Cianjur— Tangis haru pecah di Pendopo Kabupaten Cianjur, Senin (13/7/2026). Ai Juariah, 43 tahun, warga Kecamatan Ciranjang akhirnya menginjakkan kaki kembali di tanah kelahirannya setelah diduga diberangkatkan secara nonprosedural ke Libya.
Kedatangannya disambut langsung oleh Bupati Cianjur, dr. Muhamad Wahyu Ferdian.
“Bu Ai akhirnya pulang hari ini. Alhamdulillah dalam keadaan sehat,” ucap Wahyu di hadapan keluarga dan sejumlah pejabat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Perjalanan pemulangan ini tidak mudah. Kondisi Libya yang masih dilanda konflik membuat prosesnya butuh koordinasi ekstra. Beruntung, sinergi banyak pihak membuat Ai bisa kembali dengan selamat.
Wahyu menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), BP3MI Jawa Barat, Kementerian Luar Negeri, KBRI Libya, Polres Cianjur, Dinas PPA Provinsi Jawa Barat, hingga Disnakertrans Kabupaten Cianjur yang bergerak cepat menangani kasus ini.
*Komitmen Cegah Kasus Serupa*
Di balik kepulangan Ai, Pemkab Cianjur menegaskan tidak ingin kejadian ini terulang.
“Kami imbau masyarakat yang ingin kerja ke luar negeri, gunakan jalur resmi. Datang dulu ke perusahaan penempatan berizin atau konsultasi ke Disnakertrans Cianjur,” tegas Wahyu.
Menurutnya, berangkat lewat jalur resmi bukan cuma soal legalitas. Pekerja akan dapat perlindungan lengkap: kepastian kerja, jaminan kesehatan, perlindungan selama bekerja, sampai kompensasi jika terjadi hal tidak diinginkan di negara tujuan.
Ke depan, Pemkab akan menggenjot sosialisasi sampai ke tingkat desa. Disnakertrans dan DPMD akan turun langsung bekerja sama dengan kepala desa dan tokoh masyarakat.
“Kami ingin warga Cianjur yang merantau dapat penghidupan lebih baik, tapi juga pulang dengan selamat dan bermartabat,” tutupnya.












Komentar