Wabup Jigus Instruksikan Camat Kapetakan Persoalan Sampah hingga PJU

Minggu, 12 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Journal news. id. KABUPATEN CIREBON — Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman atau yang akrab disapa Jigus menginstruksikan seluruh camat di Kabupaten Cirebon segera memetakan persoalan sampah, penerangan jalan umum (PJU), rumah tidak layak huni (rutilahu), hingga jaringan gas rumah tangga sebagai dasar percepatan pelaksanaan program Pemerintah Kabupaten Cirebon.

Arahan tersebut disampaikan Jigus saat rapat koordinasi bersama para camat di Ruang Paseban Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Rabu (1/7/2026).

Menurut Jigus, penanganan sampah menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah, sehingga setiap camat harus memiliki data riil kondisi di wilayahnya, mulai dari titik sampah liar, fasilitas pengelolaan sampah, hingga desa yang telah bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

“Kami minta Bapak dan Ibu Camat melakukan pemetaan. Jangan sampai nanti terjadi lagi sampah liar. Sampaikan posisi titik sampah liar di wilayah masing-masing kepada Dinas Lingkungan Hidup agar penanganannya tepat sasaran,” katanya.

Ia mengatakan, berdasarkan data sementara terdapat sekitar 40 hingga 50 titik sampah liar di Kabupaten Cirebon.

Jumlah tersebut diperkirakan masih bertambah setelah seluruh kecamatan melakukan pendataan secara menyeluruh.

Sementara itu, produksi sampah di Kabupaten Cirebon diperkirakan mencapai sekitar 1.200 ton per hari.

Selain memetakan titik sampah liar, Jigus meminta camat mendata keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), serta desa yang telah menandatangani nota kesepahaman pengelolaan sampah dengan DLH.

Ia juga mendorong camat memanfaatkan potensi perusahaan di wilayah masing-masing melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mendukung penyediaan sarana pengelolaan sampah, terutama di kawasan yang masih memiliki titik pembuangan liar.

“Kalau camat mengetahui potensi perusahaan di wilayahnya, ajak berkolaborasi. Presentasikan kebutuhannya, sehingga CSR bisa membantu penyelesaian persoalan sampah,” ujarnya.

Selain persoalan sampah, Jigus meminta camat melakukan pemetaan kondisi PJU sesuai kewenangan jalan kabupaten, provinsi, pusat, maupun desa.

Pendataan juga dilakukan terhadap rutilahu yang saat ini tercatat sekitar 12 ribu unit serta pengembangan jaringan gas rumah tangga sebagai dasar penyusunan program pembangunan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Hendra Nirmala, mengatakan salah satu fokus pemerintah daerah saat ini ialah mengoptimalkan Program Kampung Bersih dengan mengaktifkan kembali TPS3R yang belum beroperasi serta memperkuat pengelolaan sampah di tingkat desa.

“Kami ingin mendorong Program Kampung Bersih yang sudah dicanangkan Pemerintah Kabupaten Cirebon agar dapat berjalan lebih optimal. Karena itu perlu kehadiran dan dukungan semua pihak, termasuk camat dan pemerintah desa,” kata Hendra.

Ia menyebut sejumlah TPS3R yang telah dibangun masih belum beroperasi, termasuk satu dari tiga TPS3R di Kecamatan Susukanlebak.

Selain itu, beberapa wilayah seperti Ciwaringin, Gempol, Kapetakan, Suranenggala, dan Susukan masih memiliki volume sampah liar yang tinggi, sehingga memerlukan penanganan lebih intensif.

Hendra juga meminta camat memanfaatkan potensi perusahaan di wilayahnya melalui penyusunan proposal program CSR untuk mendukung pengadaan sarana pengolahan sampah.

“Jangan selalu menunggu anggaran pemerintah. Manfaatkan potensi wilayah yang ada untuk mendukung program penanganan sampah, sehingga ada ikhtiar dan inovasi dalam menyelesaikan persoalan di lapangan,” tukasnya.

Sana

Berita Terkait

Wujud Kepedulian Sosial, Sat Lantas Polres Kuningan Gelar “Jumat Berkah” Berbagi Makanan Gratis untuk Masyarakat
Kakek 82 Tahun di Pekalongan Ditemukan Meninggal di Kebun Singkong Usai 2 Hari Hilang
Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan
Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis
Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot
Priamanaya Group Salurkan Beasiswa Berprestasi di Ring Satu Perusahaan
‎Temuan Limbah Medis Diduga Dibuang Sembarangan di Sidoarjo, APMP Jatim Desak APH Turun Tangan ‎
Efisiensi: Anggaran Sekwan DPRD Lahat Rp81 Miliar Lebih PUBLIK’Transfaransi Cegah Rawan Korupsi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:56

Wujud Kepedulian Sosial, Sat Lantas Polres Kuningan Gelar “Jumat Berkah” Berbagi Makanan Gratis untuk Masyarakat

Senin, 28 September 2026 - 09:33

Kakek 82 Tahun di Pekalongan Ditemukan Meninggal di Kebun Singkong Usai 2 Hari Hilang

Rabu, 9 September 2026 - 09:20

Penjualan Miras terbesar di Wilayah Kapetakan Cirebon Bebas,Kinerja APH dipertaruhkan

Minggu, 6 September 2026 - 19:54

Anggaran Satpol PP Lahat 2025 Miliaran Jadi Sorotan Aktivis

Rabu, 2 September 2026 - 15:48

Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi soal Anggaran,Kepala Perpustakaan Lahat Minta Bupati Lahat Copot

Berita Terbaru