JOURNAL NEWS CIANJUR – Sejak pasca gempa lalu, proses pembelajaran sekolah-sekolah di Kabupaten Cianjur harus dipulihkan agar bisa segera bangkit. Mengingat proses pembelajaran akan segera dimulai pekan depan. Selain itu, para kepala sekolah diingatkan masih berpotensinya penyebaran covid-19.
“Walaupun pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sudah dicabut, tapi kita tidak boleh lengah. Harus tetap waspada serta menerapkan prokes agar terhindar dari covid-19,” ujar Wawan Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdikpora Kabupaten Cianjur.
Wawan mengungkapkan pihak Pemkab, akan terus fokus mengembalikan kondisi sektor pendidikan seperti sediakala. Karena itu Disdikpora diinstruksikan mengawasi atau memantau berkaitan dengan dimulainya kembali pembelajaran. “Untuk kegiatan belajarnya mungkin bisa dilaksanakan dengan beberapa cara. Bisa dengan daring, kemudian juga bisa dengan luring. Itu dimungkinkan karena pada masa pandemi covid-19 kita sudah terbiasa melaksanakan pembelajaran secara daring,” tegasnya.
Menurut informasi yang dihimpun, sebanyak 176 orang kepala sekolah (KS) tingkat TK, PAUD, SD, dan SMP yang terdampak gempa mengikuti pembinaan peningkatan indek pembangunan manusia (IPM) yang di gelar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur di Gedung PGRI Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Selasa (3/1/2023).
Para kepala sekolah (KS) tingkat TK, PAUD, SD, dan SMP yang terdampak gempa bumi tersebut, di intruksikan agar segera mendata jumlah peserta anak didik yang statusnya yatim piatu karena orangtuanya jadi korban gempa. Data itu nantinya diperlukan untuk mengalokasikan anggaran beasiswa. Pembinaan IPM ini, dianggap penting karena mulai 9 Januari akan dimulai kembali proses pembelajaran.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur melalui Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdikpora Kabupaten Cianjur, Wawan Sutiawan, menegaskan rencana pemberian beasiswa diungkapkan Bupati Cianjur Herman Suherman saat menghadiri pembinaan dan silaturahmi dengan para kepala sekolah di Gedung PGRI Kecamatan Cilaku.
Hal ini merupakan bentuk kepedulian Pemkab Cianjur bagi peserta didik yang ditinggal orangtuanya akibat dampak gempa. “Pak bupati berkomitmen membantu siswa-siswa yatim piatu yang ditinggal orangtuanya yang meninggal dunia karena gempa,” terang Wawan, kepada wartawan di sela kegiatan pembinaan IPM.

Wawan menambahkan, untuk menyikapi komitmen tersebut, para kepala sekolah segera melakukan pendataan. Namun untuk besaran beasiswa yang akan diterima setiap peserta didik yatim piatu, belum disampaikan secara detail.
“Tetapi memang pak bupati sangat memperhatikan terhadap warganya, terutama dari keluarga besar pendidikan yang terkena musibah. Selain untuk peningkatan IPM, pada kegiatan itu pak bupati ingin bersilaturahmi dengan para kepala sekolah yang bangunan sekolahnya terdampak gempa,” imbuh nya. ( Full )











