Dugaan Arogansi Karutan sampang dan Buruknya Kwalitas Jatah Mamin , GASI Go To kanwil ‎

Jumat, 19 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sampang, – Skandal jatah makan-minum (mamin) di Rutan Kelas II B Sampang semakin memanas. Setelah keluarga narapidana berulang kali mengeluh soal kualitas makanan yang disebut jauh dari layak, kini giliran Gerakan Aktivis Sosial Indonesia (GASI) yang turun gelanggang dengan desakan keras, Kamis (18/9/2025).

‎Wakil Ketua GASI, H. Sujai, yang juga Ketua L-KPK Mawil Madura, menuding pihak Rutan lebih sibuk pencitraan di media sosial ketimbang memenuhi hak dasar warga binaan. Foto-foto sajian yang ditampilkan seolah menu restoran berbintang, namun realitas di balik tembok rutan justru mengecewakan.

‎“Informasi dari mantan napi menyebut, jatah makan pagi saja tidak layak. Dikasih ke kucing pun tidak mau! Jangan main kucing-kucingan. Publik berhak tahu, ini uang negara!” tegas Sujai dengan nada tinggi. Minggu (7/9).

‎GASI bukan lembaga tunggal. Ia adalah gabungan kekuatan dari berbagai elemen masyarakat sipil. Di dalamnya tergabung Lakbandra, L-KPK, Ormas Macan Asia Indonesia (MAI), KPK Nusantara, dan Team Garuda08.

‎Tidak hanya itu, GASI juga mendapat dukungan penuh dari Komunitas Jurnalis Jawa Timur, yang ikut menyoroti persoalan mamin serta dugaan arogansi pejabat Rutan. Dukungan besar ini membuat GASI tampil sebagai kekuatan sosial yang solid, siap menekan pihak Rutan untuk buka data.

‎Menurut Sujai, pihaknya tidak akan tinggal diam. Mereka sudah menyiapkan langkah konkret dengan melaporkan kasus ini ke Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur, yang beralamat di Jl. Kayoon No.50–52, Embong Kaliasin, Kec. Genteng, Surabaya.

‎“Kami tidak segan melayangkan laporan resmi. Kalau pihak Rutan masih bungkam, kami akan bawa kasus ini ke level yang lebih tinggi. Jangan pikir publik bisa dibohongi dengan pencitraan murahan,” ancam Sujai.

‎Masalah mamin semakin keruh setelah muncul insiden baru. Sejumlah wartawan yang mencoba meminta klarifikasi justru mendapat perlakuan kasar dari Kepala Rutan Kamesworo. Alih-alih memberikan jawaban, Karutan malah membentak jurnalis di depan umum.

‎Tindakan itu memicu kecaman keras. Selain dinilai tidak etis, sikap arogan Karutan disebut telah melanggar Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, yang menjamin kebebasan pers dalam mencari, memperoleh, dan menyampaikan informasi kepada publik.

‎“Ini pelecehan terhadap kerja jurnalistik. Membentak wartawan saat bertugas adalah tindakan melawan hukum. Kami tidak akan diam,” Sujai menambahkan.

‎Hingga berita ini diterbitkan, pihak Rutan Kelas II B Sampang masih belum memberikan klarifikasi resmi. Tak ada data, tak ada penjelasan, hanya diam membisu.

‎Desakan agar Rutan Sampang membuka data kini makin deras. Bukan hanya dari keluarga napi, tetapi juga dari gabungan aktivis, ormas, lembaga sosial, dan komunitas pers. Publik pun makin yakin, ada sesuatu yang sengaja ditutupi di balik dapur Rutan Sampang.

‎Jika Rutan dan Kanwil tetap menutup mata, GASI mengancam akan melanjutkan eskalasi ke level nasional, termasuk melibatkan DPR RI dan Ombudsman Republik Indonesia.(amt)

Berita Terkait

‎MERDEKA BUKAN HANYA SEREMONIAL
Polsek Kesambi Tangani Kebakaran Rumah Kosong Lewat Koordinasi Lintas Sektoral
Jalin Silaturahmi Warga Villa Bougenville II, Mengikuti Berbagai Acara Perlombaan Dalam Dirgahayu Republik Indonesia, Oleh PT Satyamitra Putrapratama.
Pemerintah Kabupaten Tegal Mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia Ke 81
SPPG di Mande Buka Suara Isu Sumur Warga Berbau dan Berwarna Hitam
Profesor Sutan Nasomal Dukung BPJPH: Label Halal Wajib Dicantumkan, Pelaku Usaha Jangan Abaikan Aturan
‎Pertemuan Rutin DPAC Madas Sedarah Kecamatan Pasean dihadiri Langsung Ketua DPC Madas Sedarah Kabupaten Pamekasan
Polsek Kapetakan Berhasil Ungkap Curanmor, Pelaku Diamankan Bersama Barang Bukti

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 06:09

‎MERDEKA BUKAN HANYA SEREMONIAL

Senin, 17 Agustus 2026 - 02:21

Polsek Kesambi Tangani Kebakaran Rumah Kosong Lewat Koordinasi Lintas Sektoral

Minggu, 16 Agustus 2026 - 16:35

Jalin Silaturahmi Warga Villa Bougenville II, Mengikuti Berbagai Acara Perlombaan Dalam Dirgahayu Republik Indonesia, Oleh PT Satyamitra Putrapratama.

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:37

Pemerintah Kabupaten Tegal Mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia Ke 81

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:31

SPPG di Mande Buka Suara Isu Sumur Warga Berbau dan Berwarna Hitam

Berita Terbaru

Daerah

‎MERDEKA BUKAN HANYA SEREMONIAL

Senin, 17 Agu 2026 - 06:09