Journal news. id. KABUPATEN CIREBON — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon, mengoptimalkan pemanfaatan Ruang Kreasi melalui kolaborasi bersama komunitas seniman lokal tanpa mengandalkan dukungan anggaran pemerintah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbudpar Kabupaten Cirebon, Amin Mughni mengatakan, upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan “Pameran Lukisan 17 Pitulas” yang digelar di Gedung Ruang Kreasi, Jalan Otto Iskandardinata, Kecamatan Weru, Rabu (4/2/2025).
Menurut dia, pameran lukisan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Disbudpar dan Paguyuban Pelukis Cirebon yang dilaksanakan secara mandiri dan gotong royong oleh para seniman.
“Alhamdulillah kegiatan ini sifatnya kolaboratif. Tidak ada anggaran dari kami, tetapi Paguyuban Pelukis Cirebon berinisiatif melaksanakan secara mandiri. Ini menjadi spirit dan penyemangat bagi kami,” katanya.
Amin menuturkan, pelaksanaan kegiatan seni dan budaya tidak selalu harus berbasis pada anggaran, baik dari APBD maupun APBN, melainkan dapat digerakkan melalui semangat, keseriusan, dan kerja sama antar pelaku seni.
Ia menyebutkan, pameran tersebut menjadi langkah awal Disbudpar dalam menghidupkan kembali Ruang Kreasi Kabupaten Cirebon sebagai ruang ekspresi dan interaksi bagi pelaku ekonomi kreatif, khususnya seniman seni rupa.
“Kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjadi pemersatu para seniman, terutama pelukis Cirebon, untuk menyamakan persepsi bahwa ke depan, perlu ada event seni yang bertaraf nasional bahkan internasional,” ujarnya.
Amin mengungkapkan, sejumlah pelukis asal Cirebon sejatinya telah kerap mengikuti pameran di berbagai daerah seperti Jakarta, Solo, Pekalongan, dan Surabaya, namun belum terwadahi secara optimal di daerah sendiri.
Melalui pameran tersebut, pihaknya berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan komunitas seniman dapat terus diperkuat guna memberikan dorongan dan ruang apresiasi bagi seniman lokal.
Sementara itu, Ketua Panitia Pameran Lukisan 17 Pitulas, Guntur Alibasa mengatakan, pameran tersebut menampilkan sekitar 40 hingga 45 karya lukis dari 20 seniman yang tergabung dalam Paguyuban Pelukis Cirebon.
Ia menjelaskan, tujuan utama pameran ini adalah membangkitkan gairah berkarya sekaligus menghidupkan kembali seni rupa di wilayah Kabupaten dan Kota Cirebon yang dinilainya sempat mengalami stagnasi.
“Selama ini seni rupa di Cirebon seperti mati suri, timbul tenggelam. Dengan kegiatan yang rutin, kami berharap masyarakat semakin dekat dan terbiasa dengan seni rupa,” katanya.
Menurut Guntur, pihaknya juga berupaya memasyarakatkan seni rupa dengan menghadirkan pameran di ruang-ruang publik, sebagaimana yang sebelumnya telah dilakukan di Pasar Batik Cirebon.
Ia menambahkan, meskipun Cirebon belum memiliki institusi pendidikan seni rupa formal, daerah tersebut memiliki banyak seniman potensial yang mampu bersaing dengan kota-kota besar.
Pameran Lukisan 17 Pitulas dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 4 hingga 8 Februari 2026, serta diramaikan dengan berbagai aktivitas komunitas, pelaku UMKM, dan demonstrasi memasak sebagai bagian dari aktivasi Ruang Kreasi Kabupaten Cirebon.
Sana











