Cianjur – Pilkades Desa Sukajadi, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur dipastikan akan berlangsung dinamis. Salah satu putra asli daerah, Janjan Surjana, S.H., resmi maju sebagai Calon Kepala Desa Sukajadi.
Janjan bukan sosok baru dalam dunia pemerintahan. Ia merupakan pensiunan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Cianjur dengan jabatan terakhir sebagai Kepala UPTD Wilayah 6 Kabupaten Cianjur. Pengalaman puluhan tahun di birokrasi menjadi modal utama untuk membenahi desa.
Menepis isu yang beredar bahwa dirinya bukan warga Sukajadi, Janjan menegaskan hal tersebut tidak benar.
“Isu bahwa kami bukan warga Desa Sukajadi sebetulnya itu bohong. Karena kami di sini dari tahun 1995 sudah di sini. Istri mengajar dari mulai 1995 di sini sampai dengan sekarang itu kan menjadi bukti. Cuma karena kami kerja sebagai PNS di Cianjur, kadang ketemu dengan masyarakat itu jarang,” tegas Janjan saat ditemui di kediamannya di Kampung Cikangkung, Desa Sukajadi, Sabtu (10/5).
Saat ditanya dasar pencalonan, Janjan menjawab lugas. Pencalonannya berangkat dari dorongan masyarakat.
“Dasarnya yang pertama saya diusung oleh masyarakat, oleh tokoh masyarakat. Yang kedua karena kami punya visi misi sejalan dengan tokoh masyarakat,” ujarnya.
Visi yang ia usung adalah “Terwujudnya Desa Sukajadi yang Maju, Mandiri, Sejahtera, Religius, dan Berkelanjutan berbasis gotong royong” dengan 5 pilar: MAJU, MANDIRI, SEJAHTERA, RELIGIUS, BERKELANJUTAN.
1. Meningkatkan kualitas pelayanan publik yang cepat, transparan, dan akuntabel.
2. Meningkatkan kualitas pendidikan dan pembinaan generasi muda.
3. Meningkatkan perekonomian desa dan kesejahteraan masyarakat.
4. Membangun dan memelihara infrastruktur desa yang merata dan berkelanjutan – ini menjadi keahliannya sebagai mantan Kepala UPTD PUTR.
5. Memperkuat nilai-nilai keagamaan, budaya, dan gotong royong masyarakat.
6. Mengelola potensi desa secara optimal untuk pembangunan yang berkelanjutan.
Menurutnya, kultur masyarakat Sukajadi sangat mendukung visi tersebut. “Kultur masyarakat Sukajadi bagus. Satu religius, kedua masyarakatnya kompak. Gotong royong bisa. Itu mungkin yang jadi dasar kami,” katanya.
Terkait sistem pemilihan Kepala Desa yang kini menggunakan sistem digital, Janjan menyatakan mendukung penuh program pemerintah, namun ia menyoroti pentingnya sosialisasi.
“Kalau ini program pemerintah harus dijalankan. Tapi alangkah baiknya sosialisasi, karena ini kan baru. Masyarakat yang 40 tahun bisa, gimana yang usia lanjut itu masih banyak yang kurang paham,” jelasnya. Pihaknya mengaku telah melakukan sosialisasi bersama panitia dan timnya.
Ia juga menolak janji politik muluk-muluk. Sebagai mantan birokrat, ia lebih memilih realistis sesuai anggaran desa.
“Desa sekarang kecil jadi janji politiknya disesuaikan dengan budget. Karena kami basic-nya dari pemerintah, kami akan mengusulkan program-program yang ada di pemerintah,” ujarnya.
Jika terpilih, hal pertama yang akan ia lakukan bukan langsung membangun fisik, melainkan membenahi internal.
“Satu, disiplin aparatur dulu itu yang pertama harus kita benahi, karena kuncinya disiplin di situ, baru program kita jalankan setahun sampai dengan periode delapan tahun,” tegasnya.
Di akhir wawancara, ia berpesan kepada seluruh warga Desa Sukajadi untuk menjaga kondusivitas Pilkades.
“Mangga masyarakat Desa Sukajadi sama-sama kita menyukseskan Pilkades ini dengan cara memilih masing-masing sesuai dengan hati nurani mereka. Menentukan kita ke depan dengan satu menit untuk menentukan delapan tahun ke depan. Harapan kami aman, tertib, tidak ada permusuhan,” pungkas Janjan Surjana.
Penulis : Andri.S
Editor : SLS













Komentar