Evaluasi Total Dinas Pendidikan Kabupaten Tegal: LSM Gerhana Indonesia Pertanyakan Mandulnya Pengawasan Atas Dugaan Kebocoran dan Manipulasi Dana BOS

Sabtu, 27 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

TEGAL, 26 Juni 2026 – Setelah laporan resmi dugaan penyimpangan Dana
BOS di sejumlah SDN resmi dilayangkan ke aparat hukum pada pertengahan Juni
2026, DPD LSM Gerhana Indonesia kini mengarahkan sorotan ke Dinas
Pendidikan Kabupaten Tegal. Lolosnya anggaran yang sarat dugaan
ketidakwajaran ini dinilai sebagai bukti nyata runtuhnya fungsi
pengawasan internal di instansi tersebut.

Satuan Tugas Khusus (Satgasus) LSM Gerhana Indonesia menemukan indikasi
kuat bahwa dugaan mark-up dalam realisasi Dana BOS tidak hanya terjadi
di sekolah-sekolah yang telah dilaporkan, melainkan berpotensi telah
meluas menjadi pola sistemik di wilayah Kabupaten Tegal.

Sebelumnya, Gerhana Indonesia telah menyampaikan tembusan resmi dokumen
monitoring kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal,
yang telah dikonfirmasi diterima. Namun hingga kini belum ada tindak
lanjut substantif dari pihak Dinas.

Ketua Satgasus, Ree’ ( reejihono ), menunjuk Dinas Pendidikan
sebagai penanggung jawab utama atas kelalaian ini, mengingat
kedudukannya sebagai verifikator akhir seluruh anggaran sekolah.

“Bagaimana mungkin sistem verifikasi ARKAS di tingkat Dinas bisa
meloloskan anggaran yang secara nyata mengandung indikasi kuat
ketidakwajaran nilai — secara serempak dan berulang dari tahun ke
tahun? Ini membuktikan sistem pengawasan mereka tidak berfungsi, atau
hanya formalitas di atas kertas,” tegas Ree’.

Pengamat kebijakan publik Jusrii Sihombing menilai persoalan ini
melampaui kelalaian administratif biasa.

“Ketika ketidakwajaran anggaran negara membentuk pola yang berulang
dan meluas, kita tidak lagi bicara soal kesalahan — kita bicara soal
kegagalan tata kelola yang terstruktur. Dinas Pendidikan seharusnya
menjadi filter, bukan pintu yang terbuka lebar bagi kebocoran uang
rakyat,” tambah Jusrii.

Gerhana Indonesia mendesak aparat hukum serta Inspektorat untuk mengusut
tuntas kelalaian berlapis di tubuh Dinas Pendidikan — bukan hanya
memeriksa pihak sekolah. Data investigasi telah terdokumentasi lengkap
dan siap dipertanggungjawabkan.

“Reformasi dan evaluasi total tim manajemen BOS Dinas sudah menjadi
keharusan,” pungkas Ree’.
pewarta : (AM)

Berita Terkait

Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan
‎Temuan Limbah Medis Diduga Dibuang Sembarangan di Sidoarjo, APMP Jatim Desak APH Turun Tangan ‎
Efisiensi: Anggaran Sekwan DPRD Lahat Rp81 Miliar Lebih PUBLIK’Transfaransi Cegah Rawan Korupsi
Petasan Meledak di Halaman Rumah, Warga Karangdadap Pekalongan Dilarikan ke Rumah Sakit
Kapolda NTB Pimpin Upacara Hari Juang Polri, Kenang Proklamasi Polisi 21 Agustus 1945
Masyarakat Petani Jeruklegi Wetan Merasa Terbantu dengan Adanya pembangunan Irpom
Serdik Sespimmen Polri Dikreg ke-67 Gelar Management Training Course di Polres Pekalongan
dr, I Wayan Wisnu Brata, Sp. B, Sub Spesialis Onkologi :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 19:15

Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 01:06

‎Temuan Limbah Medis Diduga Dibuang Sembarangan di Sidoarjo, APMP Jatim Desak APH Turun Tangan ‎

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:14

Efisiensi: Anggaran Sekwan DPRD Lahat Rp81 Miliar Lebih PUBLIK’Transfaransi Cegah Rawan Korupsi

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:50

Petasan Meledak di Halaman Rumah, Warga Karangdadap Pekalongan Dilarikan ke Rumah Sakit

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:36

Kapolda NTB Pimpin Upacara Hari Juang Polri, Kenang Proklamasi Polisi 21 Agustus 1945

Berita Terbaru