ketika ketidakwajaran anggaran negara membentuk pola yang berulang
dan meluas, kita tidak lagi bicara soal kesalahan — kita bicara soal
kegagalan tata kelola yang terstruktur. Dinas Pendidikan seharusnya
menjadi filter, bukan pintu yang terbuka lebar bagi kebocoran uang
rakyat,” tambah Jusrii.

Gerhana Indonesia mendesak aparat hukum serta Inspektorat untuk mengusut
tuntas kelalaian berlapis di tubuh Dinas Pendidikan — bukan hanya
memeriksa pihak sekolah. Data investigasi telah terdokumentasi lengkap
dan siap dipertanggungjawabkan.

“Reformasi dan evaluasi total tim manajemen BOS Dinas sudah menjadi
keharusan,” pungkas Ree’.
pewarta : (AM)

Berita Terkait

Warga Gotong Royong Perbaiki Gorong-gorong Tersumbat di Kampung Serang Warudoyong
SDN Ciseureuh Lepas Siswa Alumni 2026 Sebanyak 44 Siswa Dengan Rasa Kehilangan Anak-anak Yang Berprestasi
Peringati Bulan Bung Karno, DPC PDI Gelar Turnamen Sepak Bola Antar Desa, di Desa Batulawang Kecamatan Cipanas
Meriahkan Kelulusan , SMP IT Raden Fatah Gebyar Acara Kenaikan Kelas
Diduga Aniaya Korban dengan Sangkur, Pria di Wonokerto Diamankan Polisi
Polres Cirebon Kota Gelar Bengkel Gratis Bersama Ojol Kamtibmas dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80
PorsenitasXIII, Kontingen Biliar Kabupaten Cirebon Perkuat Sportivitas ASN
Polres Cirebon Kota Salurkan Alat Kebersihan untuk Masjid Sang Cipta Rasa dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80
Berita ini 41 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:56 WIB

Warga Gotong Royong Perbaiki Gorong-gorong Tersumbat di Kampung Serang Warudoyong

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:20 WIB

SDN Ciseureuh Lepas Siswa Alumni 2026 Sebanyak 44 Siswa Dengan Rasa Kehilangan Anak-anak Yang Berprestasi

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:08 WIB

Evaluasi Total Dinas Pendidikan Kabupaten Tegal: LSM Gerhana Indonesia Pertanyakan Mandulnya Pengawasan Atas Dugaan Kebocoran dan Manipulasi Dana BOS

Jumat, 26 Juni 2026 - 07:54 WIB

Peringati Bulan Bung Karno, DPC PDI Gelar Turnamen Sepak Bola Antar Desa, di Desa Batulawang Kecamatan Cipanas

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:58 WIB

Diduga Aniaya Korban dengan Sangkur, Pria di Wonokerto Diamankan Polisi

Berita Terbaru